Pentingnya Menjaga Kebersihan Lensa Kontak Demi Terhindar Dari Infeksi Mata

softlens, lensa, kontak, bahaya, kebersihan, air, tangan, bersih, disinfektan, keratitis, kasus, acanthamoeba, infeksi, mata, dokter, merah, radang, sakit, perawatan, kornea, transplantasi, kebutaan, tempat, penyimpan, larutan Aplikasi pemakaian lensa kontak mata

Pemakai softlens atau lensa kontak sebaiknya patut berhati-hati. Menurut peneliti dari Inggris, softlens dinilai bisa menyebabkan kebutaan karena infeksi mata. Di Inggris bagian selatan, kasus infeksi disebut dengan Acanthamoeba Keratitis. Penyakit tersebut biasanya terkait dengan penggunaan lensa kontak yang tidak terjaga kebersihannya (tidak higienis).

Infeksi tersebut melibatkan ameba-ameba kecil sel tunggal dengan bakteri penyebab keratitis. Ketika mata sudah terkena infeksi, hal itu bisa menyebabkan kornea menjadi sakit dan meradang yang disebabkan karena mikroorganisme pembentuk kista tersebut.

Untuk satu dari empat orang penderita, penyakit tersebut menyebabkan hilangnya sebagian besar penglihatan atau bisa juga disebut kebutaan dan penderitanya diharuskan menjalani perawatan dalam jangka waktu lama.

Walaupun infeksi tersebut termasuk jarang terjadi, penyakit itu juga terjadi di Amerika Serikat. Menurut Dr. Jules Winokur, seorang dokter yang praktik di Lenox Hill Hospital, New York City, mengatakan bahwa ada beberapa wabah di Amerika Serikat, yang paling banyak terjadi adalah infeksi karena lensa kontak.

Dalam praktik klinis, Winokur tidak melihat kasus seperti Acanthamoeba sebagai kasus yang umum terjadi. Namun, seringkali kasus yang terjadi adalah pasien yang memakai lensa kontak lalu terkena air dan terkontaminasi, bisa dari kolam renang, taman air, atau bahkan air kamar mandi di rumah. Perawatan untuk kasus Acanthamoeba bisa panjang dan cukup sulit. Perawatannya bisa dimulai dari menggunakan obat-obatan hingga transplantasi kornea.

Baca juga:  Waspada, Stres Bisa Menyebabkan Jerawat Tubuh

Di Inggris, dilakukan penelitian yang dipimpin oleh Dr. John Dart dari Institute of Ophthalmology dari University College London. Timnya berhasil mengumpulkan data pasien dari tahun 1985 hingga 2016 dari Rumah Sakit Mata Moorfields.

Peneliti menemukan peningkatan kasus penyakit dari 8 menjadi 10 dari rentang waktu tahun 2002-2002. Dalam setahun, ada sekitar 36 hingga 65 kasus. Secara keseluruhan, 25 persen dari penyakit tersebut membutuhkan transplantasi kornea sebagai perawatannya.

Tim peneliti Dart juga melakukan penelitian kedua kalinya. Kali ini, mereka meneliti orang-orang yang menggunakan softlens dalam kesehariannya. Penelitian tersebut membandingkan 63 diagnosa Acanthamoeba Keratitis dengan pasien sejumlah 213 orang yang pergi ke rumah sakit karena alasan lain.

softlens, lensa, kontak, bahaya, kebersihan, air, tangan, bersih, disinfektan, keratitis, kasus, acanthamoeba, infeksi, mata, dokter, merah, radang, sakit, perawatan, kornea, transplantasi, kebutaan, tempat, penyimpan, larutan

Memakai lensa kontak dalam keseharian

Tim peneliti tersebut menemukan risiko pengembangan penyakit tiga kali lebih cepat pada pemakai lensa kontak yang tidak higienis. Hal ini termasuk orang-orang yang tidak selalu mencuci softlensnya dan tidak mengeringkan tangan ketika menggunakannya. Bisa juga termasuk orang-orang yang menggunakan produk disinfektan yang mengandung Oxipol.

Selain itu, orang-orang yang mengenakan lensa kontak di kolam renang atau kolam air panas juga berisiko, begitu pula orang-orang yang mandi atau mencuci muka saat masih menggunakan softlens.

Dart mengatakan bahwa orang-orang yang memakai lensa kontak harus memastikan tangan sudah dalam keadaan bersih dan mengeringkannya sebelum menggunakan lensa kontak. Dan, hindari menggunakan softlens pada saat berenang, mencuci wajah, atau mandi.

