Tips Tingkatkan Sistem Kekebalan Tubuh Anak

Ilustrasi: anak sehat (sumber: naturesway.com) Ilustrasi: anak sehat (sumber: naturesway.com)

Tak seperti orang dewasa, anak-anak cenderung memiliki daya tahan tubuh yang lemah, sehingga tak jarang mereka terkena pilek, batuk, dan demam. Nah, untuk mencegah sekaligus mengobati gejala flu seperti ini, Anda bisa melakukan beberapa tips meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada anak.

Tak hanya influenza yang bisa menyerang si kecil, tetapi juga penyakit lain yang ditularkan melalui virus. Dilansir dari Harvard Health Publishing, anak-anak juga mudah terserang COVID-19 jika daya tahan tubuhnya lemah. Hal inilah yang membuat khawatir, apalagi gejala coronavirus mirip dengan influenza, hanya saja lebih mematikan dan bisa menyebabkan sesak napas yang berisiko kematian.

Salah satu cara mudah untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak adalah dengan memberikan mereka suplemen. Produk yang baik sebagai imun booster anak adalah suplemen yang mengandung vitamin C (sodium ascorbate), vitamin B3 (nicotinamide), vitamin B5 (dexpanthenol), vitamin B6 (pyridoxine hcl), vitamin E (alpha tocopheryl), zinc picolinate, dan sodium selenate.[1] Semua komponen tersebut diketahui dapat meningkatkan kinerja sistem imun dalam mencegah dan melawan infeksi akibat virus maupun bakteri, termasuk COVID-19 dan influenza.

Sayangnya, tidak semua orang tua mampu membelikan suplemen terbaik untuk anaknya, apalagi tidak sedikit asupan tambahan seperti ini dijual dengan harga mahal. Nah, sebagai gantinya, Anda bisa melakukan beberapa tips berikut yang diklaim sama efektifnya dengan minum suplemen kesehatan.

Baca juga:  Bahan Pengganti Minyak Samin yang Dapat Digunakan untuk Alternatif Memasak
Ilustrasi: anak dan orang tua (pexels: Emma Bauso)

Ilustrasi: anak dan orang tua (pexels: Emma Bauso)

Tips Meningkatkan Imun Anak

  • Beri anak diet sehat. Diet sehat tidak hanya baik untuk orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Berikan asupan sayur dan buah dengan porsi dua kali lipat dari biasanya dan kurangi bahan makanan berlemak serta bergula tinggi untuk si kecil. Selain itu, Anda bisa memberikan susu sebagai sumber kalsium, biji-bijian sebagai sumber protein nabati, dan daging rendah lemak sebagai sumber protein sekaligus zat besi.
  • Berikan minuman sehat setiap hari. Diet sehat tanpa minuman sehat saja tidaklah cukup. Selain susu setiap hari, untuk meningkatkan daya imunnya, Anda perlu memberikan jus buah, smoothie, atau jus sayur. Kandungan vitamin dan mineral pada minuman seperti ini bisa diserap tubuh dengan cepat, sehingga terbilang efektif untuk dijadikan sebagai imun booster harian.
  • Pastikan anak cukup tidur. Tak hanya orang dewasa, anak-anak harus memiliki waktu tidur yang cukup supaya daya tahan tubuh tetap stabil dan bisa ditingkatkan dengan baik. Jumlah tidur ideal untuk anak dibedakan berdasarkan usianya. Bayi membutuhkan tidur sebanyak 12 hingga 16 jam setiap hari. Sementara remaja membutuhkan tidur sebanyak delapan hingga sepuluh jam.
  • Buat anak aktif. Pastikan anak Anda aktif sepanjang hari, karena ini adalah salah satu cara untuk membentuk daya tahan mereka terhadap tekanan dan penyakit. Jika si kecil tidak memiliki jadwal harian, mungkin Anda bisa mengajaknya olahraga secara rutin dengan jogging atau senam.
  • Kelola stres anak. Stres tidak hanya bisa dialami orang dewasa, tetapi juga anak. Stres diketahui bisa membuat si kecil rentan terhadap penyakit, karena daya imunnya menurun. Untuk itu, pastikan Anda membantu anak untuk mengelola stresnya. Anda bisa menghibur si kecil ketika sedih atau membelikan mereka mainan kesukaannya untuk menghilangkan stresnya.
  • Sudah ada banyak penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin dan beberapa jenis vaksin memang wajib diberikan pada anak. Untuk itu, pastikan si kecil sudah mendapatkan vaksin sesuai dengan usianya, misalnya vaksin COVID-19 untuk anak usia 12 tahun ke atas dan vaksin campak untuk anak usia sembilan bulan.
  • Jaga kebersihan. Seperti yang kita ketahui, menjaga kebersihan dapat mencegah penularan penyakit. Anda bisa mengajari anak untuk mencuci tangan dengan benar, menggunakan masker saat sakit, menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah kontak langsung dengan orang, serta tidak meludah secara sembarangan.
  • Rutin mengecek kesehatan anak ke dokter. Dilansir dari hellosehat, pastikan Anda menemani anak untuk pergi ke dokter anak secara berkala. Ini sangat penting supaya Anda mengetahui perkembangan kesehatan anak, khususnya jika anak Anda memiliki kondisi khusus seperti memiliki penyakit bawaan lahir.
Baca juga:  Bagaimana Merawat Kuku Setelah Usia 50 Tahun?

Selain tips di atas, dilansir dari Kompas, ajaklah anak berjemur setiap hari pada sekitar pukul 9 pagi selama 5 hingga 15 menit. Anda bisa menaikkan waktunya secara bertahap supaya si kecil bisa beradaptasi dengan panas matahari. Sinar matahari di pagi hari diketahui mampu meningkatkan daya imun sekaligus sumber vitamin D yang baik untuk kesehatan tulang dan gigi anak.

[1] Setyoningsih, Heni, dkk. 2021. Penggunaan Vitamin untuk Meningkatkan Imunitas Tubuh di Masa Pandemi. Jurnal Pengabdian Kesehatan STIKES Cendekia Utama Kudus, Vol. 4(2): 136-150.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*