Target Kecil yang Harus Dicapai Anak untuk Berkembang di Usia Dini

Ilustrasi: ibu dan anak-anak (sumber: firstcry) Ilustrasi: ibu dan anak-anak (sumber: firstcry)

Baik usia bayi, batita (bayi di bawah tiga tahun), anak usia TK (4-6 tahun), hingga usia SD awal (7-10 tahun), dikelompokkan dalam kategori anak usia dini yang mengalami masa perkembangan pesat.[1] Namun, tidak semua anak menunjukkan target atau standar perkembangan yang sama di usianya. Untuk itu, ketahui target kecil yang harus dicapai anak saat usia dini supaya Anda bisa mengetahui apakah Anak Anda sudah berkembang dengan baik atau belum.

Target Perkembangan Bayi (0-1 tahun)

Menunjukkan Perhatian Visual

“Perhatian visual adalah tonggak perkembangan awal yang sangat penting yang lebih sulit diukur secara konkret,” kata Lauren C. Shuffrey, seorang ahli saraf perkembangan. “Saat lahir, bayi sudah memiliki kemampuan untuk membedakan berbagai jenis objek secara visual, seperti wajah manusia, dan keterampilan ini terus berkembang seiring waktu.”

Perhatian visual terhadap rangsangan sosial atau non sosial di lingkungan kehidupan awal membantu membentuk keterampilan dasar yang lebih kompleks di kemudian hari. Itu seperti komunikasi sosial dan cara memperhatikan orang lain.

Menjatuhkan Barang-Barang

Mungkin tampak menjengkelkan ketika si kecil menjatuhkan mainannya setiap kali Anda menyerahkannya kepada mereka. Namun, Rachel Robertson, wakil presiden pendidikan di Bright Horizons, mengatakan ini adalah tanda bahwa anak Anda sudah mulai berkembang.

“Balita adalah ilmuwan yang sangat hebat,” kata Robertson. “Mereka mengeksplorasi banyak sebab dan akibat, seperti apa yang terjadi ketika dia menjatuhkan sendok sekali, dua kali, hingga 10 kali. Itu juga membantu perkembangan otot serta saraf mereka. ”

Baca juga:  Waspadai Hal Ini Pada Saat Kehamilan Tiga Bulan

Membentuk Rasa Nyaman

“Apakah bayi Anda berusia sekitar lima bulan menjadi kurang nyaman digendong dan sedikit lebih lengket?” tanya Noel McDermott, seorang psikoterapis. “Itu adalah tanda bahwa bayi Anda sedang membentuk rasa nyaman dengan cara yang sehat dengan pengasuh utamanya. Ini mampu meningkatkan perkembangan lobus frontal neurologis yang penting dalam bidang bahasa, sosial, pemikiran, dan pengambilan keputusan eksekutif.”

Main Ciluk Ba Sambil Tersenyum

“Cukup dengan permainan sederhana ciluk ba, Anda mampu mengetahui apakah si kecil berkembang dengan baik di usia bayi atau tidak,” jelas Kristene Geering, direktur konten di Parent Lab. “Jika si kecil meresponsnya dengan senyuman, tandanya dia sudah berkembang dan mampu berekspresi dengan baik.”

Ilustrasi: bayi usia 0 - 6 bulan (sumber: unsplash)

Ilustrasi: bayi usia 0 – 6 bulan (sumber: unsplash)

Target Perkembangan Balita (1-3 tahun)

Terlibat dalam Permainan Imajinatif

“Anak Anda akan mulai bermain sendiri, dan di ruang bermain mereka, objek permainan dapat berubah sesuai imajinasinya,” kata McDermott. “Pensil bisa menjadi roket. Sebuah mobil mainan bisa menjadi kapal selam. Itu tandanya, anak Anda sedang mengembangkan literasi mereka. Kemampuan untuk mengubah dan mempertahankan transformasi secara imajinatif dalam narasi internal yang kreatif ini adalah keterampilan kognitif yang dibutuhkan untuk membaca di usia berikutnya.”