Baca juga:  Punya Varian Warna Kuning Langsat, Bedak La Tulipe Two Function Cake No 2 Laris di Pasaran

Lensa kontak yang digunakan harian dinilai bisa menjadi solusi atau mungkin lebih aman. Peneliti kemudian menganalisa data untuk memastikan risiko dari faktor lensa kontak daily tersebut.

Dart mengatakan bahwa infeksi akibat penggunaan lensa kontak mungkin memang langka, biasanya memengaruhi kurang dari 3 dari 100.000 pengguna lensa kontak per tahun di Inggris bagian tenggara. Tetapi, sebagian besar kasus infeksi yang terjadi bisa dicegah. Hal tersebut bisa meningkatkan pentingnya kewaspadaan terhadap risiko penggunaan lensa kontak.

Dr. Matthew Gorski, seorang dokter mata di Northwell Health di Great Neck, New York mengatakan bahwa ia setuju bahwa lensa kontak yang tepat akan mencegah terjadinya kasus Acanthamoeba.

Menurut Gorski, infeksi bisa dicegah apabila Anda memerhatikan hal berikut, di antaranya mencuci tangan dengan sabun dan air sebelum menggunakan lensa kontak. Anda juga harus memastikan bahwa tangan telah terbebas dari bakteri, menyimpan kotak tempat lensa kontak dengan bersih dan benar, termasuk tidak membersihkan lensa kontak dengan air kran.

Anda juga perlu melepas lensa kontak sebelum berenang atau mandi. Apabila Anda mengalami sakit mata, mata menjadi peka terhadap cahaya, mata berwarna merah atau penglihatan berubah, sebaiknya segera kunjungi dokter untuk mendapatkan diagnosa dan perawatan yang tepat.

Tips Aman Menggunakan Lensa Kontak

softlens, lensa, kontak, bahaya, kebersihan, air, tangan, bersih, disinfektan, keratitis, kasus, acanthamoeba, infeksi, mata, dokter, merah, radang, sakit, perawatan, kornea, transplantasi, kebutaan, tempat, penyimpan, larutan

Ilustrasi: perawatan lensa kontak, membersihkan wadahnya (sumber: thegadgetflow.com)

Bagi Anda yang sehari-hari memakai lensa kontak, tidak perlu khawatir. Uraian di atas mungkin saja tidak terjadi di semua orang. Untuk tetap aman menggunakan lensa kontak, Anda bisa mengikuti tips berikut:

Baca juga:  Rangkaian Produk Skincare Viva yang Murah Meriah untuk Memutihkan Wajah

Mengikuti instruksi pada kemasan

Softlens memiliki jenis yang berbeda-beda. Sehingga membutuhkan perawatan yang berbeda pula. Oleh karena itu, penting untuk memerhatikan dengan baik instruksi penggunaan yang tertera pada kemasan. Selain instruksi yang tertera, ikuti juga petunjuk yang diberikan oleh dokter.

Menjaga kebersihan softlens

Kebersihan softlens adalah kunci utama agar tidak mengalami risiko yang terjadi. Disarankan untuk membersihkan softlens dengan larutan khusus softlens sesuai instruksi penggunaan maupun petunjuk dokter, rutin melakukan pemeriksaan softlens, hindari memakai softlens saat mandi dan berenang, serta hindari menggunakan softlens yang sudah rusak.

Hindari menggunakan softlens saat tidur

Demi keamanan, kesehatan, dan kenyamanan mata, hindari menggunakan softlens saat tidur. Penting sekali untuk melepasnya sebelum tidur. Penggunaan softlens saat tidur dapat meningkatkan risiko munculnya keratitis, yaitu peradangan yang terjadi pada kornea. Pada tingkat tertentu, keratitis ini dapat menyebabkan kebutaan.

Rajin membersihkan tempat penyimpanan softlens

Tidak hanya rutin mengganti larutan untuk softlens, penting memerhatikan kebersihan tempat penyimpanan. Setiap hari setelah penggunaan, bilas tempat penyimpanan softlens, kemudian keringkan dengan membiarkannya terbuka. Setiap satu minggu sekali, cuci bersih tempat penyimpan dengan menggunakan larutan untuk softlens dan gosok secara perlahan. Selain dibilas dan dicuci, ganti juga tempat penyimpanan dengan yang baru tiap sebulan sekali.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*