Apakah Weighted Blanket Mampu Atasi Insomnia?
Insomnia adalah gangguan tidur yang dapat memperburuk pertumbuhan fisik, emosi, kognitif, dan sosial pada orang dewasa.[1] Untung saja sudah ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi gangguan tidur ini dan salah satunya adalah memakai weighted blanket atau selimut berbobot dan biasa dikenal dengan selimut super tebal.
Insomnia Masalah Umum Bagi Orang Dewasa
Dilansir dari Harvard Health Publishing, sekitar 10% orang dewasa di Amerika Serikat menderita insomnia. Ini ditandai dengan sulit tidur dan bangun terlalu dini selama tiga bulan atau lebih. Bertentangan dengan pemikiran bahwa insomnia bisa sembuh sendiri, bukti menunjukkan bahwa insomnia tidak bisa dihentikan jika tidak diobati. Sebuah penelitian memaparkan, 37,5% pasien insomnia mengalami gangguan tidur ini selama lima tahun.
Mungkin intervensi non-farmakologis yang paling umum untuk mengobati insomnia adalah kebersihan tidur (sleep hygiene). Ini menggambarkan serangkaian kebiasaan tidur yang baik untuk dilakukan, seperti menjaga kamar tidur supaya tetap tenang di malam hari dan menghindari pemakaian perangkat elektronik sebelum tidur. Sayangnya, kebersihan tidur bukanlah pengobatan yang sangat efektif untuk insomnia, apalagi jika insomnia yang diidap terkait dengan kesehatan mental.
Diketahui, insomnia merupakan masalah umum bagi orang dengan gangguan kejiwaan, mungkin karena neurobiologi yang tumpang tindih. Misalnya, orang yang depresi diklaim memiliki risiko tinggi mengalami insomnia dibandingkan orang yang normal. Hal ini juga yang membuat obat penenang untuk depresi dapat membuat orang dengan gangguan tersebut untuk mengontrol gejala insomnianya.
Sementara obat-obatan antidepresan terbilang mahal, beberapa orang lebih memilih mencari alternatif untuk menghilangkan insomnia dengan metode non-farmakologis. Salah satu cara yang konon ampuh untuk mengembalikan kualitas dan kuantitas tidur adalah menggunakan weighted blanket.
Weighted Blanket Hanya untuk Orang Dewasa
Sekelompok tim peneliti di Institut Karolinska Stockholm, Swedia melakukan penelitian untuk menentukan apakah weighted blanket dapat memperbaiki gejala insomnia dengan pembanding selimut plastik yang ringan. Mereka merekrut pasien rawat jalan dengan gejala insomnia tinggi yang dirawat karena gangguan depresi mayor, gangguan bipolar, gangguan kecemasan umum, dan Attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD).
Secara acak, peserta diberikan selimut berbobot dan selimut ringan yang dijahit dengan bentuk dan ukuran yang sama. Pada sekelompok orang yang mendapatkan selimut berbobot, mereka akan mendapatkan selimut seberat 17,6 pon. Jika ini terlalu berat, selimut akan diganti dengan yang beratnya 13,2 pon. Selama empat minggu, penilaian dan survei berlangsung dengan metode astograph. Saat pasien tidur, kualitas tidurnya akan dilacak menggunakan actigraph dan dibandingkan dengan jumlah waktu yang dihabiskan untuk bangun setelah tertidur untuk mengetahui hasilnya
Peserta yang menggunakan selimut berbobot melaporkan, keparahan gejala insomnia mereka berangsur turun, sedangkan kelompok yang menggunakan selimut ringan tidak mengalami efek apa pun. Gejala depresi dan gejala kecemasan juga menurun dan menjadi lebih baik pada pengguna selimut berat. Temuan sekunder ini konsisten dengan penelitian lain yang menunjukkan bahwa intervensi yang dirancang untuk mengobati insomnia dapat memiliki dampak yang baik untuk kesehatan mental.
Jika pada orang dewasa membuahkan hasil yang cukup baik, penelitian lain yang dilakukan pada anak-anak justru mengalami kegagalan. Selimut berbobot tampaknya tidak mengubah atau memengaruhi kualitas dan kuantitas tidur anak-anak yang diukur menggunakan actigraph. Sementara hasil studi tersebut cukup menarik, tampaknya masih diperlukan uji coba lebih lanjut, mengingat kegagalan yang terjadi pada uji coba lanjutan.
Penting untuk diketahui, bahwa ada efek plasebo terkait dengan sugesti dan rasa percaya terhadap manfaat weighted blanket yang mungkin saja bisa Anda rasakan. Jika Anda memiliki rasa kepercayaan yang tinggi hingga memengaruhi alam bawah sadar Anda terhadap manfaat selimut super tebal, maka ini bisa memberikan dampak positif bagi Anda saat tidur. Sugesti seperti ini bisa sangat membantu jika Anda ingin terlepas dari gejala insomnia.
Sebagai tambahan, tampaknya selimut berbobot hanya disarankan untuk orang dewasa dan bukan anak-anak. Selain tidak membuahkan hasil yang bagus, selimut seperti ini cukup berat dan berisiko membuat mereka sulit bernapas serta kepanasan. Diketahui, produk seperti ini sangat tidak cocok untuk anak yang usianya di bawah delapan tahun, kecuali jika direkomendasikan oleh terapis.
Tak hanya itu, pada anak dengan kondisi kesehatan buruk dan memiliki penyakit pernapasan, weighted blanket merupakan musuh yang harus dihindari. Selimut super tebal ini mampu memicu gejala sesak napas, radang paru-paru, dan gangguan dinding dada neuromuskular.
[1] Nurdin, Muhammad Akbar, Andi Arsunan Arsin, Ridwan M. Thaha. 2018. Kualitas Hidup Penderita Insomnia pada Mahasiswa. Jurnal MKMI Universitas Hasanuddin, Vol. 14(2): 128-138.


Leave a comment