Ketahui Red Flag dalam Diet yang Harus Dihindari
Status gizi merupakan manifestasi keadaan tubuh yang dapat mencerminkan hasil makanan yang dikonsumsi setiap hari.[1] Sayangnya, beberapa orang memilih untuk diet dengan konsep kurang tepat, sehingga membuat status gizinya menjadi buruk. Hal seperti ini bukan termasuk diet yang sehat, tetapi salah satu tanda red flag atau bendera merah dalam diet. Selain itu, masih ada banyak red flag yang harus Anda hindari saat diet supaya tidak memperburuk status gizi dan kesehatan tubuh Anda.
Red flag adalah kata populer yang umum diberikan pada hal-hal yang bersifat negatif. Tak hanya kerap dipakai untuk mengindikasikan hasil dari toxic relationship atau hubungan buruk yang terjadi pada pasangan kekasih, red flag juga bisa dipakai untuk mengindikasikan hasil diet buruk. Diet yang membahayakan kesehatan tubuh dan menurunkan status gizi tentunya akan berakhir pada red flag.
Umumnya, red flag pada diet disadari ketika sudah timbul gejalanya, seperti mulai merasakan sakit di bagian tubuh tertentu, gizi buruk, gangguan pencernaan, dan gangguan metabolisme. Dalam HuffPost disebutkan bahwa ada banyak hal yang perlu diwaspadai saat menjalankan diet supaya tidak berakhir red flag seperti berikut.
Tanda-Tanda Red Flag dalam Diet
Selalu Merasa Kelaparan Saat Diet
Diet sehat sebenarnya tidak akan membuat Anda merasa kelaparan, karena Anda memenuhi kebutuhan gizi dengan baik meskipun pola makan Anda tidak seperti orang normal. Bisa dikatakan, diet yang baik tidak akan membuat Anda merasa tersiksa.
“Kelaparan seharusnya bukan masalah untuk Anda yang sedang diet,” kata Amanda Frankey, ahli diet dalam program Food Dignity Movement. “Diet sehat biasanya sudah direncanakan dengan matang, mulai dari jumlah kalori, karbohidrat, buah, protein, dan lemak yang harus dikonsumsi, sehingga tidak akan membuat pelaku diet kelaparan.”
Untuk menghindari red flag diet sehat, Frankey merekomendasikan wanita harus mengonsumsi 2.000 kalori per hari. Sementara pria harus makan makanan yang mengandung 2.500 kalori untuk menghindari lapar dan siksaan diet lainnya.
Rencana Diet Tidak Cocok dengan Selera
Hampir semua diet direncanakan dengan tepat, termasuk apa saja yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi. Peraturan diet seperti ini terkadang membuat orang merasa tersiksa dan tidak nyaman menjalaninya. Inilah yang menjadi red flag dalam diet.
“Rencana diet online yang diatur dengan sistem tanpa kita sadari tidak akan bertahan lama dan cenderung gagal, apalagi jika tidak sesuai dengan kebutuhan pribadi, gaya hidup, dan preferensi Anda,” kata Marissa Meshulam, ahli diet profesional.”Sebagai contoh, jika Anda tidak suka tahu maka batalkan rencana diet yang mengharuskan Anda makan tahu sebanyak-banyaknya untuk menghindari red flag dalam diet.”
Dengan memilih rencana diet yang tepat dari segi gaya hidup dan fleksibel dengan selera makan Anda, maka Anda bisa menjalani diet dengan nyaman dan dalam waktu yang lama. Ini juga yang menjadi kunci keberhasilan diet sehat.
Rencana Diet yang Ekstrem
Diet mode ekstrem seperti hanya boleh makan sup kubis atau hanya boleh makan jeruk sangat tidak dianjurkan. Selain bisa memicu red flag, ini juga membuat Anda menjadi jenuh dan berujung gagal.
“Berhati-hatilah terhadap diet ekstrem dengan kunci memotong hampir semua menu makanan yang biasa Anda konsumsi,” kata kim Rose Francis, ahli diet dan pendidik diabetes profesional. “Selain itu, pastikan selama diet, Anda tidak menghindari karbohidrat supaya tubuh mendapatkan sumber energi yang cukup.”
Beberapa orang menganggap karbohidrat sebagai momok yang harus dihindari selama diet. Padahal, jika karbohidrat dikonsumsi dengan cukup dan cara pengolahan yang tepat, justru sangat baik untuk kesehatan dan diklaim mampu membantu menstabilkan metabolisme tubuh selama diet.
Selain harus menghindari tanda-tanda red flag dalam diet, Anda harus memperhatikan cara diet yang tepat. Dilansir dari hellosehat, diet sehat memerlukan panduan yang tepat guna mengurangi berat badan sekaligus menjaga kesehatan tubuh. Berikut panduan diet sehat yang bisa Anda lakukan sendiri di rumah.
Panduan Diet Sehat
- Hitung kebutuhan kalori harian.
- Atur porsi makan secukupnya.
- Buat jadwal makan harian.
- Makan pelan-pelan untuk menjaga metabolisme tubuh.
- Makan hingga kenyang, tetapi tidak berlebihan.
Lakukan panduan diet sehat di atas supaya diet yang Anda jalani lebih optimal. Selain itu, pastikan Anda makan makanan yang berserat dan bervitamin supaya tubuh tetap sehat selama menjalankan diet.
[1] Yunita, Fresthy Astrika, dkk. 2020. Hubungan Pola Diet Remaja dengan Status Gizi. PLACENTUM Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Aplikasinya Universitas Sebelas Maret, Vol. 8(2): 27-32.


Leave a comment