Cara Mengolah Porang Jadi Chip dan Tepung Agar Tidak Gatal

Keripik porang (twitter: @agrofood_plant) Keripik porang (twitter: @agrofood_plant)

Porang (Amorphophallus oncophyllus) merupakan salah satu jenis tanaman iles-iles yang tumbuh di dalam hutan. Porang dari famili Araceae merupakan tumbuhan semak (herba) yang berumbi di dalam tanah. Tanaman porang dapat tumbuh hingga tinggi 100-150 cm, berbatang halus, tangkai dan daunnya berwarna hijau hingga hijau tua bergaris-garis dengan bercak putih.

Tanaman porang merupakan tanaman lorong di antara tanaman tahunan sehingga lebih menyukai lingkungan dengan daerah tinggi dan kelembapan cukup. Daging umbi porang berwarna kekuningan, berisi karbohidrat yang berfungsi untuk pertumbuhan selanjutnya. Akar tanaman porang berupa akar serabut berwarna putih. Akar yang berjumlah banyak ini tumbuh dari batang dan kulit umbi, berguna untuk memperluas daya serap air dan zat-zat hara dari dalam tanah.

Porang dikenal juga dengan nama iles-iles, bunga bangkai jawa, konjak, atau elephant foot yam. Dahulu umbi ini dianggap tidak layak jual karena tumbuhan dan bunganya berbau busuk. Akan tetapi, saat ini porang banyak dimanfaatkan sebagai bahan makanan alternatif, dengan sifat tepungnya yang dapat dijadikan substitusi untuk tepung gandum. Di Jepang, tepung porang digunakan sebagai bahan baku pembuatan mie atau konyaku.

Baca juga:  Anak Suka Pilih-Pilih Makanan? Ini Penyebab dan Bahayanya

Kandungan Gizi Porang

Umbi porang (sumber: mediatani.co)

Umbi porang (sumber: mediatani.co)

Zat Gizi Jumlah
Energi 69 Kkal
Karbohidrat 15,7 g
Protein 1 g
Lemak 0,1 g
Kalsium 62 mg
Fosfor 41 mg
Besi 4,2 mg

Porang mengandung serat pangan yang sangat tinggi. Serat pangan dari porang sering disebut juga sebagai serat konjak jenis glukomanan. Glukomanan tergolong serat larut air yang memiliki sifat membentuk viskus (gel) makanan. Sifat ini mampu memperlambat waktu pengosongan lambung, menahan penyerapan glukosa dan lipid, serta memperpanjang rasa kenyang, sehingga akan menginduksi respons fisiologis yang menguntungkan.[1]

Sayangnya, meskipun sangat menguntungkan dan menyimpan banyak manfaat, mengolah porang memang tidak mudah. Pasalnya, umbi satu ini mengandung suatu zat yang bisa menimbulkan rasa gatal di lidah. Berikut ini cara mengolah porang agar tidak gatal.

Cara Mengolah Porang Menjadi Chip Porang

Dalam mengolah umbi porang agar dapat menghasilkan produk makanan maka terlebih dahulu harus menghilangkan rasa gatal akibat Kalsium Oksalat dengan caraoptimasi sampai mendapatkan hasil yang terbaik. Pengolahan umbi porang secara umum ada empat tahap, yaitu perendaman, penjemuran, pengukusan dan penggorengan sampai menjadi kripikporang, tahapan dalam pembuatan keripik porang adalah sebagai berikut:

Baca juga:  Manfaat, Kandungan dan Cara Mengolah Sarang Semut
Proses menjemur irisan porang (sumber: idealoka.com)

Proses menjemur irisan porang (sumber: idealoka.com)

  1. Porang seberat 5 kg dikupasdengan ukuran 3-4 inchi kemudian irisan umbiporang dicuci dengan air mengalir serta ditiriskan, potongan porang bagian tengah ditusuk garpu kemudian direndam dalam air yang telah ditambah dengan garam gosrok (300 gram). Direndamselama 3-4 hari dengan penggantian air setiap hari,saat perendaman porang juga diluluri kapur njet (500 gram).
  2. Setelah proses perendaman selesaimaka porang dicuci dengan air mengalir, setelahporang dicuci maka porang kembali direndam dengan air garam sedikit (100 gram) serta porangdiluluri dengan abu (500 gram) dan direndamselama 2-3 hari, setelah proses perendaman,porang dicuci dengan air mengalir hingga bersihkemudian dijemur selama 3-4 hari.
  3. Porang yangtelah kering dikukus selama 3 jam dan dijemurkembali 3-4 hari kemudian porang yang telahkering dapat digoreng sampai menjadi keripikporang.[2]

Cara Pembuatan Tepung Porang

  1. Chip porang yang telah kering dimasukkan dalam disc mill (mesin penepung).
  2. Setelah keluar dari disc mill, tepung porang dihaluskan menggunakan ball mill (mesin penepung).
  3. Tepung porangdifraksinasi (pemisahan senyawa berdasarkan berat jenis). Pada tahap ini, kalsium oksalat dan zat pengotor yang lain akan dibuang dengan cara dihembuskan.
  4. Kemudian dilakukan pencucian dengan etanol. Proses ini bertujuan meminimalisir kandungan kalsium oksalat (zat yang dapat menyebabkan gatal pada kulit dan mengendap di ginjal serta merusak hati) dan zat-zat pengotor pada tepung porang sehingga yang tersisa sebagian besar adalah glukomanan.
  5. Didapatkan tepung porang murni.
Baca juga:  Berawal Dari Modal Kecil, Ternyata Bisnis Es Lilin Menghasilkan Untung Hingga Jutaan Rupiah

Jika sudah didapatkan hasil akhir berupa tepung porang, maka Anda bisa memanfaatkannya untuk diolah menjadi mie atau beras shirataki, tahu jepang (konyaku), pembungkus kapsul, dan masih banyak lagi.

[1]Sunarti. 2018. Serat Pangan Dalam Penanganan Sindrom Metabolik. Tanti, editor. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

[2]Wahyuni, KI dkk. 2020. Pemanfaatan Umbi Porang (Amorphophallus muelleri Bl) Sebagai Bahan Baku Keripik. Jurnal Karinov. 3(1): 1-4.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*