Cenderung Pendiam, Ini Tips Anak Mau Bercerita tentang Harinya
Seperti yang kita ketahui, tidak semua anak pandai bercerita tentang apa yang mereka alami sehari-hari, terutama mereka yang cenderung pendiam. Tak hanya itu, beberapa anak merasa bercerita tentang dirinya adalah hal yang membosankan dan menjadi beban jika ditanyakan orang di sekelilingnya. Memiliki anak dengan kepribadian seperti ini tak jarang membuat para orang tua kebingungan. Untuk itu, Anda bisa menerapkan tips khusus supaya anak Anda mau bercerita tentang harinya tanpa membuat mereka merasa terbebani.
Tipe Kepribadian Anak
Setiap anak memiliki kepribadian yang berbeda-beda dan ini diklasifikasikan menjadi dua, yakni anak dengan kepribadian ekstrovert dan introvert.[1] Anak ekstrovert cenderung banyak berbicara dan terbuka. Biasanya, anak ekstrovert akan spontan menceritakan kegiatannya tanpa harus ditanya. Selain itu, anak ekstrovert memiliki banyak topik pembicaraan. Mereka akan menjawab sebuah pertanyaan singkat dengan jawaban yang panjang dengan senang hati.
Sebaliknya, anak introvert memiliki kepribadian yang tertutup dan cenderung pendiam. Anak seperti ini juga akan diam saja sepulang sekolah dan tidak menceritakan kesehariannya jika tidak ditanya. Bahkan beberapa anak ada yang memilih untuk tidak menjawab pertanyaannya atau menjawabnya sesingkat mungkin, apalagi jika pertanyaannya sangat spesifik. Jika ditanya, “Apakah kamu suka dengan sekolahmu?” kebanyakan anak introvert hanya akan menjawab dengan jawaban “Ya” atau “Tidak” tanpa ada penjelasan lain.
Menghadapi anak dengan kepribadian terbuka, tentunya tidak sulit. Sementara itu, banyak orang tua yang pusing menghadapi anak yang cenderung tertutup. Tak sedikit pula orang tua yang sering salah paham dengan tingkah laku anaknya yang tertutup dan ini membuat suasana hubungan antara orang tua dan anak menjadi kurang harmonis. Dilansir dari HuffPost, berikut adalah tips supaya anak yang tertutup mau bercerita tentang hari mereka.
Tips Agar Anak Lebih Terbuka
- Beri anak makan sebelum bercerita. Penting bagi orang tua untuk menyadari bahwa dibutuhkan lebih banyak energi dan upaya bagi anak-anak untuk memikirkan kembali hari mereka dan memasukkan pengalaman itu ke dalam kata-kata. Pastikan mereka sudah makan camilan selama 20 hingga 30 menit sebelum Anda mencoba untuk berkomunikasi dengan mereka. Perut yang kenyang akan membuat anak Anda mulai membuka topik perbincangan mengenai kesehariannya di sekolah.
- Pilih waktu yang tepat. Anak yang pendiam dan tertutup cenderung berhati-hati dan waspada untuk bercerita, apalagi jika pengalamannya tidak menarik atau menyedihkan. Anda harus pandai-pandai untuk mengetahui waktu yang pas untuk memulai berkomunikasi dengan anak. Pilihlah waktu ketika si kecil sedang bergembira, artinya mereka baru saja mengalami kejadian yang menyenangkan. Saat hari buah hati Anda menyenangkan, secara tidak sadar, akan membuat mereka ingin menceritakannya dan ini adalah waktu yang tepat untuk Anda bertanya.
- Biarkan anak beristirahat dulu. Kebiasaan yang membuat anak tidak ingin bercerita adalah ketika mereka lelah dan Anda memberikan banyak pertanyaan. Sebaiknya, Anda membiarkan anak untuk beristirahat dan bersantai. Setelah itu, Anda baru bisa bertanya, dimulai dari pertanyaan yang ringan dan menarik.
- Gunakan informasi yang Anda ketahui tentang anak. Supaya anak lebih terbuka, Anda harus pandai menggali informasi tentang anak Anda, contohnya siapa saja temannya, siapa guru kelasnya, tempat-tempat yang disukai, dan pelajaran apa yang anak Anda kurang mengerti. Hal ini akan membantu Anda untuk berkomunikasi lebih baik dengan si kecil tanpa membuat ia merasa tidak nyaman.
- Ajukan pertanyaan yang spesifik tetapi terbuka. Nah, kebanyakan orang tua mungkin cenderung sebal ketika jawaban yang diterima dari anaknya hanya “Ya” dan “Tidak”. Untuk menghindari hal ini, Anda harus membuat pertanyaan yang tidak terlalu spesifik, misalnya “Apa ada hal baru di sekolah hari ini?” diganti dengan “Hal baru apa yang sudah terjadi hari ini?” Ini akan membuat anak lebih banyak bercerita tentang harinya.
- Jangan langsung memecahkan masalah anak. Memang, tujuan untuk bercerita terkadang adalah untuk mendapatkan solusi, tetapi tidak semua anak membutuhkannya. Sebenarnya, setiap anak memiliki caranya sendiri untuk memecahkan masalah, sehingga Anda sebaiknya membantu mereka untuk menemukan caranya dan bukan menyelesaikannya. Menyelesaikan masalah anak dengan cara Anda hanya akan membuat mereka lebih tertutup karena merasa kurang dihargai.
Lakukan salah satu tips di atas untuk membuat anak Anda menjadi orang yang lebih terbuka. Selain itu, sebagai orang tua yang memiliki anak tertutup, sebaiknya Anda tidak banyak menuntutnya untuk berbicara. Biarkan si kecil belajar untuk mengenal cara berbicara lewat lingkungan sekitarnya tanpa harus dituntut.
[1] Rahmawati, Ira, Ah. Yusuf, Ilya Krisnana. 2010. Cooperative Play Memengaruhi Interaksi Sosial Anak dengan Gejala Kepribadian Introvert. Jurnal Ners Universitas Airlangga, Vol. 5(1): 38-48.


Leave a comment