Perbedaan Wantex dan Wenter untuk Pewarna Pakaian
Berkreasi dengan pewarna pakaian seperti Wantex atau Wenter memang cukup seru. Pewarna tekstil ini sering digunakan untuk memperbarui jeans yang telah usang atau bahkan untuk mewarnai kaos dengan teknik tie-dye. Namun, selama ini banyak yang masih bingung dengan perbedaan Wantex dan Wenter. Sebenarnya apa perbedaan antara Wantex dan Wenter? Bagaimana cara penggunaannya?
Nama pewarna Wenter, sebenarnya diambil dari merk dagangnya yaitu Wantex. Pewarna ini cukup populer karena penggunaannya mudah. Dulu pewarna ini banyak digunakan untuk mewarnai kembali kain, seperti baju yang telah memudar warnanya atau untuk mengubah warna. Sebagai contoh lain, celana jeans biru belel jika dicelup ke dalam Wenter warna hitam, maka celana ini akan kelihatan seperti baru.
Wenter kini juga banyak digunakan dalam membuat shibori. Biasanya berupa bubuk yang dikemas di dalam kantong kertas dan dapat langsung digunakan. Cara penggunaannya juga tertera pada kemasan.[1] Anda perlu menyiapkan sejumlah peralatan pendukung seperti kompor, panci, Wantex, pengaduk, dan sarung tangan.
Cara Pemakaian Wantex/Wenter
Sortir pakaian
Anda perlu memilih pakaian dengan warna yang sama agar pewarnaan dapat dilakukan sekaligus. Selain itu, pisahkan antara pakaian tebal dan tipis untuk memaksimalkan pewarnaan. Selain itu, tidak disarankan mewarnai pakaian dalam jumlah banyak karena dapat menyebabkan warna wantexnya tidak merata.
Siapkan air dan wantek
Masukkan air ke dalam panci hingga seluruh pakaian bisa terendam. Setelah itu, masukkan 1-2 bungkus wenter ke dalam panci tersebut. Biasanya untuk 1-2 bungkus, Anda perlu sekitar 3 liter air.
Rebus pakaian
Kemudian nyalakan api sedang agar bisa mendidih dengan lebih rata, sehingga wantex bisa meresap dengan baik pada pakaian. Rebus pakaian selama 15-30 menit. Setelah itu, matikan kompor dan membiarkan airnya hingga dingin. Dalam proses tersebut, disarankan untuk terus mengaduk pakaian agar warnanya bisa lebih rata.
Bilas pakaian
Jika air rebusan telah dingin, Anda dapat membilas pakaian dengan sarung tangan agar warna wenter tidak mengenai tangan. Bilas pakaian dengan air bersih sebanyak 5-6 kali agar warna dari wenter benar-benar hilang.
Jemur pakaian
Hindari menjemur pakaian langsung di bawah terik matahari agar warna tidak mudah pudar. Jemur pakaian di tempat teduh agar warna hasil wantex bisa lebih awet dan tahan lama.
Itu tadi langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mewarnai pakaian atau celana menggunakan wenter. Nah, sebagian besar dari Anda mungkin selama ini banyak yang bertanya-tanya, sebenarnya apa perbedaan Wantex dan Wenter. Berikut ulasannya.
Perbedaan Wantex dan Wenter
Wenter merupakan zat pewarna yang biasa digunakan pada kain, jeans, benang, ataupun sebagainya. Di mana wenter biasa disebut juga wantek yang berarti mengubah tampilan/warna yang berbeda baik itu baju, celana, kaos, atau bahan lainnya. Wenter juga terkenal akan proses pemakaiannya yang tradisional dan sederhana.
Di samping itu wenter juga memiliki kandungan kadar kimia yang lebih rendah dibanding kompetitornya yang berarti lebih ramah lingkungan juga, oleh karena itu masih banyaknya wenter dipakai oleh pekerja kerajinan tangan seperti halnya membatik, yang di mana membatik melakukan kontak fisik langsung dengan tangan, dengan menggunakan napthol akan lebih berisiko tinggi untuk terkenanya penyakit kulit, serta dengan wenter di samping kadar kimia yang rendah juga harga yang lebih murah serta efisien untuk digunakan.[2]
Jadi, pada dasarnya Wantex atau Wenter itu sama saja, yakni sama-sama pewarna tekstil atau pewarna pakaian. Pilihan merek Wenter juga sangat banyak, mulai dari Cap Padi Guntung, Nylon, Kresno, Naptol, Cap Rajawali, Cap Jago Semarang, Bintang Warna, Dylon, dan masih banyak lagi. Anda bisa dengan mudah menemukan Wantex atau Wenter di pasaran dengan harga cukup murah, berkisar mulai ribuan rupiah per bungkusnya.
Produk Wantex atau Wenter bisa ditemukan dengan mudah di toko-toko kain atau konveksi. Jika kesulitan menemukannya, Anda juga dapat membeli Wantex atau Wenter secara online melalui sejumlah marketplace.
[1] Ami dan Tati. 2017. Cara Mudah Membuat Shibori + Step By Step. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, hlm 11.
[2] Sumartio, E., dkk. 2018. Perancangan Media Promosi Wenter Cap Djempol. Jurnal DKV Adiwarna, Universitas Kristen Petra. 1(12): 1-9.


Leave a comment