Info Lengkap Seputar Jerawat Juvenil: Ciri-Ciri & Cara Mengatasinya

Cara Mengatasi Jerawat Juvenil - www.orchideaspa.co.il Cara Mengatasi Jerawat Juvenil - www.orchideaspa.co.il

Jenis-jenis jerawat memang ada banyak, mulai dari jerawat nitrosica yang bisa menimbulkan lubang atau bopeng di kulit wajah, jerawat papula, komedo yang biasanya muncul di area sekitar hidung, jerawat batu, jerawat vulgaris, hingga jerawat juvenil. Apapun jenis jerawat tersebut, tetap saja akan sangat mengganggu jika bertengger di kulit wajah Anda yang mulus.

Beberapa dari Anda mungkin lebih familiar dengan jenis jerawat seperti jerawat batu yang ukurannya besar dan terasa menyakitkan atau mungkin komedo. Jenis jerawat seperti jerawat juvenil mungkin masih terasa asing di telinga Anda. Padahal hampir sebagian besar orang mungkin pernah mengalami jerawat juvenil.

Jerawat juvenil atau yang dalam Bahasa Inggris dinamakan juvenile acne adalah jerawat yang timbul pada periode pubertas, yakni sekitar umur 14-20 tahun. Jerawat juvenil muncul disebabkan oleh masalah hormonal. Seperti yang sudah sering Anda dengar, saat memasuki masa-masa puber, hormon seseorang masih terus mengalami perubahan dan belum stabil dalam memproduksi sebum atau kelenjar minyak.

Proses terbentuknya jerawat juvenil hampir sama seperti proses pembentukan jerawat pada umumnya. Pada tahap awal, gangguan kelenjar sebum akan menyebabkan kulit wajah seseorang berminyak secara berlebihan. Produksi minyak berlebihan itulah yang memicu terjadi penyumbatan pada folikel rambut atau pori-pori di kulit wajah Anda akibat penumpukan minyak pada kulit. Saat terjadi penyumbatan itu, bateri jerawat, yakni Propionibacterium acnes (P. acnes) akan berkembang-biak dan menimbulkan munculnya jerawat yang sangat mengganggu penampilan.

Baca juga:  Lebih dari Lotion Biasa, Ini Sederet Fungsi dari Hand Cream yang Perlu Anda Ketahui
Jerawat Juvenil - www.jstudentboard.com

Jerawat Juvenil – www.jstudentboard.com

Jerawat juvenil sendiri sebenarnya dikelompokkan dalam kategori jerawat ringan yang tidak terlalu parah. Ciri-ciri jerawat juvenil biasanya memiliki warna merah yang pudar dan ukurannya pun cenderung lebih kecil jika dibandingkan jerawat batu atau lainnya.

Jika Anda saat ini sedang memiliki jerawat juvenil, Anda tak perlu berkecil hati. Sebab Anda ternyata tidak sendiri. Juvenile Acne adalah masalah kulit yang sangat umum dan tersebar luas di kalangan remaja. Menurut penelitian tertentu, masalah jerawat juvenil ini dialami oleh sekitar 85% dari populasi di seluruh dunia. Jadi bisa dibayangkan bukan, berapa banyak orang yang juga sedang berjuang di luar sana karena mengalami masalah yang sama dengan Anda? Namun kabarnya jerawat juvenil lebih rentan dialami oleh kelompok remaja yang berasal dari etnis Kaukasia meski penelitian seputar hal ini masih harus dibuktikan lebih lanjut.

Penyebab Munculnya Jerawat Juvenil

Seperti dilansir prodecopharma.com, pada dasarnya tidak mungkin dapat dijabarkan satu per satu apa penyebab yang mengarah pada permasalahan kulit satu ini, pasalnya ada beberapa faktor yang terlibat. Penyebab utama yang harus ditelusuri tentu saja terkait perubahan hormonal yang terjadi secara fisiologis pada setiap orang selama masa pubertas. Selama fase pubertas tersebut, sejumlah besar hormon androgenous dihasilkan oleh kelenjar adrenal juga oleh organ seksual pria maupun wanita.

