Bagaimana Cara agar Foto Anak Tidak Tersebar di Media Sosial?
Mengunggah foto anak ke media sosial mungkin telah menjadi hal yang lazim. Namun, faktanya tak sedikit bahaya yang bisa terjadi setelah orang tua mengunggah foto anak-anak mereka ke media sosial, bahkan di Indonesia sudah ada kasus jual bayi lewat Instagram.[1] Lalu, bagaimana cara agar foto anak tidak tersebar di media sosial?
Jangan Asal Posting Foto Anak di Media Sosial
Ada beberapa alasan mengapa orang tua memutuskan melindungi privasi digital anak mereka. Mereka mungkin menginginkan anak mereka untuk mengontrol distribusi gambar mereka sendiri ketika dewasa. Orang tua mungkin juga memiliki kekhawatiran tentang potensi rasa malu di masa depan jika gambar anak mereka dapat dicari oleh teman sebaya atau bahkan petugas penerimaan perguruan tinggi dan pemberi kerja.
“Memposting foto anak-anak secara online juga menciptakan jejak digital yang membentuk identitas mereka di dunia online yang belum mereka pilih untuk dimasuki,” kata Erin Wilkey Oh, direktur Common Sense Media, kepada HuffPost.
Orang tua yang terlibat dalam perebutan hak asuh, mungkin juga memiliki kepentingan menjaga citra anak mereka secara offline. Terakhir, orang tua mungkin ingin mencegah perusahaan mengumpulkan informasi tentang anak mereka di dunia maya.
“Foto-foto yang dibagikan dapat dengan mudah dijadikan data untuk menelisik identitas orang tua dan disalahgunakan,” kata Mark Bartholomew, seorang profesor di University at Buffalo School of Law.
Pamela Rutledge, direktur Pusat Penelitian Psikologi Media menambahkan, sebaiknya Anda menghindari memposting foto anak, apalagi full bodi. Memposting gambar secara online tidak bebas risiko dan bisa meningkatkan kemungkinan intimidasi, menguntit, dan penculikan.
Cara Meminta Keluarga Tidak Posting Foto Anak
Terkadang, meskipun kita sudah berhati-hati agar foto anak hanya menjadi konsumsi orang tua, masih saja ada kerabat yang ingin memposting foto anak. Ini menjadi hal yang lumrah di Indonesia. Apalagi ketika ada anak saudara yang baru lahiran, maka hampir semua keluarga ingin berfoto dengan si kecil yang baru lahir.
Mungkin terasa tidak nyaman untuk mengajukan permintaan supaya tidak ada keluarga yang menyebar foto Anak Anda. Tak jarang, ada anggota keluarga atau teman yang mengungkapkan rasa kecewa karena ingin memposting fotonya dengan anak Anda di media sosial.
Untuk itu, Wilkey Oh menyarankan Anda mengatakan sesuatu yang lebih sopan seperti, ‘Kami telah memutuskan untuk tidak membagikan foto anak kami di media sosial, dan kami meminta teman dan keluarga untuk melakukan hal yang sama.’ Ucapkan kalimat ini dengan nada rendah, supaya tidak ada orang yang tersakiti dan bisa toleransi terhadap keputusan Anda.
“Cara paling efektif untuk menyuarakan pendapat yang berimplikasi pada perilaku orang lain adalah dengan mengakuinya,” kata Wilkey Oh. “Pastikan juga mereka memang menghargai keputusan Anda dengan melihat akun media sosial mereka.”
Awali Permintaan pada Orang Terdekat
“Karena memposting foto anak-anak sangat umum di media sosial, banyak orang tidak berpikir dua kali untuk melakukannya,” kata Wilkey Oh. “Sebaiknya, Anda meminta untuk tidak menyebar foto anak pada orang yang paling dekat dulu, terutama dengan anak, seperti nenek, kakek, dan pengasuh.”
Jika Anda baru saja menyambut anak pertama Anda, Anda dapat mengirim teks grup atau memposting pesan di akun media sosial Anda yang mengatakan, ‘Kami telah memutuskan untuk tidak memasang foto anak kami di media sosial untuk melindungi privasi mereka dan sampai mereka cukup dewasa untuk menyetujuinya.’ Cara ini dinilai lebih praktis dan efisien di zaman modern saat ini.
Namun, jika Anda telah membagikan foto anak Anda di masa lalu tetapi telah memutuskan untuk berhenti melakukannya, Anda harus memberi tahu keluarga dan teman sebelum berkumpul atau pada saat pengambilan foto. Ini sangat penting untuk menghentikan penyebaran foto anak Anda.
Anda juga dapat mengingatkan mereka yang ingin memposting foto anak Anda bahwa kekhawatiran Anda tidak bersifat pribadi bagi mereka, tetapi dengan dunia digital. Tegaskan juga bahwa ini sangat penting untuk kebaikan anak Anda di masa depan.
“Memberitahu orang lain bahwa Anda ingin mencoba menjauhkan anak-anak Anda dari jaring digital sampai mereka dewasa harus menjadi pembenaran yang cukup meyakinkan,” kata Wilkey Oh. “Kadang ada orang yang menerima permintaan hanya dengan sekali ucapan, tetapi banyak juga yang harus diingatkan berkali-kali.”
[1] Febrina, Annisa. 2019. Motif Orang Tua Mengunggah Foto Anak di Instagram (Studi Fenomenologi Terhadap Orang Tua di Jabodetabek). Jurnal Universitas Pembangunan Panca Budi, Vol. 2(1): 55-65.


Leave a comment