Baca juga:  Ciri Anak Down Syndrome Ringan & Pengobatan yang Tepat

Tahu Cara Mengantre dan Bergiliran

“Dari usia 1-3 tahun, perkembangan anak dapat mencakup berbagi mainan dengan teman atau saudara kandung, belajar mengantre untuk mendapatkan sesuatu, dan belajar bergiliran saat bermain,” kata Sanam Hafeez, seorang neuropsikolog. “Tonggak ini terwujud lebih awal dari yang diharapkan banyak orang tua, sehingga mereka mungkin tidak menyadari pentingnya hal itu.”

Mengatakan ‘Tidak’

Menurut Robertson, untuk balita, mengatakan ‘tidak!’ berarti mereka telah menemukan kemandirian dan melakukan kontrol atas dirinya sendiri. Ini akan membuat mereka berkembang menjadi pribadi yang kritis dalam mengekspresikan perasaan dan keinginannya.

Mencocokkan Objek

Langkah-langkah kecil yang membangun untuk membaca adalah hal yang harus dibiasakan sejak dini, seperti berimajinasi dan mengenai objek tertentu. Orang tua dapat melihat bahwa anak mereka membuat kemajuan ketika mereka belajar mengenali cara mencocokkan objek.

Mengajukan Pertanyaan ‘Mengapa’

“Ketika anak Anda berusia sekitar 3 tahun, mereka mulai mengajukan pertanyaan ‘mengapa’,” kata John dan Kyle Hattie, penulis buku parenting. “Penting bagi orang tua untuk membantu anak-anak mereka menemukan jawaban atas pertanyaan mereka, karena itu adalah cara si kecil dalam mengembangkan teori tentang dunia di sekitar mereka.”

Menyadari Keinginan untuk Menggunakan Kamar Mandi

“Meskipun orang tua sering menganggap latihan buang air kecil dan besar di kamar mandi sebagai satu hal yang merepotkan, itu sangat penting, terutama di usia 1-3 tahun,” kata Geering. “Latihan ke kamar mandi akan membuat si kecil mampu menyadari bahwa sudah saatnya mereka tidak memakai popok lagi.”

Ilustrasi: balita usia 1 - 3 tahun (sumber: lovevery.com)

Ilustrasi: balita usia 1 – 3 tahun (sumber: lovevery.com)

Tak hanya perlu mengetahui target perkembangan anak balita, Anda juga perlu memahami tanda perkembangan anak di usia 4-10 tahun. Berikut rinciannya.

Baca juga:  Kehidupan Anak Penuh Drama? Pelajari Cara Meningkatkan Ketahanan Mental Remaja

Target Perkembangan Anak (4-10 tahun)

  • Tidak mudah merajuk saat dibawa ke penitipan anak.
  • Terlibat dalam permainan paralel dengan anak lain.
  • Tertawa karena hal yang lucu untuk anak di usianya.
  • Menunjukkan empati.
  • Mengembangkan keterampilan motorik.
  • Sudah bisa membedakan hal benar dan salah.
  • Mengenal dan mampu mengekspresikan emosi.
  • Bisa berlatih berpikir lebih kompleks dan fleksibel.
  • Mampu mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah dengan baik.
  • Mampu mengatasi tantangan baru.

Jika Anda memiliki kekhawatiran serius tentang perkembangan anak Anda terkait dengan tidak ada target perkembangan yang tercapai di usia dini, penting untuk berdiskusi dengan dokter anak. Anda juga bisa mengajak si kecil mengunjungi psikolog anak untuk mengetahui permasalahan mental yang mereka alami.

[1] Purnamasari, Mawarni & Na’imah. 2020. Peran Pendidik dalam Konsep Psikologi Perkembangan  Anak Usia Dini. Jurnal UPMK UIN Sunan Kalijaga, Vol. 4(2): 295-303.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*