Cara Orang Tua Mengatasi Krisis Mental pada Anak

Ilustrasi: anak & orang tua (sumber: choa.org) Ilustrasi: anak & orang tua (sumber: choa.org)

Tidak hanya orang dewasa, anak dan remaja juga bisa mengalami krisis mental. Ini disebabkan banyak faktor, mulai dari lingkungan sosial yang kurang baik, kondisi belajar yang kurang memadai, hingga kondisi keluarga yang kurang sejahtera. Nah, jika anak Anda mengalami krisis mental, sebagai orang tua, Anda perlu mengatasi hal tersebut dengan segera. Meskipun caranya tidak mudah, tetapi jika dibiarkan bisa berujung pada gangguan mental.

Darurat Kesehatan Mental Anak dan Remaja

Pada masa kehidupannya, anak dan remaja akan mengalami tekanan di hidup mereka untuk mencapai kesejahteraan mental. World Health Organization (WHO) merumuskan, kesejahteraan mental dapat dicapai dengan disadari kemampuan untuk mengelola stres dalam hidup secara wajar, bekerja secara produktif, serta mampu berperan di dalam komunitas pergaulannya.[1]

Meskipun begitu, dalam mendapatkan mental yang baik, tidak semua anak dan remaja memiliki jalan yang mulus. Ada hal-hal yang membuat mentalnya justru mengalami krisis. Dilansir dari Harvard Health Publishing, pada tahun 2021, American Academy of Pediatrics, American Academy of Child and Adolescent Psychiatry, dan Children’s Hospital Association mendeklarasikan keadaan darurat nasional dalam kesehatan mental anak dan remaja.

Lembaga-lembaga ini menyerukan peningkatan pendanaan untuk sumber daya kesehatan mental, serta tindakan lain, termasuk lebih banyak integrasi perawatan kesehatan mental ke sekolah dan perawatan primer. Selain itu, Lembaga-lembaga tersebut menawarkan lebih banyak sistem perawatan kesehatan mental berbasis komunitas untuk menghubungkan orang ke program kesehatan mental.

Baca juga:  Manfaat dan Cara Berolahraga Menggunakan Foam Roller

Ini adalah strategi untuk meningkatkan kondisi kesehatan mental anak dan remaja. Untuk memperoleh layanan kesehatan mental, para penyedia memastikan bahwa ada cakupan asuransi untuk pasien yang membutuhkan perawatan kesehatan mental. Sementara lembaga terkait bekerja untuk membangun sistem perawatan kesehatan mental, ada hal-hal yang dapat dilakukan orang tua untuk membantu anak-anak mereka melalui krisis ini.

Gejala Krisis Kesehatan Mental

Bagi orang tua yang awam dengan krisis kesehatan mental, biasanya tidak menghiraukan gejalanya pada anak. Namun, untuk masalah penyakit yang tampak, seperti batuk dan demam, para orang tua akan cepat tanggap dan segera membawa anak mereka ke dokter.

Ilustrasi: gejala gangguan mental anak (sumber: mydr.com)

Ilustrasi: gejala gangguan mental anak (sumber: mydr.com)

Gejala krisis kesehatan mental memang sulit dipahami, seperti anak yang selalu sedih atau murung, mudah tersinggung, dan kurang tertarik dengan hobinya. Umumnya, para orang tua menganggap itu adalah bagian dari masa pubertas atau anak memiliki sifat terlalu manja, sehingga mereka membiarkannya.

Baca juga:  Dampak Buruk Screen Time Berlebih pada Anak

Kesehatan mental anak-anak kita sangat penting. Kesehatan mental tidak hanya mempengaruhi kestabilan kondisi kejiwaan anak, tetapi juga kesehatan fisik. Krisis kesehatan mental yang tidak segera diatasi dapat mengganggu pembelajaran, sosialisasi, harga diri, dan aspek penting lainnya dari perkembangan anak yang dapat berdampak seumur hidup. Bahkan, untuk beberapa anak, masalah kesehatan mental yang tidak diobati menyebabkan keinginan untuk bunuh diri. Lalu, bagaimana cara orang tua mengatasinya?

Cara Mengatasi Krisis Mental Anak

Ciptakan Kondisi Nyaman untuk Berbicara

Sangat mudah untuk kehilangan hubungan dengan anak-anak kita, terutama remaja, karena komunikasi yang kurang lancar. Sementara itu, salah satu penyebab krisis mental pada anak adalah hubungan antar keluarga yang kurang baik. Untuk itu, Anda harus menciptakan kondisi yang nyaman untuk berbicara. Sebagai contoh, Anda bisa mengajak anak makan malam bersama, memainkan permainan keluarga, atau mengajaknya piknik keluarga.

Luangkan Waktu untuk Anak

Anak-anak selalu ingin menghabiskan waktu bersama anak, meskipun mereka sudah remaja. Anda harus meluangkan waktu bersama, setidaknya selama 10 menit setiap hari. Ini sangat penting supaya hubungan orang tua dan anak tidak renggang dan meningkatkan krisis mentalnya. Anda juga harus selalu menemani anak Anda jika gejala krisis mentalnya semakin parah.

Baca juga:  Hati-Hati, Ini Daftar Mainan Anak yang Berbahaya

Jangan Terlalu Mengekang Anak

Memiliki anak yang pintar memang cita-cita semua orang tua. Kendati demikian, Anda tidak boleh terlalu keras dan mengekang anak. Biarkan anak memiliki waktu senggangnya untuk bersantai. Anak dengan krisis mental tidak bisa ditekan karena bisa meningkatkan risiko gangguan kejiwaan. Mereka justru membutuhkan waktu untuk menenangkan pikiran.

Ajak Anak Olahraga

Salah satu cara yang diklaim ampuh untuk mengatasi krisis mental pada anak adalah mengajak mereka berolahraga. Mereka bisa memilih jenis olahraga apa yang mereka sukai. Selain itu, olahraga teratur bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas tidur anak untuk mengatasi gejala insomnia sebagai salah satu gejala krisis mental.

Lakukan cara di atas supaya anak Anda bisa mengatasi krisis mentalnya. Tanpa bantuan orang tua, anak dan remaja akan kesulitan menghadapi kondisi mental yang mulai terganggu.

[1] Lubis, Layla Takhfa, dkk. 2019. Peningkatan Kesehatan Mental Anak dan Remaja Melalui Ibadah Keislaman. Al-Hikmah:Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan, Vol. 16(2): 120-129.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*