Ingin Kurus? Coba Perbanyak Tidur dan Kurangi Makan
Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar bagi makhluk hidup dan bermanfaat menurunkan stres serta meningkatkan memori.[1] Selain itu, sebuah penelitian menemukan bahwa tidur memiliki peran dalam mengatur berat badan. Sebuah metode perbanyak tidur dan kurangi makan, diklaim mampu membuat badan menjadi lebih kurus.
Metode Menurunkan Berat Badan Baru
Metode yang paling umum dilakukan untuk menurunkan berat badan adalah mengurangi jumlah asupan dan meningkatkan aktivitas atau olahraga. Namun, saat ini ada metode baru yang lebih sederhana dan bisa dilakukan siapa saja, yakni memperbanyak jam tidur dan menurunkan jumlah porsi makan.
Dilansir dari Harvard Health Publishing, penelitian baru menunjukkan, orang dewasa yang istirahat lebih baik dalam jumlah cukup hingga banyak dan mengonsumsi sedikit kalori, akan mendapatkan berat badan ideal. Sementara itu, orang dewasa yang sedikit tidur, sedikit makan atau makan berlebihan, dan memiliki banyak aktivitas, bisa mengalami penyakit kronis.
Studi jangka pendek dengan jumlah peserta 80 orang yang mengalami obesitas, juga menunjukkan kekurangan tidur bisa menambah berat badan. Dr. Beth Frates, direktur di departemen bedah Massachusetts, mengatakan bahwa penambahan berat badan akibat kurang tidur akan terjadi secara perlahan, sehingga Anda tidak terlalu merasakannya.
“Waktu tidur yang baik untuk membuat berat badan ideal adalah tujuh hingga sembilan jam per malam,” kata Dr. Frates. “Imbangi dengan sedikit mengonsumsi kalori supaya hasilnya lebih optimal.”
Kurang Tidur Menyebabkan Penyakit Kronis
Sebuah jurnal ilmiah yang diterbitkan JAMA Internal Medicine, memperkuat temuan sebelumnya. Orang yang kurang tidur berisiko mengonsumsi lebih banyak kalori dibandingkan dengan mereka yang tidur lebih lama.
Catatan Dr. Frates menunjukkan, sekitar sepertiga orang Amerika tidak tidur tujuh hingga sembilan jam yang direkomendasikan setiap malam. Kekurangan tidur ini bisa menyebabkan banyak penyakit kronis, termasuk tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes, dan obesitas. Tidur adalah salah satu dari enam pilar pengobatan gaya hidup, mencakup olahraga, makan bergizi, pengurangan stres, hubungan sosial, dan menghindari zat beracun.
“Kebanyakan orang fokus pada olahraga dan diet dalam hal manajemen berat badan dan jantung yang sehat,” kata Dr. Frates. “Namun, hanya sedikit yang fokus pada tidur.”
Untuk membuktikan secara detail, tidur dan makan sedikit kalori mampu menurunkan berat badan, berikut penelitian yang dimaksud.
Banyak Tidur Kurangi Makan Hasilkan Berat Badan Ideal
Peserta penelitian adalah orang dewasa berusia 21 hingga 40 tahun dengan BMI antara 25 dan 29,9, yang dianggap kelebihan berat badan. Semuanya rutin tidur kurang dari 6,5 jam setiap malamnya dan selama dua minggu pertama, semua mempertahankan pola tidur normal.
Selama dua minggu selanjutnya, peserta secara acak dibagi menjadi dua kelompok dengan waktu tidur yang diperpanjang hingga 8,5 jam. Sebagai pembanding, satu kelompok mendapatkan konseling khusus untuk mengubah penyebab mereka kesulitan tidur.
Semua diberitahu untuk menjaga rutinitas sehari-hari tanpa mengubah pola makan atau kebiasaan olahraga. Masing-masing mengenakan perangkat pergelangan tangan yang melacak siklus tidur mereka, dan mereka menimbang diri mereka sendiri setiap pagi. Tes laboratorium yang canggih menunjukkan perbedaan antara jumlah kalori yang dikonsumsi dan dikeluarkan setiap peserta per hari.
Peserta yang menerima konseling tidur, bisa tidur lebih cepat dan lebih lama satu jam dibandingkan yang tidak. Peserta yang tidur lebih lama juga mengonsumsi rata-rata 270 kalori lebih sedikit setiap hari dan kehilangan sekitar satu pon dibandingkan dengan kelompok satunya.
Lalu, bagaimana itu bisa terjadi? Durasi tidur dikaitkan dengan produksi hormon pengatur nafsu makan tubuh. Kurang tidur dikaitkan dengan kadar hormon ghrelin yang lebih tinggi, yang meningkatkan nafsu makan, dan kadar hormon leptin yang lebih rendah, yang menyebabkan perasaan kurang kenyang. Ini membuat orang naik berat badan. Sebaliknya, tidur lebih banyak dapat mengontrol sekaligus mengurangi hormon-hormon tersebut, sehingga secara tidak sadar, tubuh Anda akan mendapatkan sedikit kalori.
Meskipun temuan ini dinilai efektif untuk menurunkan berat badan, perlu diketahui bahwa itu tidak mengungkapkan apakah pola tidur yang diperpanjang lebih dari dua minggu akan terus efektif. Selain itu, tidak ada penjelasan terkait jenis makanan apa saja yang dimakan peserta penelitian setiap harinya.
[1] Fenny & Supriatmo. 2016. Hubungan Kualitas dan Kuantitas Tidur dengan Prestasi Belajar pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran. Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia Universitas Sumatera Utara, Vol. 5(3): 140-147.


Leave a comment