Dosis, Aturan Minum, dan Manfaat Glucosamine & Chondroitin untuk Sendi

Ilustrasi: nyeri sendi lutut (sumber: drbillhefley.com) Ilustrasi: nyeri sendi lutut (sumber: drbillhefley.com)

Nyeri pada persendian memang bisa begitu mengganggu aktivitas sehari-hari. Keluhan yang kerap dialami orang dewasa berusia lanjut ini bisa terjadi pada siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan. Pengobatan yang dianjurkan untuk meringankan rasa sakitnya biasanya adalah suplemen yang mengandung glucosamine dan chondroitin. Suplemen dengan kandungan tersebut perlu dikonsumsi dengan aturan minum tertentu agar pasien bisa merasakan manfaat yang maksimal.

Apa Itu Glucosamine dan Chondroitin?

Glukosamin merupakan gula amino dan prekursor penting dalam sintesis biokimia protein, glikosilasi dan lipid. Dalam industri, glukosamin diproduksi secara komersial oleh hidrolisis eksoskeleton krustasea atau melalui fermentasi dari biji-bijian seperti jagung atau gandum.

Glukosamin pertama kali ditemukan pada tahun 1876 oleh Georg Ledderhose melalui hidrolisis kitin dengan asam klorida pekat. Stereokimia ini tidak sepenuhnya didefinisikan sebelum disempurnakan oleh Walter Haworth 1939. D-Glukosamin dibuat secara alami dalam bentuk glukosamin-6-fosfat, dan merupakan prekursor biokimia dari semua yang mengandung nitrogen gula secara khusus, glukosamin-6-fosfat disintesis dari fruktosa 6-fosfat dan glutamin oleh deaminase glukosamin-6-fosfat sebagai langkah pertama dari jalur biosintesis hexosamine. Pada produk akhir dari jalur ini dihasilkan uridin difosfat N-asetilgluko-samin (UDPGlcNAc), yang kemudian digunakan untuk membuat glikosaminoglikan, proteoglikan, dan glikolipid.

Baca juga:  5 Kursus yang Bermanfaat Buat Calon Ibu, Patut Dicoba!

Berdasarkan fungsionalnya persendian, glukosamin adalah zat yang secara alami memperbaiki tulang rawan. Mekanisme kerja glukosamin menghambat sintetis glikosaminoglikan dan mencegah destruksi tulang rawan. Glukosamin merangsang sel-sel tulang rawan untuk pembentukan proteoglikan dan kolagen yang merupakan protein esensial untuk memperbaiki fungsi persendian.[1]

Glucosamine sulphate, baik digunakan tunggal maupun kombinasi dengan chondroitin sulphate menunjukkan perbaikan bermakna pada regenerasi tulang rawan.Sementara itu, chondroitin sulfate (CS) merupakan glikosaminoglikan tersulfatasi yang biasa ditemukan terikat pada protein sebagai bagian dari proteoglikan. CS yang tersedia di pasaran umumnya berasal dari trachea sapi, tulang rawanhiu atau sumber lain, dengan kemurnian, berat molekul, derajat sulfotasi yang bervariasi.

Saat ini masih terjadi kontroversi terkait penggunaan glukosamin dan chondroitin, baik tunggal maupun kombinasinya, untuk terapi OA (Osteoarthritis). Pasien masih menggunakan suplemen ini sebagai terapi komplementer untuk mengatasi gejala yang terkait dengan OA. Walaupun beberapa publikasi melaporkan bahwa senyawa-senyawa ini tidak punya efek dalam mengatasi nyeri dan memodifikasi penyakit, namun masih cukup potensial untuk digunakan.

Baca juga:  6 Cara Mengatasi Nyeri dan Kram Saat Menstruasi/Haid dengan Mudah dan Sederhana

Pertama, dari semua studi yang sudah dilakukan tidak muncul efek samping yang signifikan akibat pemakaian glukosamin maupun chondroitin. Kedua, tidak teramatinya efikasi pada beberapa studi disebabkan karena dosis yang digunakan terlalu rendah. Ketiga, testimoni pasien dan case report tentang efikasi kedua suplemen ini sangat tinggi.[2]

Ilustrasi: tablet suplemen (sumber: healthline)

Ilustrasi: tablet suplemen (sumber: healthline)

Manfaat Glucosamine dan Chondroitin

Dilansir dari Hellosehat, suplemen yang mengandung glucosamine diklaim bermanfaat untuk mengatasi beberapa kondisi, seperti peradangan, kerusakan pada tulang rawan, atau penyakit yang timbul karena hilangnya tulang rawan seperti osteoarthritis.

Tak jauh berbeda dari glucosamine, chondroitin juga berfungsi untuk mengatasi kondisi nyeri sendi seperti arthritis. Zat ini dipakai sebagai antithrombotic, agen terapi extravasasi, dan sebagai pengobatan untuk penyakit jantung iskemik dan hiperlipidemia. Beberapa orang mengonsumsi chondroitin untuk penyakit jantung, osteoporosis, dan kolesterol tinggi.

Sementara itu, jenis chondroitin sulfat dan tambahan zat besi digunakan untuk mengatasi anemia kekurangan zat besi. Beberapa pasien dengan arthritis menggunakan chondroitin salep atau krim kulit yang mengandung chondroitin sulfat untuk mengatasi rasa sakit, yang dikombinasikan dengan glucosamine sulfate, tulang rawan, dan camphor.

Baca juga:  Jangan Resah, Ini Cara Melembutkan Telapak Tangan yang Kasar dan Kapalan

Dosis &Aturan Minum Glucosamine dan Chondroitin

  • Dosis glucosamine oral (obat minum) untuk dewasa dengan osteoarthritis adalah 1500 miligram (mg) diminum sekali sehari atau 500 mg diminum tiga kali sehari.
  • Dosis glucosamine bisa diminum sendiri atau digunakan bersama dengan 400 mg chondroitin sulfate sebanyak 2-3 kali sehari, dan dapat digunakan selama 3 tahun.
  • Dosis glucosamine sulfate bisa diminum sebanyak 750 mg sebanyak dua kali sehari. Dosis ini diminum bersama dengan ekstrak akar kunyit 500 mg diminum dua kali sehari dan digunakan selama 6 minggu.
  • Chondroitin bisa diminum dengan dosis 200-400 mg 2-3 kali setiap hari atau 1.000-1.200 mg sekali setiap hari.

Apabila Anda ingin mengetahui dosis dan aturan minum glucosamine & kondroitin yang tepat, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

[1] Utami, P dkk. 2012. Peran Glukosamin Pada Osteoartritis. Jurnal Biomedik. 4(3): 29-34.

[2] Herowati, R. 2014. Obat Dan Suplemen Untuk Osteoarthritis. Pharmacy. 11(1): 40-48.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*