Sering Dipakai dalam Chinese Food, Apa Pengganti Bubuk Ngohiong?
Jika Anda termasuk penggemar Chinese food atau hidangan khas China, pastinya sudah tak begitu asing dengan cita rasa aneka masakan yang mengandung bumbu ngohiong. Bubuk satu ini bisa menciptakan rasa yang kompleks pada suatu hidangan, karena memadukan beberapa rasa sekaligus, yakni manis, pahit, asam, asin, dan juga gurih. Perpaduan komposisi bumbu yang pas tentunya membuat aneka masakan China dengan tambahan ngohiong jadi terasa lebih menggugah selera. Lantas, apa bahan pengganti bubuk ngohiong?
Perpaduan beberapa jenis rempah menjadi satu merupakan salah satu ciri kuliner Asia. Termasuk rempah dari Negeri Tirai Bambu yang juga dapat diperoleh dengan mudah di negara kita. Lima jenis rempah yang unik itu dipadukan menjadi satu, sehingga tercipta bumbu masak yang bukan hanya harum dan lezat tetapi juga sehat. Aroma harumnya ini mengalahkan MSG yang hanya menghasilkan rasa gurih tanpa aroma yang harum. Jadi, kelima rempah (five spices) yang disebut ngohiong sangat cocok untuk memanggang ayam dan daging.
Ngohiong yang populer dengan sebutan “five spice powder” merupakan perpaduan dari lima bumbu yang dicampur jadi satu, yaitu adas, cengkih, merica, pekak, dan kayu manis yang ditumbuk menjadi satu. Dengan demikian, akan tercipta rasa manis, asam, pedas, pahit, dan asin.
Bumbu yang wangi dan unik ini biasanya dipakai untuk membumbui hidangan panggang seperti ayam dan daging. Termasuk pula beragam hidangan adaptasi dari Cina. Tak jarang bumbu ini juga disajikan sebagai condiment, sebagai penyedap rasa dalam bentuk bubuk seperti garam dan merica. Saus taoco yang manis sebagai teman ayam panggang merah juga bisa diberi ngohiong agar beraroma harum dan memiliki cita rasa yang menarik.
Selain sangat populer dalam masakan Tionghoa, ngohiong sering juga digunakan dalam masakan di Asia Tenggara seperti Thailand, Kamboja, dan Vietnam. Perpaduan rasa dan aroma bumbu ini didasarkan dari falsafah bangsa China dalam menyeimbangkan “yin” dan “yang” dalam masakan. Bumbu siap pakai ini yang berwarna sedikit cokelat kemerahan bisa dibeli di toko swalayan hingga pasar tradisional. Jadi, kita tak perlu repot meraciknya sendiri.[1]
Kandungan & Manfaat Bubuk Ngohiong
- Adas mengandung minyak essential untuk mengurangi gejala gangguan ringan saluran napas dan cerna.
- Kayu manis mengandung cinnulin yang dapat mengendalikan kadar gula darah.
- Cengkih mengandung eugenol yang bersifat anti-inflamasi.
- Pekak atau bunga lawang mengandung essential oil yang berkhasiat sebagai diuretik dan obat batuk.
- Merica seperti halnya cabai dengan dosis kecil bersifat anti-inflamasi.
- Cabai mengandung capsaicin yang bersifat anti-inflamasi.[2]
Selain melezatkan masakan, bumbu ngohiong juga dapat mengurangi aroma amis pada masakan ikan, bebek, ayam, atau daging.[3] Lantas, apa pengganti bubuk ngohiong? Berikut ulasannya.
Pengganti Bubuk Ngohiong
Pada dasarnya tak ada bahan yang bisa menggantikan bubuk ngohiong selain membuatnya sendiri. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, ngohiong adalah perpaduan dari lima rempah. Jadi, Anda tetap harus menggunakan 5 rempah dasar pembangun bubuk ngohiong, yakni kayu manis, andaliman/sichuan, lada batak, adas manis, bunga lawang, dan cengkih (cengkeh). Bahan-bahan tersebut disangrai sebentar, lalu dimasukkan ke mesin grinder atau blender yang mampu menghaluskan bumbu. Haluskan kelima bahan itu hingga berbentuk bubuk.
Setelah bubuk ngohiong halus dan tercampur rata, simpan dalam wadah yang tertutup rapat atau kedap udara. Anda bisa memasukkannya ke freezer atau tambahkan silica gel dalam kemasan supaya bubuk ngohiong bisa disimpan dalam waktu lebih lama dan tidak menggumpal. Ingat, bubuk ngohiong rentan berjamur jika Anda tidak menyimpannya dengan cara yang benar.
Apabila Anda malas meracik bubuk ngohiong sendiri, tak ada salahnya membeli bumbu ngohiong yang sudah jadi dan siap pakai. Bumbu ngohiong bisa dengan mudah ditemukan di supermarket terdekat dengan harga yang relatif terjangkau.
[1] Hartono, A dkk. 2021. Lezat Tapi Bikin Langsing: Menu Favorit Hidup Sehat. Yogyakarta: Nigtoon Cookery, hlm 6.
[2]Ibid., hlm 7.
[3]Sutomo, B &Hayyana C. 2015. Koleksi Resep Chinese Food. Ida A, editor. Jakarta: Kawan Pustaka, hlm 13.

Leave a comment