Cara Mudah Menanam Bibit Bunga Mawar Sendiri di Rumah

Menanam mawar di pot (sumber: backyardboss.net) Menanam mawar di pot (sumber: backyardboss.net)

Mawar tergolong bunga hias yang tampilannya begitu indah. Tak ayal jika kemudian mawar kerap dimanfaatkan sebagai bunga potong atau dirangkai jadi buket bunga yang cantik. Cara menanam bibit bunga mawar pun tak terlalu sulit. Anda bisa menanamnya sendiri di pot atau bahkan di pekarangan Anda.

Tentang Bunga Mawar

Dilansir dari Wikipedia, mawar adalah suatu jenis tanaman semak dari genus Rosa sekaligus nama bunga yang dihasilkan tanaman ini. Mawar liar terdiri dari 100 spesies lebih, kebanyakan tumbuh di belahan bumi utara yang berudara sejuk.

Mawar berasal dari daerah beriklim sedang di daerah subtropis. Habitat alaminya daerah bertemperatur dingin. Dalam perkembangan selanjutnya, penyebaran mawar meluas di seluruh dunia, baik daerah subtropis ataupun tropis. Hanya di daerah gurun pasir yang panas dan kutub bersalju abadi tanaman mawar tidak dapat ditemukan.

Pada awal penemuan, mawar merupakan tanaman liar di pegunungan subtropis yang bertemperatur dingin dan memiliki kelembapan udara rendah. Kondisi habitat alami yang demikian memungkinkan mawar bertahan di daerah subtropis pada saat musim dingin tiba. Saat salju turun, mawar tidak mati melainkan hanya dorman dan saat musim semi akan kembali tumbuh sempurna.

Baca juga:  Manfaat Bunga Rosella Kering, Mulai dari untuk Diet Hingga Kaya Antioksidan

Mawar liar kemudian menyebar ke berbagai penjuru dunia, beradaptasi dengan lingkungan setempat. Tingginya daya adaptasi mawar menjadikannya bukan hanya tanaman daerah beriklim dingin tetapi juga tanaman untuk daerah beriklim hangat. Sesuai sifat tumbuhnya di habitat asli, maka di daerah tropis mawar tumbuh baik di kawasan dataran tinggi beriklim sejuk.

Mawar liar umumnya tumbuh sebagai tanaman semak setengah merambat (rambling), serta memiliki helai mahkota bunga tunggal berukuran kecil. Sifat pertumbuhannya kokoh sebagai jenis tanaman berkayu. Dari seleksi alam dan hibridisasi baik secara alami atau melalui program pemuliaan tercipta jenis mawar lain yang disebut mawar kuno (old roses). Ada ratusan hasil hibrida mawar lama dan selanjutnya terus menerus dimuliakan hingga tercipta mawar modern (modern roses) yang ada saat ini.

Tiap spesies mawar memiliki tipe pertumbuhan yang berbeda, demikian pula variasi bunga dan aromanya. Variasi inilah yang menjadikan mawar banyak digemari oleh hobiis tanaman hias. Bermula dari tanaman liar, selanjutnya mawar dibudidayakan secara khusus untuk berbagai tujuan, yaitu sebagai elemen taman, sebagai tanaman hias dalam pot, sebagai bunga potong, atau sengaja dibudidayakan untuk produksi minyak atsiri dan parfum serta obat-obatan.

Baca juga:  Aneka Resep Biji Salak Sebagai Takjil di Bulan Ramadan

Mawar liar tidak memerlukan perhatian khusus, sedangkan mawar modern menghendaki teknik budidaya tertentu agar tumbuh dengan baik. Khusus untuk jenis hibrida perlu ketelitian dalam melakukan teknik budidaya agar dapat tumbuh optimal.[1]

Bunga mawar terdiri dari 5 helai daun mahkota dengan pengecualian Rosa sericea yang hanya memiliki 4 helai daun mahkota. Setiap spesies ataupun hibrida memiliki bentuk helai mahkota yang berbeda-beda, yaitu tipe rata (plain), menggulung (reflexed), berkerut (ruffed), dan pinggir bergerigi (frilled).[2]Di antara warna yang dimiliki oleh mawar adalah putih, merah muda, kuning, dan biru pada beberapa spesies.

Cara Menanam Bibit Bunga Mawar

  1. Siapkan biji atau benih bunga mawar yang hendak ditanam.
  2. Siapkan juga baskom sebagai tempat penyemaian biji mawar. Masukkan beberapa lembar kapas ke baskom. Basahi dengan sedikit air. Pastikan kondisi kapas cukup lembap, tapi tidak sampai terendam atau tergenangi air. Siapkan pula plastik, tali, rafia, dan paku. Nantinya plastik itu digunakan untuk menutupi baskom supaya kelembapan udara di dalamnya terjaga.
  3. Rendam biji mawar dengan air hangat selama 30-45 menit. Kemudian rendam dengan air sari bawang merah untuk zat perangsang tumbuh (ZPT).
  4. Semai biji mawar di atas kapas basah dalam baskom. Susun secara rapi. Tutup baskom dengan plastik yang sudah dilubangi. Letakkan baskom di tempat yang gelap.
  5. Dalam kurun waktu 5-7 hari, biji atau benih mawar yang Anda semai tadi seharusnya sudah tumbuh menjadi kecambah. Jika sudah tumbuh kecambah, pindahkan ke polybag bersama media tanam yang berupa campuran tanah dan sekam padi.
Baca juga:  Adalah Salah Satu Sumber Pangan, Ini yang Perlu Anda Tahu Tentang Tepung Larut

Bunga mawar juga dapat diperbanyak dengan cara stek batang. Potong batang mawar yang telah cukup tua. Potong meruncing bagian pangkal stek kemudian rendam dalam air tumbukan bawang merah selama 15 menit. Tancapkan stek batang ke dalam media tanah, siram dan beri pupuk secukupnya.[3]

[1] Lingga, L. 2008. Mawar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, hlm 9.

[2]Ibid., hlm 14.

[3]Setyami, I dkk. 2021. Bunga Rampai: Membaca Corona Membaca Realita. Yogyakarta: Jejak Pustaka, hlm 28.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*