Jenis-Jenis Eating Disorder pada Anak dan Tanda-Tandanya
Gangguan makan atau eating disorder merupakan kondisi psikiatrik dengan akibat psikologis medis yang serius dan bisa diderita semua orang, termasuk anak-anak.[1] Nah, bagi Anda yang mendapati si kecil mulai berperilaku aneh dengan makanannya, seperti terlalu banyak makan atau mogok makan, Anda perlu waspada. Bisa jadi, itu adalah tanda bahwa anak Anda sedang mengalami eating disorder.
Dilansir dari Harvard Health Publishing, gangguan makan sering terjadi. Faktanya, satu dari tujuh pria dan satu dari lima wanita mengalami gangguan makan pada usia 40 tahun, dan dalam 95% kasus eating disorder tersebut dimulai pada usia 25 tahun. Sementara itu, 5% lainnya adalah kasus eating disorder yang diderita anak-anak hingga remaja. Berikut jenis-jenis eating disorder yang bisa terjadi di kalangan anak dan remaja.
Jenis-Jenis Eating Disorder pada Anak dan Remaja
Anoreksia Nervosa
Anoreksia Nervosa adalah gangguan makan yang ditandai dengan ketakutan berlebihan terhadap kenaikan berat badan. Orang dengan anoreksia nervosa sering melihat diri mereka kelebihan berat badan ketika mereka memiliki berat badan yang ideal, dan bahkan ketika mereka sangat kurus.
Orang dengan anoreksia nervosa akan sangat membatasi apa dan berapa banyak yang mereka makan untuk mengontrol berat badan mereka. Mereka bahkan rela tidak makan seharian demi mendapatkan berat badan sesuai dengan keinginannya. Ini tentunya tidak baik dan berisiko kurang gizi.
Bulimia Nervosa
Kebalikan dari anoreksia nervosa adalah bulimia nervosa. Ini sangat umum pada remaja yang baru puber. Pada penderitanya, mereka tidak membatasi apa yang dimakan. Mereka bebas menentukan pilihan jenis makanan yang dimakan, mulai dari daging yang berlemak, susu cokelat, hingga ikan. Namun, itu semua harus dalam jumlah besar.
Penderita bulimia nervosa akan makan dalam porsi besar untuk membuang kalori lebih besar dengan cara muntah, menggunakan obat pencahar, menelan suplemen diuretik, dan olahraga berlebihan. Tak heran jika para penderita bulimia nervosa juga sering mengalami masalah pencernaan serius.
Binge Eating Disorder
Salah satu eating disorder yang cukup sulit dideteksi jika gejalanya belum parah adalah binge eating disorder. Ini adalah gangguan makan berlebihan mirip dengan bulimia, tetapi secara teratur dan tidak terkendali dalam waktu singkat. Bedanya dengan bulimia, penderita binge eating disorder tidak mengeluarkan apa yang sudah mereka makan.
Gangguan Asupan Makanan Restriktif
Ini adalah eating disorder yang paling umum pada masa kanak-kanak. Penderitanya akan membatasi jumlah atau jenis makanan yang mereka makan, tetapi bukan karena mereka khawatir dengan berat badan mereka. Misalnya, seseorang dengan penyakit radang usus mungkin mengasosiasikan makan dengan rasa sakit dan ketidaknyamanan, sehingga akan menghindari makan.
Anak-anak dengan masalah sensori mungkin merasa bau, tekstur, atau rasa makanan tertentu sangat tidak enak, dan dengan demikian akan menolak untuk memakannya. Namun, ini lebih dari sekadar pilih-pilih makanan atau picky eater, karena dapat menyebabkan kekurangan gizi.
Kebanyakan orang tua biasanya memikirkan tanda anak yang mengalami gangguan makan akan bertubuh kurus atau terlalu gemuk (obesitas), tetapi itu tidak sekadar tentang berat badan. Perilaku makan yang menyebabkan berat badan berubah drastis dan diiringi masalah kesehatan mental juga perlu diperhatikan. Sementara itu, berikut tanda-tanda anak yang terkena eating disorder.
Tanda-Tanda Eating Disorder
- Perubahan pilihan jenis makanan kesukaan.
- Perubahan waktu makan yang sering terjadi.
- Jumlah makanan yang berubah setiap makan.
- Fluktuasi berat badan yang tidak biasa.
- Makan banyak sebagai pelampiasan stres.
- Makan sedikit ketika sedang murung.
- Berolahraga lebih sering daripada biasanya.
- Menghabiskan banyak waktu untuk menimbang badan.
- Sering ke kamar mandi setelah makan.
- Sering mengeluh sakit perut dan tenggorokan.
Jika anak Anda memiliki lebih dari satu tanda di atas, maka Anda harus segera mengecek kesehatannya. Jika anak Anda mengalami gangguan gizi terkait tanda-tanda gangguan makan, sebaiknya Anda segera membawanya ke dokter anak. Setelah itu, Anda juga harus membawanya ke psikolog atau psikiater anak untuk mengetahui penyebab dan jenis eating disorder yang dialami.
Dengan membawa buah hati ke psikiater atau psikolog, Anda juga bisa mengetahui langkah apa yang paling tepat untuk mengatasinya. Setiap gangguan makan mempunyai cara pengobatan atau terapi yang berbeda, tergantung dari penyebab dan tingkat kesehatan pasien.
[1] Krisnani, Hetty, Meilanny Budiarti Santoso, Destin putri. 2017. Gangguan Makan Anorexia Nervosa Dan Bulimia Nervosa Pada Remaja. Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat UNPAD, Vol. 4(3): 390-447.


Leave a comment