Manfaat & Efek Samping Kacang Edamame yang Perlu Anda Ketahui

Kacang kedelai edamame (sumber: kemlu.go.id) Kacang kedelai edamame (sumber: kemlu.go.id)

Anda sudah pernah mencicipi kacang edamame? Kacang berwarna hijau satu ini memang terasa lezat jika dijadikan cemilan untuk diet karena rendah kalori. Namun demikian, kabarnya ada beberapa efek samping yang mungkin mengintai jika Anda terlalu banyak mengonsumsi kacang edamame alias kedelai jepang.

Edamame merupakan jenis kedelai yang dipanensaat polongnya masih muda dan berwarna hijau,tepat sebelum kedelai matang dan kering, yaitu saatstadia R6 (pengisian biji 80 – 90% pengisian).[1]Edamame yang memiliki nama Latin Glycin max (L) Merrill, secara umum lebih dikenal dengan sebutan kedelai jepang. Tanaman edamame termasuk dalam kategori tumbuhan semusim dengan bentuk semak rendah, tegak, berdaun lebat. Sementara itu, tingginya antara 30 hingga 50 cm. Beberapa jenis tanaman edamame yang pernah dikembangkan di Indonesia, yaitu jenis Ocumani, Tsuronoko, Tsurumidori, Taiso, dan Ryokkoh.[2]

Kedelai edamame merupakan produk unggulan Jember karena memunyai berbagai keunggulan, yaitu produktivitas tinggi, kandungan gizi yang lebih, kecepatan waktu panen, pasar ekspor edamame masih luas dan yang terakhir adalah harga edamame yang cukup tinggi di pasar ekspor.

Baca juga:  Apa Itu Puasa Intermitten? Berikut Metode & Manfaat Positifnya Bagi Kesehatan

Kandungan Gizi Edamame

Edamame mengandung 40% protein, 33% karbohidrat, 20%lemak (tanpa kolesterol), dan 6% serat. Selain kandungan gizi tersebut, edamame juga mengandung kalsium, zat besi, kalium, asam askorbat, dan vitamin E. Isoflavon yang terkandung dalam edamame di antaranya genistein, daidzein, dan glisitein. Genistein yang merupakan salah satu isoflavon utama pada kedelai edamame memiliki efek antibakteri, antioksidan dan antiinflamasi. Kandungan isoflavon pada edamame rata-rata sebesar 92,81 µg/g dan genistein rata-rata sebesar 19,79 µ g/g.[3]

Kacang kedelai edamame (sumber: japantimes.co.jp)

Kacang kedelai edamame (sumber: japantimes.co.jp)

Manfaat Edamame

Edamame dikatakan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Edamame mengandung isoflavon yang dapat berperan sebagai antikanker. Kandungan gizi edamame kemungkinan merupakan yang tertinggi dibandingkan tanaman pangan lain yang ada di dunia. Kandungan proteinnya rata-rata lebih dari 40%, termasuk semua asam amino penting yang tidak dimiliki oleh tanaman pangan lain. Satu gelas edamame mengandung 22 gram protein. Pada edamame, vitamin A, B, zat besi, dan serat pangan juga terkandung dalam jumlah tinggi. Edamame juga mengandung kalsium dalam jumlah yang tinggi, sehingga dapat memperkuat tulang, gigi, dan mencegah resiko osteoporosis.

Baca juga:  Meskipun Berotot, Daging Sengkel Mampu Diolah Menjadi Masakan Lezat

Keunggulan lain dari susu kedelai adalah bebas laktosa dengan kandungan lemak yang lebih rendah (2,5g/100g), sehingga susu edamame baik digunakan bagi mereka yang menjalani diet rendah lemak. Susu kedelai sedikit mengandung kalsium dan fosfor yang berperan dalam pertumbuhan khususnya pembentukan tulang dan gigi.[4]

Efek Samping Kacang Edamame

Meski dikenal bermanfaat untuk kesehatan. Konsumsi edamame secara berlebihan kabarnya berpotensi menimbulkan efek samping yang berbahaya. Efek pertama yang mungkin dirasakan adalah perut kembung dan mudah buang angin. Untuk menghindari efek tersebut, sebaiknya cobalah untuk memasak kedelai edamame lebih lama, entah dengan cara dikukus, direbus, atau sebagainya.

Di samping itu, Anda perlu berhati-hati saat hendak mengonsumsi edamame. Pasalnya, kacang satu ini mungkin menimbulkan reaksi alergi pada sebagian orang. Alergi biasanya ditandai dengan mual, gatal-gatal, diare, dan kulit kemerahan.

Bagi ibu hamil, konsumsi kacang edamame mungkin bisa meningkatkan risiko pendarahan. Apalagi jika Anda sedang mengonsumsi obat pengencer darah. Kemudian, konsumsi edamame secara berlebihan pun bisa menimbulkan masalah pencernaan, seperti diare, sembelit, atau kram perut.

Baca juga:  Kenali Bahaya dan Tanda Toxic Positivity di Kantor

Produk kedelai seperti edamame pun mengandung estrogen nabati dalam jumlah besar seperti isoflavon. Dilansir dari Haibunda, paparan estrogen pada neonatal bisa berdampak buruk pada kesehatan reproduksi wanita di kemudian hari. Selain itu, menurut penelitian rupanya paparan bahan kimia estrogenik bisa memengaruhi anak perempuan mulai dari tahap janin sampai remaja.

[1]Akhita, DP dkk. 2020. Efek Antibakteri Ekstrak Etanol Biji Edamame (Glycine Max (L) Merril) terhadap Bakteri E. Coli. Journal of Agromedicine and Medical Sciences. 6(3): 137-142.

[2]Muaris, H. 2013. Khasiat Edamame untuk Kestabilan Kesehatan. Intarina H, editor. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, hlm 6.

[3]Akhita, DP dkk. Op, cit.

[4] Dewi, NWR dkk. 2019. Susu Edamame Jelly Kelor Sebagai Alternatif Minuman Untuk Perbaikan Gizi Anak. HEJ (Home Economics Journal). 3(2): 38-61.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*