Bagaimana Cara Berbicara dengan Orang yang Kecanduan Gadget?

Ilustrasi: kecanduan gadget (sumber: thewhizcells.com) Ilustrasi: kecanduan gadget (sumber: thewhizcells.com)

Kecanduan gadget dapat berdampak pada perkembangan anak dan remaja berupa gangguan emosi dan perilaku.[1] Sementara itu, pada orang dewasa, kecanduan gadget bisa membuat mereka sulit untuk diajak bicara. Bisa disimpulkan, kecanduan gadget pada anak yang tidak segera diatasi bisa berisiko sulit diajak bicara saat dewasa. Jika hal ini sudah terjadi, lalu bagaimana cara berbicara dengan orang yang kecanduan gadget?

Dilansir dari HuffPost, kecanduan gadget bisa membuat orang sulit diajak berbicara, karena individu tersebut terlalu fokus dengan apa yang ada di gadget mereka, seperti konten sosmed di ponsel, game online di laptop, atau drama yang tayang di TV. Selain membuat lawan bicara menjadi kesal, hal ini membuat sebagian orang yang kecanduan gadget kurang bisa bergaul dan berisiko cacat sosial.

Masih dari sumber yang sama, para pecandu gadget atau biasa disebut dengan phubber sebenarnya harus diajak bicara secara intens untuk menghilangkan rasa kecanduan gadgetnya. Meskipun ini tidak mudah, mengajak ngobrol seseorang yang suka fokus sendiri dengan ponselnya akan menghentikan kebiasaan mereka menatap layar gadget secara perlahan. Supaya phubber bisa diajak berbicara tanpa fokus dengan gadgetnya, berikut caranya.

Baca juga:  Ciri Hubungan Toxic Dalam Pacaran, Ketahui Sebelum Terjebak Lebih Dalam!

Cari Topik yang Menarik

Ilustrasi: berbincang-bincang (unsplash: Mimi Thian)

Ilustrasi: berbincang-bincang (unsplash: Mimi Thian)

Perhatikan lawan bicara Anda, jika mereka adalah phubber, maka Anda harus pintar-pintar mencari topik pembicaran yang menarik. Supaya lebih mudah mencari topik pembicaraan, mungkin Anda bisa mulai mengorek apa yang lawan bicara Anda perhatikan dari gadgetnya. Jika mereka fokus dengan konten seputar pekerjaan, mungkin Anda bisa mulai dengan mencari topik yang lebih ringan dan santai. Namun, jika yang mereka perhatikan adalah konten hiburan, jadikan konten yang mereka lihat sebagai topik pembicaraan.

Dari hal sepele seperti ini, para phubber akan lebih tertarik untuk mendengarkan Anda daripada menatap layar ponsel atau laptopnya. Secara perlahan, mereka akan mulai angkat bicara. Hal ini tentunya akan menjadi sebuah acara diskusi yang menarik. Setelah mereka benar-benar fokus dengan Anda dan apa yang Anda bicarakan, mulailah mencari topik pembahasan lain yang memang penting dan harus Anda bicarakan dengan para phubber.

Lakukan cara ini secara terus-menerus untuk membuat lawan bicara Anda memahami arti penting berbicara. Ini akan membuat mereka merasa nyaman untuk memperhatikan sekeliling dan mulai beradaptasi untuk tidak menyentuh gadgetnya ketika berbicara dengan orang lain. Selain itu, sediakan bahan pendukung lain seperti secangkir teh atau camilan. Ini akan membuat mereka tidak fokus dengan gadget dan memilih untuk ngobrol dengan Anda sambil makan camilan yang lezat.

Baca juga:  Suntik Filler di Wajah, Ini yang Perlu Anda Ketahui

Jangan Membuat Phubber Tersinggung

Ilustrasi: pecandu gadget (unsplash: Robin Worrall)

Ilustrasi: pecandu gadget (unsplash: Robin Worrall)

Selain mencari topik yang menarik, sebaiknya Anda mencari cara berbicara yang lebih nyaman untuk phubber. Misalnya, Anda tidak terlalu mengeraskan suara atau menggunakan nada yang tinggi saat berbicara dengan mereka. Cara berbicara yang kurang enak didengar, biasanya akan membuat phubber merasa jenuh, terganggu, dan tersinggung, sehingga mereka akan lebih memilih melihat gadget daripada memperhatikan Anda.

Salah satu penyebab Anda terkena phubbing saat berbicara dengan orang lain, bisa jadi adalah karena cara Anda berbicara. Phubbing adalah perilaku pelecehan dengan menatap gadget dan tidak memperhatikan lawan bicaranya. Ini biasa dilakukan para phubber dan biasanya membuat lawan bicaranya merasa kesal dan tersinggung.

Jika Anda sudah mencoba berbicara dengan cara sebaik mungkin dan masih terkena phubbing, Anda harus bersabar. Tenangkan diri Anda sejenak dan tarik napas dalam-dalam, lalu biarkan lawan bicara Anda menatap layar ponselnya selama lima menit. Setelah itu, Anda bisa mulai kembali berbicara dengan cara memberikan sinyal bahwa Anda ingin membicarakan hal yang sangat penting. Hal ini akan membuat phubber sadar dan mulai memperhatikan Anda.

Baca juga:  Review Sabun Kolagen HPAI untuk Mengatasi Jerawat

Menetapkan Batasan

Ilustrasi: berbincang-bincang (unsplash: Priscilla du Preez)

Ilustrasi: berbincang-bincang (unsplash: Priscilla du Preez)

Cara terakhir untuk berbicara dengan phubber akut adalah menetapkan batasan, apalagi jika pecandu gadget itu adalah pasangan, keluarga, teman, dan orang terdekat Anda. Sebelum berbicara, katakan batasan pada mereka. Hal ini lebih dikenal dengan kontrak berbicara. Katakan pada mereka bahwa selama Anda berbicara, tidak ada yang boleh bermain gadget, apa pun alasannya. Anda bisa membuat pengecualian jika mereka menerima pesan atau telepon penting.

Selain itu, Anda juga perlu memberikan hukuman kepada phubber yang melakukan pelanggaran. Hukuman bisa dimulai dengan yang ringan, seperti menghapus akun sosmed mereka hingga menyuruh mereka untuk bergantian membersihkan rumah. Cara ini akan membuat para phubber jera dan mencoba untuk lepas dari candunya.

[1] Asif, Ahmad Ramadhan & Farid Agung Rahmadi. 2017. Hubungan Tingkat Kecanduan Gadget dengan Gangguan Emosi dan Perilaku Remaja Usia 11-12 Tahun. Jurnal Kedokteran Diponegoro, Vol. 6(2): 148-157.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*