Rutin Minum Kopi di Pagi Hari Turunkan Berat Badan?

Minum Kopi di Pagi Hari - www.netdoctor.co.uk Minum Kopi di Pagi Hari - www.netdoctor.co.uk

Obesitas menjadi salah satu permasalahan yang umum, tidak hanya di Indonesia saja, tetapi juga di banyak negara, seperti Amerika, Inggris, Singapura, dan lainnya. Untungnya, ada banyak cara yang konon dapat membantu mengatasi berat badan berlebih, seperti berolahraga dan rutin minum kopi setiap pagi. 

Memang, klaim minum kopi setiap pagi dapat menurunkan berat badan masih dipertanyakan kebenarannya. Seperti yang kita ketahui, kebanyakan orang mengonsumsi kopi dengan gula, sebagian besar malah menambahkan krimer dan susu. Bahan-bahan tambahan tersebut membuat kopi terasa lebih nikmat, sekaligus membuatnya tidak memiliki manfaat.

Gula yang terlalu banyak pada kopi dapat meningkatkan risiko diabetes, begitu juga penggunaan creamer dan susu pada kopi yang dapat membuat kadar lemak dalam tubuh makin meningkat. Kopi baru akan bermanfaat jika Anda mengonsumsinya tanpa tambahan bahan apa pun. Ada baiknya Anda mengonsumsi kopi asli, tanpa campuran bahan pengawet.

Pada dasarnya, mengonsumsi kopi kemasan atau kopi siap minum memang dinilai lebih praktis. Meskipun begitu, pengawet dan bahan tambahan lainnya juga tidak sehat. Bahan pengawet pada kopi kemasan atau kopi siap minum dapat menyebabkan beberapa penyakit dalam jangka waktu panjang di kemudian hari.

Sebenarnya, untuk mendapatkan kopi alami tidak sulit. Anda bisa membeli biji kopi dan menyangrainya sendiri lalu menggilingnya. Di pasaran, juga sudah tersedia bubuk kopi asli tanpa pengawet, meskipun harganya lebih mahal dibanding kopi kemasan atau kopi siap saji. Berdasarkan penelitian pun, akan lebih sehat jika Anda mengonsumsi kopi asli tanpa campuran apa pun, atau biasa disebut dengan kopi pahit.

Rutin Minum Kopi di Pagi Hari - globalnews.ca

Rutin Minum Kopi di Pagi Hari – globalnews.ca

Studi baru juga menunjukkan, minum 4 cangkir kopi pahit sehari sebenarnya dapat membantu mengurangi lemak tubuh. Penelitian tersebut dilakukan di Singapura, dengan 126 peserta pria dan wanita yang memiliki kelebihan berat badan. Dalam penelitian tersebut, awalnya para peneliti menganalisis fakta kopi yang dapat membantu menurunkan risiko penyakit diabetes tipe 2. 

Baca juga:  Bagaimana Cara Tepat Memijat Bayi Kembung?

Analisis tidak bisa membuktikan bahwa kopi hitam pahit dapat melindungi para pesertanya dari risiko diabetes. Para periset tidak menemukan bahwa kopi memiliki  efek perlindungan pada tubuh peserta untuk terhindar dari penyakit diabetes tipe 2. Mereka malah menemukan fakta mengejutkan bahwa kopi mampu membuat berat badan pesertanya berkurang.

Sisi positif dari minum kopi hitam pahit dalam jumlah 4 cangkir selama 6 bulan, dapat menurunkan lemak dalam tubuh hampir 4% dari keseluruhan jumlah lemak total di dalam tubuh. “Kami memang terkejut dengan penurunan berat badan yang disebabkan oleh penurunan massa lemak di kalangan peminum kopi,” kata Derrick Johnston Alperet, seorang rekan pascadoktoral di Departemen Gizi Harvard.

Alperet menuturkan, kehilangan massa lemak ini tidak mungkin karena perubahan gaya hidup, seperti diet dan olahraga. Sebaliknya, ia dan rekan-rekannya berpikir bahwa kehilangan lemak akibat kopi mungkin merupakan hasil dari reaksi metabolisme. Dalam hal ini, kafein pada kopi menyebabkan proses metabolisme peminumnya meningkat. Metabolisme yang meningkat menyebabkan proses pembakaran kalori dalam tubuh pun meningkat, sehingga berat badan menjadi berkurang.

Baca juga:  Resep Olahan Praktis dari Tepung Tapioka, Obat Bosan di Rumah Saja

Meskipun begitu, dilansir dari WebMD, penelitian yang diadakan di Singapura tersebut hanya berlangsung selama 6 bulan saja. Secara acak, mereka diinstruksikan untuk minum sebanyak 4 cangkir kopi setiap harinya. Jadi, masih ada kemungkinan risiko yang akan terjadi jika Anda mengonsumsi lebih dari 4 cangkir kopi setiap hari dalam jangka waktu lebih dari 6 bulan. 

Tidak Semua Orang Bisa Minum Kopi

Menurut Alperet, minum kopi akan lebih baik dalam jumlah normal. Minum 4 cangkir kopi setiap hari, dimulai di pagi hari, adalah jumlah yang wajar. Dari penelitian sebelumnya, Alperet menjelaskan bahwa rata-rata orang Amerika saat ini mengonsumsi hingga 4 cangkir setiap hari, sementara orang Eropa dapat minum rata-rata sebanyak 7 cangkir.

Minum Kopi Turunkan Berat Badan - www.insider.com

Minum Kopi Turunkan Berat Badan – www.insider.com

Ada juga sejumlah peneliti yang berpendapat bahwa tidak semua orang memiliki dosis minum kopi yang sama. Perlu Anda ketahui, setiap orang memiliki daya tahan tubuh dan kondisi kesehatan berbeda. Kopi setiap hari bagi sebagian orang yang memiliki penyakit tertentu, seperti darah tinggi atau jantung, tentunya tidaklah baik. Ini justru dapat membuat penyakit mereka semakin berisiko terhadap kematian. 

Baca juga:  Berisiko untuk Kesehatan, Ini Alternatif Bahan Pengganti Hidrogen Peroksida

“Terlalu banyak mengonsumsi kafein dapat menyebabkan sakit kepala, kegelisahan, detak jantung yang cepat, dan tekanan pada perut,” kata Connie Diekman, seorang konsultan makanan dan gizi. “Bagi Anda yang sering mengalami pusing dan detak jantung berdebar-debar setelah mengonsumsi kopi, ada baiknya untuk mengurangi kadar kopi yang Anda minum.”

Mengonsumsi kopi untuk mengurangi berat badan memang bisa dijadikan sebagai salah satu pilihan, namun ada baiknya jika Anda tidak terlalu gencar untuk minum kopi. Dalam sehari, Anda bisa mencoba mengonsumsi kopi dengan kafein rendah. Beberapa orang bahkan tidak bisa minum kopi walaupun kadar kafeinnya rendah. Untuk itu, Anda perlu mempertimbangkan kembali jika ingin menurunkan berat badan dengan minum kopi setiap hari.

Selain itu, minum kopi setiap hari juga perlu diwaspadai jika Anda ingin mengonsumsi makanan lainnya atau obat-obatan. Beberapa jenis makanan yang tidak cocok dikonsumsi bersamaan atau setelah dan sebelum minum kopi dapat memberikan efek buruk bagi kesehatan tubuh, apalagi jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*