Alasan Pria Jarang Cek Kesehatan ke Dokter
Kesehatan merupakan faktor primer yang harus diperhatikan dan bisa dilakukan secara sederhana seperti mengecek kesehatan ke dokter atau melihat sumber berita medis terkini.[1] Namun, beberapa orang yang tidak merasa sakit enggan untuk melakukan cek medis dan biasanya yang paling jarang ke dokter adalah pria. Ada beberapa alasan yang membuat laki-laki enggan untuk mengecek kesehatan tubuhnya dibandingkan wanita.
Fakta Pria Jarang ke Dokter
Dilansir dari WebMD, seorang editor senior blog Talking About Men’s Health bernama Armin Brot awalnya tidak terlalu khawatir dengan kondisi kesehatannya, padahal tangannya mulai mengalami kesemutan hingga bergetar. Namun, gejala kesemutannya mulai memburuk dan tidak tertahankan, hingga akhirnya Brott memutuskan untuk menemui dokter rontgen. Dokter menyarankan pria ini untuk melakukan rontgen dan MRI. Hasil tes menunjukkan bahwa laki-laki ini mengalami kompresi tulang belakang parah dan membutuhkan operasi leher darurat.
Diketahui, Brott merupakan pria yang jarang pergi ke dokter untuk melakukan cek kesehatan medis secara berkala, padahal ini sangat penting. Dengan gangguan medis yang dialami editor tersebut, membuat dirinya menjadi menyesal karena tidak pernah pergi ke dokter, walaupun untuk masalah medis yang sepele seperti kesemutan.

Ilustrasi: pria mengalami gangguan kesehatan (sumber: nbcnews.com)
Tak hanya dialami Brott, sebuah studi dengan peserta penelitian 1.000 orang pria di AS yang berusia 18 tahun ke atas menemukan, dalam satu tahun terakhir, 45% dari jumlah keseluruhan laki-laki jarang ke dokter umum atau keluarga untuk sekadar konsultasi masalah medis atau melakukan tes kesehatan.
Lebih memprihatinkan lagi, tiga perempat pria ini tidak pernah pergi ke dokter meskipun memiliki gejala penyakit tertentu. Lalu, 84% orang tidak pernah berkonsultasi dengan dokter mengenai cedera yang dialami, dan lebih dari separuh (54%) pria tidak pernah melakukan pemeriksaan rutin terkait kesehatan dan kebersihan gigi. Setidaknya, jika tidak pernah ke dokter umum untuk mengecek kesehatan, rutinlah mengunjungi dokter gigi, entah itu untuk mengobati gigi berlubang atau membersihkan karang gigi.
Seorang dokter keluarga di Deltaville bernama Sterling Ransone mengatakan, hampir sebagian besar pasiennya adalah wanita dan jarang ada pria. Setelah melakukan survei, dokter ini mengungkapkan, setidaknya sekitar 30% pasiennya adalah laki-laki dan sisanya wanita. Survei ini juga bisa mencerminkan data yang sudah ada bahwa penggunaan perawatan kesehatan pada pria sangat rendah. Ada beberapa alasan mengapa pria jarang bertemu dengan dokter atau memeriksakan kondisi tubuhnya, meskipun penyakitnya ringan.
Alasan Pria Jarang ke Dokter

Ilustrasi: pria pergi ke dokter (sumber: valuepenguin.com)
- Seorang psikoterapis di California bernama Will Courtney mengungkapkan, seorang pria memiliki rasa percaya diri dan gengsi yang tinggi. Kebanyakan pria juga memiliki pemikiran bahwa pria sejati tidak membutuhkan dokter, karena bisa menurunkan gengsi dan rasa percaya dirinya. Selain itu, beberapa orang berpendapat, pria sejati yang pergi ke dokter adalah orang lemah yang mengakui kekalahan.
- Perasaan malu juga menjadi salah satu alasan pria jarang mengunjungi dokter umum atau dokter keluarga. Padahal, ada beberapa penyakit yang sangat memerlukan bantuan dokter untuk proses penyembuhannya, seperti diabetes, kolesterol, tekanan darah tinggi, dan tekanan darah rendah.
- Hambatan lain yang membuat pria jarang pergi ke dokter adalah biaya. Fasilitas perawatan untuk beberapa jenis penyakit memang membuat tarif pengobatan menjadi mahal, apalagi jika pasien harus dirujuk ke rumah sakit swasta atau rumah sakit besar.
- Dilansir dari detikHealth, tidak memiliki waktu adalah alasan paling umum yang membuat pria jarang pergi ke dokter. Seperti yang kita ketahui, laki-laki memang sangat sibuk dalam hal pekerjaan dan beberapa orang harus berangkat di pagi hari dan pulang di malam hari. Sehingga, ketika mereka ingin mengunjungi dokter, tempat praktiknya sudah tutup.
Bagi Anda yang masih memiliki alasan-alasan untuk tidak pergi ke dokter, sebaiknya Anda menghilangkan alasan tersebut. Carilah solusi yang tepat untuk hambatan yang Anda hadapi saat waktunya cek kesehatan rutin. Sebagai contoh, cobalah untuk bersikap lebih terbuka dan menurunkan gengsi demi mengetahui kondisi kesehatan Anda.
Selain itu, di Indonesia, biaya pengobatan tidak akan menjadi masalah jika Anda memiliki asuransi kesehatan seperti BPJS. Lalu, bagi Anda yang merasa benar-benar tidak memiliki waktu luang, Anda bisa mengambil cuti di waktu yang tepat untuk mendaftar ke dokter umum atau keluarga.
[1] Prasanti, Ditha. 2007. Potret Media Informasi Kesehatan Bagi Masyarakat Urban di Era Digital. IPTEK-KOM Universitas Padjadjaran, Vol. 19(2): 149-162.

Leave a comment