Baca juga:  Sedang Marak, Ini Manfaat Tes Genetik (Genetic Testing) untuk Kesehatan

Munculnya zat-zat semacam itu dalam sirkulasi darah disebut-sebut dapat menyebabkan sejumlah perubahan, termasuk pada kulit. Bahkan faktanya, hormon adrogenous bertanggung jawab untuk perubahan folikel vestigial dan pilisebaceous, terutama pada wajah dan area torso tubuh Anda. Pada seseorang yang rentan terhadap gangguan semacam ini, area-area tubuh itulah yang akan menjadi tempat di mana jerawat semacam jerawat juvenil akan berkembang.

Selain faktor-faktor pemicu tersebut, masih ada faktor lain yang juga memperburuk masalah jerawat pada remaja, yakni terkait dengan gaya hidup tertentu yang diadopsi, serta bahan makanan yang dikonsumsi setiap harinya.

Ciri-Ciri Jerawat Juvenil - sorokulya.ru

Ciri-Ciri Jerawat Juvenil – sorokulya.ru

Konsumsi gula yang berlebihan, karbohidrat refinasi, makanan dan protein hewani yang diawetkan, serta penyalahgunaan obat (antibiotik, anti-inflamasi, kontrasepsi, dan sebagainya) menyebabkan ketidakseimbangan flora bakteri fisiologis yang melindungi usus (dysbiosis), kemudian bakteri patogenik dan oportunistik berkembang biak secara tidak proporsional dengan menghasilkan pembusukan dan fermentasi pada tingkat usus, sehingga mendorong timbulnya jerawat.

Tak kalah penting, timbulnya jerawat juvenil juga bisa berasal dari kegelisahan tertentu yang dialami remaja seiring dengan bertambahnya usia mereka, misalnya saja ketakutan untuk tidak diterima di lingkungannya, padatnya aktivitas, atau sebagainya. Seperti yang diketahui, stres merangsang kelenjar-kelenjar adrenal untuk menghasilkan cortisone dan adrenalin (sebagai bentuk respons hormon tubuh terhadap stres), serta androgen yang secara langsung berkaitan dengan jerawat.

Cara Mengatasi Jerawat Juvenil

Untuk mengatasi jerawat juvenil rupanya Anda kurang disarankan untuk mengobati dengan menggunakan obat jerawat atau skincare tertentu. Penyebab hormonal kabarnya tak akan membuat jerawat juvenil bertambah banyak. Oleh sebab itu, Anda justru disarankan merawat kulit dengan mencuci muka dengan sabun cuci muka yang PH-nya seimbang. Perawatan secara alami seperti membuat masker dari buah-buahan di rumah pun diklaim dapat membantu menghilangkan jerawat juvenil.

Baca juga:  Tak Perlu Rebonding atau Smoothing, Cara Alami Ini Bisa Membuat Rambut Lurus Permanen

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, jerawat bukan hanya merupakan konsekuensi dari perubahan hormonal pada remaja, tetapi juga dipengaruhi oleh nutrisi dan gaya hidup. Oleh sebab itu, cobalah untuk menghindari makanan yang mengandung gula sederhana seperti makanan ringan (snack) atau biskuit, cokelat, susu dan produk olahan susu, telur unggas, makanan siap saji, saus siap pakai, minuman pabrikan, bir, karbohidrat refinasi seperti roti putih, pasta, dan sebagainya.

Sementara itu, makanan yang direkomendasikan adalah kacang-kacangan, soy yoghurt, karbohidrat kompleks, ikan laut, makanan dari protein nabati, jus buah-buahan segar yang bebas gula, dan tentunya air. Minumlah setidaknya 2 liter air putih setiap hari di luar jam makan Anda. Anda sebaiknya juga tidak memencet jerawat agar kuman tidak menyebar lebih dalam dan memperburuk infeksi. Hindari juga rambut panjang hingga ke depan wajah karena bisa membuat wajah Anda panas dan lembap yang memicu tumbuhnya jerawat.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*