Duo Obat Tetes Mata Populer, Bagusan Rohto atau Insto?

Pakai obat tetes mata (sumber: visionaryvc.com) Pakai obat tetes mata (sumber: visionaryvc.com)

Mata kering, merah, atau iritasi ringan biasanya dapat diatasi dengan penggunaan obat tetes mata yang tersedia di pasaran. Setidaknya, ada dua merek obat mata populer, yakni Rohto dan Insto. Kedua merk obat tetes mata ini bisa ditemukan dengan mudah di sejumlah apotik, toko obat, maupun minimarket. Lantas, bagusan mana sih antara Rohto atau Insto?

Obat Tetes Mata Rohto

Obat tetes mata Rohto diproduksi oleh PT Rohto Laboratories Indonesia. Produk ini kabarnya sudah teruji klinis dan aman untuk para penggunanya. Rohto memiliki beberapa varian obat tetes mata yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan, mulai dari Rohto Tetes Mata 7 ml dengan kandungan TetrahydrozolineHCl 0,05%, Rohto Cool 7ml dengan kandungan NaphazolineHCl 0,012%, serta Rohto V Extra Eye Drop 7 ml dengan kandungan TetrahydrozolineHCl 0,05% dan Macrogol 400 1,0%.

Rohto memiliki beberapa kelebihan, mulai dari membantu meredakan mata merah, meredakan mata bengkak akibat batuk dan pilek, serta meredakan mata karena alergi. Namun demikian, penggunaan obat tetes mata Rohto biasanya menimbulkan beberapa efek samping, seperti rasa panas pada mata, perih di mata, hingga hiperemia pada penggunaan yang berlebihan

Baca juga:  Dosis & Cara Minum Interlac Sachet untuk Kesehatan Pencernaan

Obat Tetes Mata Insto

Insto merupakan obat tetes mata besutanCombiphar. Tak jauh berbeda dengan Rohto, dalam Insto juga terkandung zat bernama TetrahydrozolineHCl yang merupakan agen vasokonstriktor yang berfungsi memengaruhi sistem saraf pusat serta pembuluh darah. Saat terjadi iritasi, pembuluh darah biasanya berada dalam kondisi vasodilatasi yang kemudian mengakibatkan mata memerah. Penggunaan Insto diklaim dapat meredakan mata merah.

Insto juga terdiri dari beberapa varian, yakni Insto Regular (botol warna hijau) dengan kandungan tetrahidrozolin hcl 0,05% danbenzalkonium chloride 0,01% kemasan 7,5 ml dan 15 ml. Kemudian, ada juga Insto varian Dry Eyes (botol warna biru) yang mengandung zat aktif Hidroxyprophylmethylselulose dan Benzalkonium Chloride untuk mengatasi gejala mata kering serta memberi efek pelumas seperti air mata.

Seperti halnya Rohto, pemakaian obat tetes mata Insto mungkin menimbulkan efek samping bagi beberapa orang, seperti mata terasa pedih, menimbulkan efek seperti terbakar, serta risiko hiperemia jika dipakai secara berlebihan.

Obat tetes mata Rohto & Insto

Obat tetes mata Rohto & Insto

Bagusan Rohto atau Insto?

Nah, setelah mengetahui secara rinci seputar obat mata Rohto dan Insto, mana yang kira-kira bagus untuk digunakan? Tentu saja semuanya kembali lagi ke selera dan kebutuhan Anda. Jika dilihat dari segi harga, obat tetes mata Rohto dijual antara Rp13 ribuan sampai paling mahal Rp20 ribuan, sedangkan Insto harganya kisaran Rp14 ribuan sampai Rp22 ribuan.

Baca juga:  Update Rekomendasi Salep untuk Kulit Tangan Mengelupas, Dosis dan Kandungannya

Baik Rohto maupun Insto sama-sama diproduksi oleh pabrik farmasi yang sudah berpengalaman di bidangnya. Efek samping yang negatif dari penggunaan obat tetes mata biasanya hanya terjadi ketika Anda memakainya secara berlebihan atau tidak sesuai dengan anjuran yang tertera pada kemasan. Oleh sebab itu, sebelum menggunakan obat tetes mata, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan.

Hal yang Perlu Diperhatikan Seputar Obat Tetes Mata

  • Obat tetes mata tidak untuk penggunaan yang terus-menerus. Obat tetes mata diperlukan pada saat mata kering atau produksi air mata berkurang karena faktor usia atau saat terkena infeksi maupun alergi.
  • Sebaiknya, obat tetes mata yang mengandung zat pengawet seperti benzalkonium klorida dan dinatrium EDTA – yang dapat mengakibatkan alergi, mata merah, kering, gatal, dan bengkak – hanya digunakan pada saat benar-benar dibutuhkan saja. Lebih baik lagi jika pemakaian obat tetes mata dilakukan atas anjuran dokter.
  • Hindari obat tetes mata yang mengandung kortikosteroid. Karena, ini jenis obat keras yang bisa berbahaya bila digunakan dalam jangka waktu lama.
  • Obat tetes mata untuk infeksi mata sebaiknya langsung dibuang jika tidak habis dipakai. Jika tidak, obat ini kemungkinan besar sudah tercemar oleh bibit penyakit, sehingga justru menambah parah infeksi yang terjadi.[1]
Baca juga:  ‘Snapchat Dysmorphia’, Kaum Milenial Lakukan Operasi Agar Mirip Filter di Media Sosial

Apabila iritasi atau gangguan pada mata Anda semakin parah, ada baiknya untuk segera berkonsultasi dengan dokter agar memperoleh penanganan yang tepat.

[1]Sugani, S & Lucia P. 2010. Cara Cerdas untuk Sehat: Rahasia Hidup Sehat Tanpa Dokter. Jakarta: TransMedia, hlm 63.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*