Yuk, Intip Tips Memberi MPASI! Bayi Dijamin Tidak Mogok Makan
ASI dapat diberikan pada anak usia 0-2 tahun dan diselingi dengan pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) saat bayi menginjak usia 6 bulan.[1] Namun, masih banyak ibu muda yang awam mengenai pemberian MPASI. Kesalahan dalam memberikan MPASI pada bayi, bisa berisiko mogok makan dan malnutrisi. Untuk itu, sebaiknya Anda mencoba tips memberi MPASI bayi yang mudah dan praktis.
Jika Anda memiliki bayi yang mendekati usia 6 bulan, Anda mungkin sudah mempertimbangkan makanan padat apa yang cocok dijadikan makanan MPASI pertama si kecil. Pihak HuffPost telah berdiskusi dengan para ahli nutrisi untuk mengetahui tips yang tepat dalam memberikan MPASI pada bayi, seperti berikut.
Tips MPASI Bayi
Perkenalkan Makanan Padat Sebelum Bayi Berusia 6 bulan
Tidak peduli bagaimana Anda memperkenalkan makanan padat, Anda harus memulainya pada usia 6 bulan. Ini sangat penting untuk tumbuh kembang bayi.
“Dari sudut pandang nutrisi, semua kebutuhan bayi dapat dipenuhi dalam enam bulan pertama dengan ASI, susu formula, atau keduanya,” kata Kacie Barnes, ahli gizi sekaligus owner Mama Knows Nutrition. “Tetapi menginjak usia hampir 6 bulan, pertumbuhan dan perkembangan bayi sangat cepat, sehingga anak membutuhkan lebih banyak kalori dan nutrisi daripada yang bisa mereka dapatkan dari ASI saja.”
Biasakan Bayi Menyentuh Makanannya
Jangan hanya menyuapi MPASI, tetapi juga membiarkan mereka menyentuh makanannya. Ini berlaku khusus untuk makanan padat atau snack bayi. Selain itu, biarkan bayi setidaknya menyentuh alat makan mereka untuk menunjang perkembangan saraf dan otak secara menyeluruh.
“Biarkan bayi menyentuh makanannya, ini membantu mereka mengasah keterampilan motorik taktil mereka,” kata Molly Beitman, ahli diet klinis di Nemours Children’s Hospital. “Di sisi lain, MPASI pertama mereka akan mendukung lapisan usus untuk menyerap nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh,”
Sesekali Berikan Makanan Instan untuk MPASI
Makanan bayi tidak harus rumit untuk dibuat dan disajikan. Anda tidak perlu repot membuat bubur nasi yang dihaluskan dan dicampur dengan daging, kuah kaldu, serta potongan sayur untuk MPASI. Hal ini karena sudah tersedia makanan instan khusus MPASI yang bergizi dan aman untuk bayi.
“Makanan bayi kemasan adalah cara yang nyaman, terjangkau, dan aman untuk MPASI pertama bayi yang sedang tumbuh dan berkembang,” kata Beitman. “MPASI instan dibuat di lingkungan standar yang aman untuk dimakan bayi.”
Jangan Langsung Menyuapkan MPASI ke Mulut Bayi
Menemukan merek MPASI yang cocok untuk bayi memerlukan pertimbangan seputar preferensi bahan, cara mengolah, kandungan gizi, dan pengemasan. Sementara kemasan makanan bayi beragam, para ahli memperingatkan agar Anda tidak langsung menyuapkan makanan bayi langsung dari tempatnya, khususnya untuk makanan berkuah yang benar-benar instan.
“Jangan memberi makan langsung dari kemasannya,” kata ahli diet Sarah Almond Bushell. “Bayi perlu melihat makanan mereka untuk belajar tentang makanan, dan jika mereka tidak melihatnya, mereka bisa kehilangan salah satu dari 32 langkah sensorik penting yang diperlukan untuk belajar makan. Demikian juga, mereka harus dapat berinteraksi dengan makanan, yang berarti memasukkan tangan mereka ke dalamnya, meskipun itu akan berantakan.”
Pilih MPASI dengan Kandungan Terpenting
Untuk segala jenis MPASI, baik instan maupun membuat sendiri, harus mengandung zat gizi utama untuk mendukung tumbuh kembang bayi. Para ahli menyarankan untuk memberikan MPASI yang mengandung zat besi, lemak, DHA, dan serat kepada bayi.
“Makanan bayi seringkali rendah zat besi, padahal ini adalah nutrisi penting, karena pada usia 6 bulan, persediaan zat besi mereka telah habis,” kata Bushell. “Persoalannya, makanan kaya zat besi adalah bahan yang mahal, sehingga produsen MPASI mengurangi kadarnya dalam produk mereka. Untuk itu, Anda perlu menambahkan daging merah, telur, ikan, dan lentil pada MPASI instan yang Anda beli.”
Pilih Variasi Rasa yang Baik
Tak hanya kandungan nutrisi dan bahan yang penting dalam memilih MPASI, tetapi juga rasa. Ini akan membuat bayi tidak bosan dan mogok makan. Anda harus pandai mengatur variasi rasa setiap MPASI, mulai dari pahit, asin, asam, hingga manis.
“Variasi rasa sangat penting dalam MPASI,” kata Ahli Gizi Jennifer Anderson, pendiri Kids Eat in Color. “Semakin banyak variasi rasa, tekstur, dan bau, bayi akan terlatih untuk merasakan banyak rasa, sehingga tidak bosan. Ini juga yang membuat mereka tidak menjadi picky eater saat dewasa.
[1] Lestiarini, Santi & Yuly Sulistyorini. 2020. Perilaku Ibu pada Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) di Kelurahan Pegirian. Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Universitas Airlangga, Vol. 8(1): 1-11.


Leave a comment