Kerap Membuat Orang Tua Khawatir, Persaingan antar Saudara Itu Normal

Ilustrasi: persaingan antara saudara (sumber: welldoing.org) Ilustrasi: persaingan antara saudara (sumber: welldoing.org)

Sibling rivalry atau persaingan antar saudara menjadi salah satu permasalahan keluarga yang umumnya terjadi pada anak yang mulai merasa kehilangan perhatian dan kasih sayang dari orang tua.[1] Meskipun ini adalah kondisi yang normal, beberapa orang tua cenderung khawatir dengan dampaknya.

Penyebab Persaingan antar Saudara

Penyebab sibling rivalry sebetulnya beragam. Ini bisa terjadi jika anak mulai merasa kehilangan perhatian dan kasih sayang dari orang tua, hal tersebut karena adanya perbedaan perlakuan yang diberikan orang tua kepada anak-anak mereka.

Umumnya, persaingan antar saudara terjadi pada anak usia dini, karena kebutuhan kasih sayang dan perhatiannya tinggi sedangkan dalam proses tersebut ia harus membaginya pada sosok baru yang disebut adik. Selain itu, sibling rivalry terjadi pada saudara yang memiliki perbedaan usia yang berdekatan dan memiliki jenis kelamin yang sama, tetapi tidak menutup kemungkinan jika terjadi pada saudara yang berlainan jenis kelamin.

Sebenarnya, persaingan saudara kandung adalah ciri kehidupan keluarga yang sangat normal yang terkadang dapat membantu mendorong anak-anak untuk menjadi lebih baik. Namun, terlalu banyak pertengkaran dan persaingan juga bisa menyakitkan dan bisa memiliki efek yang bertahan lama.

Baca juga:  Karantina Bikin Remaja Moody, Apa yang Harus Dilakukan?

Faktanya, sebuah studi tahun 2021 tentang dinamika keluarga mengaitkan intimidasi saudara kandung dengan rasa kompetensi, kepuasan hidup, dan harga diri yang lebih rendah pada remaja. Penelitian sebelumnya menemukan bahwa diintimidasi oleh saudara kandung menggandakan risiko depresi dan menyakiti diri sendiri di awal masa dewasa.

Meskipun kita cenderung tidak menganggap pertengkaran dan penghinaan antara saudara kandung sebagai intimidasi, kenyataannya hal itu bisa terasa seperti itu bagi seorang anak. Jadi, apa yang dapat dilakukan orang tua untuk membantu memastikan bahwa sibling rivalry bermanfaat dan tidak berisiko? Berikut beberapa tips dari Harvard Health Publishing.

Ilustrasi: persaingan antar saudara (sumber: henryford.com)

Ilustrasi: persaingan antar saudara (sumber: henryford.com)

Tips Menangani Persaingan antar Saudara

  • Jangan bandingkan anak satu dengan yang lain. Setiap anak berbeda. Meskipun perbandingan itu wajar dan tak terhindarkan, berhati-hatilah untuk tidak membandingkan dengan cara yang membuat satu anak tampak lebih baik dari yang lain.
  • Waspadai bias Anda. Sangat normal dan dapat dimengerti bahwa orang tua mungkin sangat bangga dengan satu anak atau kadang-kadang sulit menemukan keunggulan anak yang lain. Namun sadarilah itu, dan berhati-hatilah dengan apa yang Anda katakan dan lakukan. Sebisa mungkin, cobalah untuk menunjukkan perhatian Anda melalui tindakan bahwa Anda mencintai dan menghargai semua anak Anda dengan adil.
  • Waspadai bagaimana peristiwa kehidupan dan tahapan yang dapat memengaruhi saudara kandung. Bahkan momen yang membahagiakan, seperti bayi yang baru lahir atau memenangkan penghargaan, bisa terasa sulit atau buruk bagi saudara laki-laki atau perempuan. Bukan berarti Anda tidak boleh merayakan acara bahagia itu, tetapi saudara atau saudari itu mungkin membutuhkan sedikit cinta ekstra.
  • Bimbing anak dengan menghormati privasinya. Meskipun wajar jika seorang kakak menginginkan privasi dan ditinggal sendirian oleh adiknya, keduanya mungkin membutuhkan bimbingan dari orang tua untuk menghindari perasaan sakit hati.
  • Motivasi anak untuk menemukan dan mengikuti minat mereka sendiri. Hanya karena satu anak atau orang tua suka melakukan sesuatu, tidak berarti orang lain dalam keluarga akan melakukannya.
  • Habiskan waktu dengan setiap anak secara teratur dan melakukan sesuatu yang mereka sukai. Setiap anak harus merasa bahwa mereka adalah prioritas dan Anda menghargai minat mereka. Jika Anda perlu menghabiskan lebih banyak waktu dengan salah satu anak Anda karena alasan tertentu, seperti masalah medis atau emosional, bicarakan dengan anak Anda yang lain tentang hal itu. Jangan berasumsi bahwa mereka tahu atau mengerti mengapa Anda menghabiskan lebih banyak waktu dengan saudara mereka.
  • Habiskan waktu bersama sebagai keluarga. Lakukan sesuatu seperti malam piknik keluarga atau jalan-jalan bersama.
  • Miliki aturan dasar tentang bagaimana orang-orang diperlakukan dalam keluarga Anda. Setiap orang berhak mendapatkan rasa hormat dan kebaikan, terutama anggota keluarga Anda. Tidak apa-apa untuk tidak setuju atau bahkan bertengkar, tetapi tidak baik untuk menjadi jahat. Tetap berpegang pada aturan dasar itu, dan dapatkan konsekuensi jika melanggarnya.
Baca juga:  Walaupun Jarang Ada Merk Yang Tersedia, Bedak Dingin Untuk Bayi Bisa Dibuat Sendiri Di Rumah

Sayangnya, tidak semua orang tua memiliki mental yang kuat menghadapi anak-anaknya yang bersaing dan bertengkar. Jika Anda merasa stres dan depresi dengan sibling rivalry, bicarakan dengan profesional seperti psikolog atau psikiater. Terkadang bantuan dari luar, seperti dari dokter kesehatan perilaku dapat membuat perbedaan dalam menangani masalah keluarga seperti ini.

[1] Putri, Ayu Citra Triana. 2013. Dampak Sibling Rivalry (Persaingan Saudara Kandung) pada Anak Usia Dini (Skripsi). Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*