Benarkah Bermain Slime Tingkatkan Kesehatan Mental?

Slime (sumber: lemkertas.com) Slime (sumber: lemkertas.com)

Tak hanya anak-anak, remaja dan orang dewasa ternyata juga suka bermain slime. Warnanya yang beragam, serta tekstur dan bentuk slime yang unik menjadi daya tariknya. Selain bisa menjadi mainan bagi semua orang, ternyata slime diklaim bisa meningkatkan kesehatan mental.

Manfaat Slime

Slime merupakan mainan anak yang populer di tahun 2015 dan tak seperti mainan anak pada umumnya, slime memiliki tekstur yang mirip dengan lendir, hanya saja tidak lengket, solid, dan kenyal.[1] Benda yang menggemaskan ini dibuat dengan berbagai warna dan bentuk yang menarik untuk dimainkan. Bermain slime menjadi aktivitas yang menyenangkan bagi anak, sekaligus bisa melatih kemampuan sensorik, motorik, dan psikologi anak.

Sementara itu, bagi remaja dan orang dewasa, bermain slime tidak hanya menyenangkan, tetapi bisa dijadikan sebagai pelampiasan stres, mengolah cara berpikir yang kreatif, meningkatkan imajinasi, dan meningkatkan konsentrasi. Beberapa orang memanfaatkan slime sebagai mainan untuk melatih dan mengontrol emosi.

Dilansir dari HuffPost, bermain slime termasuk cara baru untuk meningkatkan kesehatan mental. Salah satu gangguan mental yang paling umum adalah stres. Stres dapat disebabkan banyak faktor, mulai dari rasa cemas terhadap penyakit, tekanan kerja, media sosial, dan lingkungan sekitar.

Baca juga:  Daripada Beli, Ini Cara dan Takaran Membuat Gula Cair Sendiri

Mengatasi gangguan mental ini memang tidak mudah, tetapi para ahli menyarankan agar pasiennya menjaga tingkat bahagia mereka. Dengan selalu bahagia, rasa stres akan berangsur membaik dan hilang, dan salah satu cara untuk meningkatkan kebahagiaan secara instan adalah bermain slime.

Slime

Slime

Slime Tingkatkan Kesehatan Mental

Masih dari sumber yang sama, sebenarnya slime bukanlah hal yang baru, apalagi di dunia anak. Namun, berkat video dan foto yang diunggah di berbagai platform ternama, seperti TikTok, Instagram, dan YouTube, slime kembali viral. Tak hanya viral lagi di kalangan bocah, tetapi juga remaja dan orang dewasa. Inilah yang membuat slime menjadi salah satu mainan yang bisa dimainkan semua orang tanpa memandang usia. Selain itu, muncul video-video lain tentang teknik bermain dan cara membuat slime dengan jutaan penonton.

Seorang pembuat video slime, Ryan Joseph, mengatakan dirinya membuat video cara bermain slime dengan tujuan untuk membuat para penontonnya mampu mengatasi stres. Diketahui, dengan menonton video slime, pikiran akan menjadi lebih santai, mood menjadi meningkat, dan stres akan hilang secara berangsur-angsur.

Baca juga:  5 Jenis Pekerjaan Tanpa Ijazah S1 yang Bisa Dilamar Siapapun

Seorang dokter di Stanford University School of Medicine, Jack Turban, menjelaskan, ada banyak penelitian yang menunjukkan bahwa latihan mindfulness dapat meningkatkan kesehatan mental. Rupanya, bermain slime termasuk dalam teknik latihan mindfulness yang dimaksud.

Turban menganggap bahwa melihat video dan bermain slime termasuk dalam praktik pelatihan mindfulness, karena melibatkan diri sendiri untuk bisa lebih fokus mengendalikan indranya (sentuhan, penciuman, pendengaran, perasaan, dan penglihatan). Slime dengan teksturnya yang unik, mampu menarik perhatian Anda sejenak dan ini memudahkan Anda untuk menghindari atau menjauhi pemikiran yang menimbulkan stres atau kecemasan.

Seorang konselor kesehatan, Brittany A. Johnson, mengatakan bahwa ketertarikan bermain slime mampu memengaruhi semua indra dan suara yang menenangkan dan bermain slime dapat menenangkan pikiran Anda. Johnson menambahkan, banyak ahli kesehatan mental yang sudah menggunakan slime untuk membantu menyembuhkan kesehatan mental pasiennya.

Bermain slime (sumber: slate.com)

Bermain slime (sumber: slate.com)

Bermain slime dalam praktik kesehatan mental yang dilakukan psikolog termasuk teknik grounding. Dilansir dari IDN TIMES, teknik grounding adalah metode pengalihan perhatian untuk menjauhkan pikiran, ingatan, dan perasaan yang mengganggu mental. Secara umum, teknik seperti ini diberikan kepada mereka yang memiliki gangguan mental kecemasan dan kepanikan.

Baca juga:  Cara Membuat Makanan Kucing Seperti Whiskas Varian Dry Food dan Wet Food Terbaru

Semua aspek bermain slime yang mengikuti teknik grounding seperti menyentuh slime, diklaim mampu memicu sinyal menenangkan di otak. Faktor pendukung lain yang ada pada slime, seperti warna, bentuk, dan aroma, mampu memicu sinyal kebahagiaan di otak. Bahagia dan tenang adalah hal yang paling dibutuhkan untuk meningkatkan kesehatan mental.

Seorang psikolog di Los Angeles, William Kaiser, menyarankan bermain slime tidak hanya pada anak, tetapi juga remaja dan orang dewasa yang berisiko gangguan mental. Bermain slime juga diketahui memiliki daya tarik yang sama seperti ASMR (Autonomous Sensory Meridian Response) yang dikaitkan dengan peningkatan kesehatan mental dan peningkatan relaksasi.

[1] Seran, Maria Yasinta. 2019. Pengaruh Terapi Bermain Slime terhadap Respon Biologis, Psikologi, dan Perilaku Makan pada Anak Preschool yang Menjalani Hospitalisasi di Ruang Dahlia RSUD MGR. Gabriel Manek, SVD Atambua (Skripsi). Program Studi Pendidikan NERS Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Surabaya.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*