Apa Penyebab Sebagian Mentimun Terasa Pahit Saat Dikonsumsi?
Timun termasuk bahan yang sering ditemukan dalam aneka masakan khas Indonesia. Bahan satu ini dikenal kaya akan manfaat. Sayangnya, terkadang Anda mungkin menemukan mentimun yang rasanya agak pahit. Sebenarnya apa penyebab mentimun pahit? Amankah untuk dikonsumsi?
Timun atau mentimun (Cucumis sativus) sudah dibudidayakan di kawasan Asia Selatan sejak 300 tahun yang lalu. Mentimun memerlukan kelembapan udara yang tinggi, tanah subur yang gembur, dan sinar matahari penuh dengan drainase yang baik.
Buah mentimun dipercaya mengandung zat-zat saponin (mengeluarkan lendir), protein, lemak, kalsium, fosfor, besi, belerang, vitamin A, B1, dan C.[1] Biji mentimun mengandung banyak vitamin E untuk menghambat penuaan dan menghilangkan keriput, di balik kesegaran dagingnya yang banyak mengandung air, ternyata tersimpan vitamin C dan asam kafeat untuk meredakan iritasi kulit dan mengurangi penumpukan cairan di bawah kulit.
Kandungan Gizi Mentimun
Kandungan zat gizi yang terdapat pada mentimun per 100 gram berat badan adalah energi 12 kalori, protein 0,7 gram, lemak 0,1 gram, karbohidrat 2,7 gram, kalsium 10 mg, fosfor 21 mg, besi 0,3 mg, vitamin C 8 mg, dan vitamin B1 0,3 mg.
Manfaat Mentimun
Konsumsi mentimun sangat bermanfaat untuk detoksifikasi. Kandungan air yang sangat tinggi (hingga 90 persen), membuat mentimun memiliki efek diuretik – memperlancar buang air kecil, membantu menghilangkan dan menetralkan toksin (racun), serta membantu menyiram bakteri di sepanjang usus dan dinding kandung kemih.
Kandungan air dan mineral kalium dalam mentimun juga berperan mengeluarkan kelebihan asam urat dan sisa metabolisme melalui ginjal. Asam urat yang berlebihan di dalam darah akan membentuk kristal yang akan menumpuk di persendian dan menyebabkan penyakit artritis atau radang sendi. Sedangkan sisa metabolisme berupa garam mineral yang menumpuk di saluran kemih akan membentuk batu ginjal. Karena itu, konsumsi mentimun dapat disarankan pada penderita artritis dan batu ginjal.[2]
Mentimun sangat cocok dikonsumsi sebagai makanan diet untuk mengontrol berat badan karena sangat rendah kalori dan kaya akanserat. Kandungan serat dalam mentimun dapat menurunkan kadar lemak tubuh dan kolesterol serta memberi efek mengenyangkan sehingga kita jadi tidak gampang lapar. Selain itu, mentimun juga mengandung asam malonat yang dapat mencegah gula darah berubah menjadi lemak, sehingga sangat membantu untuk menurunkan berat badan.
Mengonsumsi jus mentimun mentah juga baik untuk pencernaan. Kandungan airnya yang tinggi membantu menetralkan dan mengurangi keasaman lambung yang berlebihan pada sakit maag, seratnya bermanfaat untuk melancarkan buang air besar, dan kandungan enzim erepsin-nya berfungsi membantu mencerna protein.
Penderita hipertensi sangat disarankan untuk mengonsumsi mentimun. Kandungan mineral kalium, magnesium, dan serat di dalam timun bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah. Mineral magnesium juga berperan melancarkan aliran darah dan menenangkan saraf.[3]
Penyebab Rasa Pahit Mentimun
Ada kalanya kita menemukan rasa pahit pada mentimun. Rasa pahit itu berasal dari saponin, senyawa fitokimia yang terdapat dalam lendir mentimun. Meskipun pahit, saponin memiliki manfaat antikanker, menurunkan kolesterol, dan meningkatkan daya tahan tubuh. Hasil penelitian dari Food Research Institute, Department of Food Microbiology, University of Wisconsin, Madison juga menemukan bahwa mentimun mengandung asam linoleat terkonjugasi (Conjugated Linoleic Acids/CLA) yang bersifat antioksidan.
Antioksidan berperan mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas penyebab kanker, penyakit jantung, dan mengurangi kadar lemak dalam tubuh. Kandungan vitamin C dalam mentimun juga bermanfaat untuk meningkatkan kadarglutation, yaitu asam amino bersifat antioksidan yang dihasilkan secara alami oleh sel tubuh.[4]
Tips Mengupas Mentimun
Tidak jarang mentimun yang kita gunakan untuk memasak berasa pahit. Nah, tahukah Anda, cara mengupas mentimun yang keliru memang dapat menyebabkan mentimun jadi pahit. Coba simak tip berikut ini untuk menghindarkan mentimun pahit.
Kupaslah mentimun dari ujung, kemudian terus ke bagian bawah hingga sampai ke daerah tangkai. Pusat rasa pahit pada mentimun terdapat pada bagian sekitar tangkai. Karena itu, jika mentimun dikupas dengan dimulai dari sana, maka rasa pahitnya akan meluas ke seluruh bagian.[5]
[1] Olivia, F. 2013. Awet Muda Ala Korea. Jakarta: Elex Media Komputindo, hlm 86.
[2] Ide, Pangkalan. 2011. Agar Jantung Sehat 2. Jakarta: Elex Media Komputindo, hlm 89.
[3]Ibid., hlm 90.
[4]Ibid., hlm 91.
[5] HD, Nailul&Rahmalia A. 2011. Buku Pintar Ibu Rumah Tangga. Jakarta: Elex Media Komputindo, hlm 149.



Leave a comment