Cara Mengolah dan Manfaat Biji Ketapang, Ternyata Bisa untuk Bumbu Masak!

Ketapang (sumber: rasicour.com) Ketapang (sumber: rasicour.com)

Ketapang (Terminalia catappa) adalah nama sejenis pohon yang rindang, tumbuh dan membentuk tajuk indah bertingkat-tingkat. Ketapang kerap dijadikan pohon peneduh di taman-taman dan tepi jalan. Pohon ini memiliki struktur batang yang bisa mencapai ketinggian 30 meter, daun yang lebar, dan menghasilkan buah dan biji yang bermanfaat.

Biji ketapang adalah biji dari buah ketapang, berbentuk seperti biji bunga matahari atau kuaci tetapi agak cembung. Biji ketapang merupakan bagian dari tanaman ketapang yang belum banyak dimanfaatkan. Biji ketapang dapat dimakan mentah atau dimasak, konon lebih enak dari biji kenari, dan digunakan sebagai pengganti biji amandel (almond) dalam kue-kue. Inti bijinya yang kering jemur menghasilkan minyak berwarna kuning hingga setengah dari bobot semula.[1]

Berdasarkan beberapa informasi buah ketapang ini memang sudah dimanfaatkan kulitnya sebagai briket, sedangkan bijinya telah dimanfaatkan sebagai beberapa produk industri seperti tepung, selai, kecap dan sumber minyak nabati tetapi belum maksimal terutama di Indonesia.

Berdasarkan Analisis proksimat pada biji ketapang mengandung 4,13% air,23,78% protein, 4,27% abu, 4.94% serat, 51.80% lemak, 16.02% karbohidrat dan 548,78 Kkal Kalori. Dan ditemukan beberapa mineral yang baik seperti Kalium (9280 ±0.14mg/100g) yang tinggi, diikuti dalam urutan dengan Kalsium (827,20±2.18mg/100g), Magnesium (798,6 ±0.32mg/100g), dan Sodium (27,89±0.42mg/100g).[2]

Baca juga:  Sajian Segar Untuk Berbuka, Inilah Resep Manisan Kolang-Kaling Fanta

Pemanfaatan biji ketapang masih minim karenamasyarakat belum mengetahui biji ketapang memiliki gizi yang tinggi, sehingga selama ini biji ketapang hanya menjadi sampah organik. Biji ketapang memiliki rasa yang gurih dan kandungan gizinya tinggi.[3]

Manfaat Biji Ketapang

Biji ketapang mengandung minyak. Biji ketapang berkhasiat sebagai pencahar dan pelancar ASI.[4] Orang Betawi banyak memakai biji ini sebagai pengganti rasa gurih kemiri atau kacang, karena menambah rasa gurih legit pada hidangan berkuah.[5]

Biji ketapang (sumber: tinmoi.vn)

Biji ketapang (sumber: tinmoi.vn)

Selain itu, dilansir dari Mediasulsel, biji ketapang kaya akan kandungan vitamin E yang baik untuk tubuh, misalnya untuk meningkatkan kesuburan, menjaga kesehatan dan elastisitas kulit, serta mencegah terjadinya penuaan dini. Biji ketapang pun disebut-sebut mempunyai sifat afrodisiak, yakni zat kimia yang diyakini bisa merangsang daya seksualitas.

Baca juga:  Apa Vitamin Prenatal yang Bagus untuk Ibu Hamil dan Bayi?

Manfaat lain yang bisa Anda peroleh dari mengonsumsi biji ketapang adalah menurunkan risiko terjadinya serangan jantung, mengurangi risiko stroke, mencegah penyakit hipertensi dengan cara melebarkan dan melancarkan pembuluh darah, sekaligus membantu menurunkan berat badan.

Cara Mengolah & Menggunakan Biji Ketapang

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, biji ketapang bisa digunakan sebagai bumbu masakan layaknya kemiri. Caranya pun mudah, memarkan buah ketapang yang sudah tua, ambil bijinya lalu haluskan bersama bumbu lain. Untuk penyimpanan, jemur biji hingga agak kering lalu simpan dalam wadah tertutup.[6]

Selain itu, biji ketapang pun sebenarnya bisa dimakan dalam kondisi mentah atau dimasak terlebih dahulu. Untuk mengonsumsinya dalam kondisi mentah, Anda cukup mengambil buah ketapang, kemudian ambil bagian bijinya, bersihkan, dan makan begitu saja sebagai camilan. Di beberapa tempat biasanya biji ketapang berguguran di jalanan dan dianggap sebagai limbah. Jadi, Anda bisa mendapatkannya secara gratis di jalanan yang ditumbuhi pohon ketapang.

Namun, jika Anda ingin memasaknya terlebih dahulu, maka cara mengolah biji ketapang bisa dengan cara disangrai dan dibumbui layaknya memasak kacang tanah biasa. Tak hanya untuk dikonsumsi sebagai makanan, biji ketapang pun dapat diolah lebih lanjut menjadi bahan alternatif pengganti kedelai dalam pembuatan tempe atau tahu. Menarik kan?

Baca juga:  Pedoman Baru Berolahraga, Apakah Berpengaruh Terhadap Anda?

[1] Budi, AC. 2016. Pemanfaatan Biji Ketapang (Terminalia catappa)Sebagai Bahan Dasar Tahu Dengan Substitusi Kacang Kedelai Dan Bahan Penggumpal Asam Cuka Dan Batu Tahu Untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan [Skripsi]. Semarang (ID): Universitas Negeri Semarang.

[2] Rohayati, M. 2015. Pemanfaatan Biji Ketapang Sebagai Bahan Alternatif Pembuatan Tahu Dengan Lama Perendaman Dan Koagulan Yang Berbeda. Surakarta (ID): Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[3] Darmawan, E. 2016. Pemanfaatan Biji Ketapang (Terminalia catappa) Sebagai Sumber Protein Dan Serat Pada Produk Makanan Stik. Agrotech. 1(1): 27-33.

[4]Sari, W dkk. 2008. Care Your self: Hepatitis. Depok: Penebar Plus, hlm 87.

[5] Rachmawati, E dkk. 2021. Ilmu Dan Teknologi Boga Dasar. Yogyakarta: Deepublish, hlm 106.

[6]Rachmawati, E dkk. Op, cit.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*