Angka Kematian Ibu Hamil Meningkat Saat Pandemi COVID-19

Ilustrasi: vaksinasi untuk ibu hamil (sumber: msn) Ilustrasi: vaksinasi untuk ibu hamil (sumber: msn)

COVID-19 menjadi perhatian serius dalam kesehatan masyarakat setelah dinyatakan sebagai pandemi. Penyakit ini disebabkan Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2) dan bisa menyerang semua usia, termasuk kelompok rentan seperti ibu hamil.[1] Bahkan, angka kematian ibu hamil dilaporkan meningkat saat pandemi.

Ibu Hamil Rentan COVID-19

Dilansir dari WebMD, lebih dari 127.000 wanita hamil di AS terjangkit COVID-19 sejak awal pandemi dan 22.000 di antaranya telah dirawat di rumah sakit. Diketahui pula, lebih dari 500 ibu hamil membutuhkan perawatan intensif, tetapi 171 di antaranya meninggal. Bisa dibilang COVID-19 adalah penyebab utama kematian ibu di AS selama 2019 hingga 2021.

Jumlah wanita hamil yang meninggal sangat mengkhawatirkan. Hal ini mendorong masyarakat AS memohon Centers for Disease Control and Prevention (CDC) untuk mengeluarkan peringatan darurat kepada dokter tentang risiko yang ditimbulkan COVID-19 selama kehamilan.

Sebelum terjadi pandemi coronavirus, kematian ibu hamil di AS setiap tahunnya hanya sekitar 700 orang dari 3,75 juta kelahiran. Kebanyakan wanita hamil meninggal selama masa kehamilan dan dalam waktu enam minggu setelah melahirkan. Sementara itu, saat pandemi COVID-19, ada sekitar 55 kematian wanita hamil per bulan. Pada Agustus 2021 saja, sudah dikabarkan ada 22 orang hamil meninggal karena coronavirus dan ini termasuk jumlah korban wanita hamil tertinggi dalam satu bulan selama pandemi.

Baca juga:  Efek Samping dan Manfaat Asam Jawa untuk Diet

Di negara bagian selatan AS rupanya cukup mengkhawatirkan, karena sudah ada laporan empat ibu yang meninggal dalam waktu kurang dari sebulan. Kejadian ini terjadi di University of Mississippi Medical Center. Diketahui bahwa korban yang meninggal belum mendapatkan vaksin. Seorang dokter dari rumah sakit tersebut, Michelle Owens, menjelaskan, ada bayi yang baru lahir dan mereka tidak akan bisa mengenal ibu mereka. Petugas kesehatan yang akan merawatnya selama proses pemakaman ibunya.

Ibu hamil (sumber: unionleader.com)

Ibu hamil (sumber: unionleader.com)

Studi Lonjakan Angka Kematian Ibu Hamil

Seorang profesor kebidanan dan ginekologi, Torri Metz, telah mendokumentasikan bahaya COVID-19 bagi ibu hamil dan bayi selama lima bulan pertama pandemi. Studi ini melibatkan 1.219 pasien hamil yang dites positif terinfeksi coronavirus dan dirawat di 33 rumah sakit. Diterbitkan di Jurnal Obstetrics & Gynecology, dilaporkan ada empat ibu hamil yang meninggal akibat COVID-19. Ini menunjukkan lonjakan kematian ibu hamil menjadi 15 kali lebih tinggi atau sekitar 0,3% lebih tinggi dari pra-pandemi.

Baca juga:  Rekomendasi Produk Pond’s untuk Hilangkan Bekas Jerawat

Jumlah lonjakan kematian pada wanita hamil dalam studi tersebut tercatat sebelum adanya varian Delta. Seperti yang kita ketahui bahwa coronavirus varian Delta lebih mematikan. Metz menambahkan, varian Delta bisa menjadi lebih dominan menginfeksi wanita hamil dibandingkan coronavirus biasa dan inilah yang membuat angka kematian ibu hamil meningkat drastis pada tahun 2020. Sekitar 5% orang hamil positif COVID-19 dalam kondisi kritis varian Delta memerlukan perawatan. Seorang direktur medis, Emily Adhikari, mengatakan, pada Juli dan Agustus 2021, jumlah tersebut meningkat menjadi 15% hingga 25%.

Vaksin Penting untuk Ibu Hamil

Menurut CDC, hampir seluruh pasien hamil yang positif COVID-19 mengalami komplikasi yang mengancam jiwa. Pasalnya, sebagian besar ibu hamil belum mendapatkan vaksin. Diketahui, wanita hamil tanpa vaksin dan terinfeksi COVID-19 memiliki risiko dua kali lipat untuk dirawat secara intensif, ventilasi intensif, dan perawatan dengan mesin jantung atau paru-paru dibandingkan wanita hamil yang sudah divaksin. Tak hanya itu, mereka juga memiliki risiko kematian sekitar 70% lebih besar dibandingkan orang hamil yang sudah divaksin.

Baca juga:  Berbagai Seri Produk Skincare Wardah dan Kegunaannya

Untungnya, di Indonesia sudah banyak wanita hamil yang sadar akan pentingnya vaksin. Dilansir dari covid19.go.id, ibu hamil adalah salah satu target sasaran prioritas program vaksinasi COVID-19 untuk menekan angka risiko penularan dan kematian wanita hamil akibat coronavirus. Hal ini ditetapkan Kementerian Kesehatan melalui Surat Edaran No. HK. 02. 01/I/2007/2021.

Nah, bagi Anda yang sedang hamil dan membutuhkan vaksin COVID-19, Anda bisa langsung melakukan vaksinasi di puskesmas terdekat secara gratis. Namun, Anda harus memenuhi syarat, seperti usia kandungan lebih dari 13 minggu atau antara 13-33 minggu, memiliki tekanan darah normal, tidak memiliki keluhan pre-eklampsia, dan tidak menjalani pengobatan tertentu.

[1] Herbawani, Chahya Kharin, dkk. 2020. Dampak COVID-19 pada Kesehatan Ibu Hamil: Literature Review. Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Vol. 13(2): 76-85.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*