Stop Kebiasaan Menggemeretakkan Gigi Saat Tidur! Ini Bisa Menyebabkan Gangguan Medis

Bruksisme/kebiasaan menggemeretakkan gigi saat tidur (sumber: mydr.com) Bruksisme/kebiasaan menggemeretakkan gigi saat tidur (sumber: mydr.com)

Bruksisme atau kebiasaan menggemeretakkan gigi secara ekstrem saat tidur terjadi akibat faktor fisik dan psikologis. Untuk fisik, biasanya bruksisme diakibatkan kontak oklusi yang tidak seimbang atau adanya tambalan gigi yang terlalu tinggi. Sementara itu, faktor psikologis yang dikaitkan dengan bruksisme adalah stres, anxiety disorder, frustasi, dan depresi.[1] Jika Anda memiliki kebiasaan seperti ini, cobalah untuk stop melakukannya karena bisa memicu gangguan medis.

Stres Memicu Kebiasaan Menggemeretakkan Gigi saat Tidur

Dari semua penyebab bruksisme, yang paling umum adalah stres. Ada banyak manifestasi dari stres dan salah satunya adalah menggemeretakkan gigi saat tidur. Dilansir dari HuffPost, National Institutes of Health telah meneliti hubungan antara stres dan bruksisme.

“Penelitian dilakukan pada tahun 2020 dan menemukan memang ada hubungannya antara stres dan bruksisme,” kata pemilik Smile Services DC Albert Coombs. “Apa yang mereka temukan adalah 95% orang yang  stres berat menunjukkan tanda-tanda bruksisme.”

Coombs menambahkan bahwa American Dental Association menemukan peningkatan kasus bruksisme sebesar 70% dalam jajak pendapat Maret 2021. Ini bukan hal yang bisa dilewatkan begitu saja, apalagi jika sudah menjadi kebiasaan. Anda perlu mencari bantuan dokter gigi untuk mengatasinya karena bruksisme bisa mengembangkan banyak gangguan kesehatan gigi dan mulut. Selain itu, ada beberapa dampak dari bruksisme berikut.

Baca juga:  Susah Mencari Obat ADHD? Lakukan Perawatan Alternatif yang Efektif

Efek Kebiasaan Menggemeretakkan Gigi saat tidur

Sakit Kepala

“Jika Anda menghabiskan waktu tidur Anda untuk menggemeretakkan gigi, kemungkinan besar Anda akan berakhir dengan sakit kepala akibat tekanan di mulut dan rahang Anda”, kata Coombs. “Sakit kepala pada dasarnya adalah cara tubuh Anda mengatasi tekanan ekstrem di bagian rahang dalam semalam. Sakit kepala karena bruksisme umumnya terjadi di sekitar pelipis dan tengkuk ke arah telinga.”

Sakit Rahang

“Sama halnya dengan bangun dengan sakit kepala, Anda mungkin terbangun dengan rasa sakit atau kelelahan pada otot rahang Anda,” kata Floretta Cuffey-Terry, ketua Robert T. Freeman Dental Society di Washington. “Rasa sakit ini dapat berlangsung beberapa menit hingga jam.”

Sakit rahang bukanlah sesuatu yang harus Anda alami secara otomatis. Biasanya, bruksisme tidak disadari penderitanya secara langsung. Jika Anda merasakan sensasi ini, hubungi dokter gigi Anda.

Sakit Gigi

Tanda sakit gigi akibat bruksisme adalah terjadi di pagi hari atau setelah bangun tidur. Semakin sering dan lama genggemeretakkan gigi saat tidur, maka gigi Anda akan semakin nyeri. Dr. Marjan Moghadam, seorang profesor klinis di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas New York, mencatat bahwa sakit gigi adalah tanda yang jelas dari gemeretakan gigi di malam hari.

Baca juga:  Ini Kalimat Toxic yang Bikin Hubungan Terancam Red Flag

Gigi Aus

“Menggemeretakkan gigi di malam hari dapat menyebabkan keausan gigi yang seiring waktu dapat menyebabkan kerusakan struktur gigi itu sendiri,” kata Moghadam. “Itu juga bisa menyebabkan kerusakan pada tulang yang menopang gigi.”

Secara khusus, jika Anda melihat bagian dalam mulut Anda dan memperhatikan bahwa mahkota gigi mulai menipis, Anda mungkin menggemeretakkan gigi Anda di malam hari. Tanda-tanda gigi yang aus adalah perubahan warna dan tekstur gigi diimbangi adanya garis-garis putih di gigi.

Gigi Hipersensitif terhadap Suhu Makanan

Mahkota gigi yang menipis bisa meningkatkan kepekaan gigi terhadap suhu makanan. Ini mengubah gigi Anda menjadi lebih sensitif dan tidak bisa makan makanan atau minum minuman terlalu panas dan terlalu dingin.

“Ini ada hubungannya dengan fakta bahwa, jika Anda terbiasa menggemeretakkan gigi dalam jangka waktu yang panjang, Anda akan mulai melihat garis fraktur kecil di seluruh gigi,” kata Moghadam. Garis fraktur kecil itu merupakan akses langsung ke saraf gigi.”

Baca juga:  Jangan Ditahan, Menangis Punya Banyak Manfaat untuk Kesehatan

Mengantuk di Siang Hari

“Seseorang yang terus-menerus menggemeretakkan giginya mungkin tidak menyadarinya, tetapi mereka cenderung terbangun setiap beberapa jam sepanjang malam,” kata Coombs. “Ini bisa terjadi karena ketidaknyamanan, rasa sakit, dan istirahat malam yang terganggu. Akibatnya, Anda mengantuk di siang hari.”

Jika Anda mulai merasakan gangguan medis di atas akibat bruxism, sebaiknya segera pergi ke dokter gigi. Dokter akan segera membuatkan resep untuk pengobatan dan perawatan dalam menghentikan kebiasaan menggemeretakkan gigi di malam hari. Namun, jika Anda merasa itu juga disebabkan gangguan psikologi, Anda juga bisa pergi ke psikolog atau psikiater.

[1] Yulia, Respika. 2020. Hubungan Tingkat Stres dan Bruksisme Pada Mahasiswa Strata Satu Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Surakarta saat Pandemi Covid-19 (Skripsi). Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*