Tak Hanya Orang Dewasa, Anak Bisa Memiliki Suicidal Thoughts
Bunuh diri secara umum dipicu oleh adanya suicidal thought atau pemikiran ingin bunuh diri dan ini dapat dikaitkan dengan masalah kesehatan mental. Tak hanya orang dewasa, bahkan anak-anak di usia 9 tahun dan 10 tahun juga berpotensi memiliki pemikiran rasa ingin bunuh diri. Tentunya, suicidal thoughts pada anak ini akan sangat berbahaya, sehingga orang tua wajib memperhatikan kesehatan si kecil supaya tidak melakukan hal-hal yang membahayakan nyawanya.
Kasus Bunuh Diri pada Anak
Perilaku bunuh diri mengacu pada pikiran-pikiran dan perilaku yang terkait dengan intensi individu untuk mengakhiri hidupnya. Sementara itu, ide bunuh diri mengacu pada pikiran untuk menyakiti hingga membunuh diri sendiri.
Untuk memulai aksinya, orang yang ingin bunuh diri biasanya akan melakukan tindakan percobaan bunuh diri terlebih dahulu dan ini adalah sebuah tindakan tidak fatal jika dilakukan dengan maksud self harm (menyakiti diri sendiri).[1] Tindakan self harm bisa berbahaya dan fatal jika pelaku sudah tidak bisa menahan rasa ingin bunuh diri. Tindakan bunuh diri dengan menyakiti diri sendiri ini dikatakan fatal, karena memiliki maksud eksplisit untuk mati.
Dilansir dari Alodokter, bunuh diri tidak hanya menjadi masalah serius di Indonesia, tetapi juga seluruh dunia. Berbagai riser menunjukkan, sekitar 1,5 juta orang di seluruh dunia meninggal karena bunuh diri selama tahun 2020. Sementara itu, di Nusantara, diperkirakan ada 9.000 kasus kematian akibat bunuh diri setiap tahunnya.
Tak hanya orang dewasa yang menjadi korban, ada juga anak-anak SD yang meninggal akibat bunuh diri. Berdasarkan HuffPost, tingkat bunuh diri pada anak terus meningkat dari tahun 2010 hingga 2020. Puncaknya, pada tahun 2018, bunuh diri menjadi penyebab kematian kedua bagi kelompok usia 10-24 tahun.
Bentuk Suicidal Thoughts pada Anak
Angka kematian akibat bunuh diri pada anak dan remaja telah dikaitkan dengan tingkat kesehatan mental anak dan remaja yang semakin menurun. Selain itu, banyak orang tua yang kurang memahami pemikiran buah hatinya sendiri. Beberapa orang tua bahkan tidak mengetahui jika anaknya memiliki kecenderungan ingin mengakhiri hidupnya.
Seorang profesor psikologi di Roosevelt University, Steven Meyers, mengatakan, ide bunuh diri bisa dalam bentuk pasif dan aktif. Pemikiran bunuh diri aktif adalah ketika seseorang berpikir bahwa orang lain akan lebih baik hidupnya jika mereka mati. Sementara pemikiran aktif berarti bahwa orang tersebut sedang mengembangkan rencana untuk melukai diri sendiri.
Meyers mencatat bahwa ide bunuh diri secara pasif sangat umum di masyarakat, termasuk anak-anak dan sebagian besar tidak akan membahayakan diri sendiri. Namun, sulit sekali untuk mengetahui dan menentukan seberapa mengerikan pikiran seseorang untuk mengakhiri hidupnya.
Usia Berapa Suicidal Thoughts Muncul pada Anak?
Tak hanya umum di kalangan remaja dan orang dewasa, bunuh diri adalah masalah yang diwaspadai pada anak-anak. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa di antara 2% hingga 10% anak muda berusia 9-10 tahun, telah memiliki suicidal thoughts. Penelitian tersebut juga melaporkan bahwa anak-anak usia lima tahun bisa berisiko bunuh diri.
Itu sebabnya orang tua perlu menganggapnya serius jika si kecil berbicara tentang bunuh diri. Anak-anak yang menulis atau menggambar tentang bunuh diri dan terlihat putus asa juga patut dicurigai serta diperhatikan supaya tidak muncul keinginan bunuh diri. Berikut adalah ciri-ciri anak yang memiliki keinginan bunuh diri.
Ciri Anak dengan Suicidal Thoughts
- Sering membicarakan tentang kematian.
- Mood swing cepat, misalnya cepat marah atau tersinggung.
- Pernah mencoba untuk menyakiti diri sendiri.
- Pernah mengancam ingin bunuh diri.
- Menyendiri.
- Sering merasa cemas dan gelisah.
- Tidak bersemangat atau sering murung.
- Kehilangan minat melakukan hal-hal yang disukai.
- Insomnia.
- Merasa tidak berdaya, malu, bersalah, atau tidak ada masa depan.
- Mulai mencari informasi tentang cara bunuh diri di internet.
Jika anak Anda memiliki satu tanda di atas, sebaiknya Anda segera melakukan pencegahan supaya ia tidak melakukan bunuh diri. Ketahui apa yang membuat anak memiliki suicidal thoughts dari lingkungan sekolahnya atau dirinya sendiri. Selain itu, Anda harus menciptakan suasana keluarga yang harmonis dan penuh kasih sayang, sehingga anak tidak akan memiliki pemikiran tersebut.
Sebagai tambahan, ada banyak penyebab eksternal anak memiliki pemikiran bunuh diri, seperti lingkungan sekolah yang tidak nyaman, keluarga yang kurang harmonis, dan lingkungan pertemanan yang toxic. Sementara untuk penyebab internal, bisa jadi anak Anda mengalami gangguan atau penyakit mental, antara lain bipolar, depresi, anoreksia nervosa, borderline personality disorder (BPD), dan skizofrenia.
[1] Valentina, Tience Debora & Avin Fadilla Helmi. 2016. Ketidakberdayaan dan Perilaku Bunuh Diri: Meta-Analisis. Buletin Psikologi Universitas Gadjah Mada, Vol. 24(2): 123-135.



Leave a comment