Selain Irit, Apakah Masakan Rumahan Juga Lebih Sehat?
Tantangan bagi keluarga muda zaman sekarang adalah sulit untuk menyajikan makanan sendiri untuk anggota keluarga. Kesibukan yang kian padat dan waktu yang semakin singkat membuat banyak keluarga muda lebih memilih makan di luar sebagai solusinya. Namun, tanpa Anda ketahui mengonsumsi makanan di luar tidak sesehat makanan yang diolah sendiri di rumah.
Anda tentunya sangat tahu bagaimana makanan rumahan tersaji di meja makan. Selain kebersihan yang terjaga, bahan makanan pun dipilih dengan cermat dan baik. Itulah alasan mengapa makanan rumahan dinilai lebih sehat daripada makan di luar.
Keuntungan Memasak Sendiri di Rumah
Ada banyak keuntungan yang diperoleh dari memasak di rumah ketimbang membeli masakan di luar, termasuk:
Lebih Higienis
Jika Anda mencermati makanan yang disajikan di restoran, yakinkah Anda dengan kebersihannya? Terlebih lagi dengan makanan yang disajikan tanpa pemanasan seperti gado-gado, rujak, asinan, dan salad. Maka menu seperti soto, sup, ikan bakar, dan yang lainnya lebih aman daripada masakan yang tidak dimasak dan penyajiannya serba dipegang tangan.
Terhindar dari Penyakit Metabolik
Penyakit metabolik adalah penyakit keturunan yang disebabkan oleh gangguan metabolisme. Nah, penyakit metabolik ini dapat menyerang seseorang dengan lebih cepat jika seseorang tersebut memiliki pola makan yang buruk dan terbiasa mengonsumsi makanan tidak sehat.
Walaupun Anda tidak memiliki riwayat penyakit kencing manis, jantung koroner atau darah tinggi dari keluarga Anda, belum tentu Anda tidak bisa mendapatkannya juga. Kebanyakan restoran dan warung makan cenderung menggunakan minyak jenuh, zat tambahan makanan dan boros garam serta bumbu tambahan. Bila Anda telah akrab dengan makanan jenis ini, gangguan kesehatan akan sering muncul serta berisiko kanker dan kelebihan berat badan.
Terhindar Zat Kimia Berbahaya
Sebagai ibu rumah tangga yang baik, Anda pastinya selalu selektif dalam memilih bahan makanan yang sehat bagi keluarga. Nah, pada poin inilah mengapa makanan rumahan dinilai lebih sehat. Sedangkan menu makanan di warung atau restoran lebih memperhatikan rasa dan profit yang didapat. Sehingga, banyak menggunakan boraks, formalin dan zat kimia lainnya untuk membuat makanannya lebih tahan lama. Selain itu, jika dilihat dari aspek ekonomi, mengolah dan menyajikan menu harian di rumah bisa menghemat anggaran belanja.
Makanan Rumah Lebih Sehat, Benarkah?
Kita sudah tahu bahwa semakin banyak orang memasak di rumah, semakin sehat pola makan mereka, semakin sedikit kalori yang mereka konsumsi, dan semakin kecil kemungkinan mereka untuk menjadi gemuk atau mengembangkan diabetes tipe 2. Semakin banyak bukti ilmiah mendukung mengajar pasien bagaimana memasak makanan di rumah sebagai intervensi medis yang efektif untuk meningkatkan kualitas diet, penurunan berat badan, dan pencegahan diabetes.
Bahkan, penelitian sedang beralih ke mempelajari nilai program gizi yang termasuk instruksi memasak. Program-program ini telah ditunjukkan untuk membantu orang-orang mengikuti diet yang lebih sehat, makan porsi yang lebih kecil, dan menurunkan berat badan – perbaikan yang berlangsung selama setahun setelah penelitian berakhir. Program-program ini bahkan dapat membantu pasien dengan diabetes tipe 2 untuk makan lebih sehat, menurunkan tekanan darah dan gula darah, dan menurunkan berat badan.
Sulit dipercaya, tetapi waktu di dapur bisa sama berharganya dengan obat bagi sebagian penderita diabetes. Intervensi diet dan gaya hidup telah terbukti cukup efektif untuk menurunkan berat badan dan mencegah diabetes tipe 2, dan menambahkan komponen instruksi memasak rumahan bisa lebih kuat.
Selain hemat, mengkonsumsi masakan rumahan atau olahan sendiri jauh lebih sehat. Pasalnya, kesegaran bahan-bahan serta pemilihan menu dapat menyesuaikan dengan selera dan kebutuhan. Dilihat dari menu, masakan restoran atau tempat tempat makan di luar memang cukup menggiurkan dan menggugah selera. Namun dari sisi kesehatan, masakan rumahan justru lebih tinggi nilainya dibandingkan dengan makan di luar.
Makanan yang dibuat di rumah jauh lebih baik karena pengolahannya bisa disesuaikan, bahan dan bumbu yang dipakai kita ketahui pasti. Mana bahan yang bisa menimbulkan hal yang tidak baik, sudah pasti akan kita hindari. Seperti pewarna, pengawet atau pemanis buatan yang sangat berisiko terhadap kesehatan. Sebisa mungkin juga tidak akan menggunakan bahan-bahan beku, tapi yang masih fresh dari pasar. Selain itu, untuk menjaga keoptimalan nilai baik dari menu makanan yang hendak disantap, masakan yang dibuat sendiri di rumah dapat lebih terjamin nilai sehatnya. Misalnya soal pengolahan minyak yang dipakai.
Menu Makanan Rumahan yang Sehat
Agar terbiasa lagi dengan memilih menu rumahan sehari-hari, menu-menu yang disajikan setiap harinya sangat berperan. Tentu yang mengatur untuk urusan menu ini biasanya oleh ibu atau istri. Usahakan sajikan menu yang variatif sehingga tidak menimbulkan kebosanan dan berdampak terhadap selera makan anggota keluarga.
Sedangkan dengan melakukan penyusunan daftar menu makanan sehari-hari, anggaran belanjanya pun bisa diatur dan disesuaikan dengan bujet yang dimiliki. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika pengaturan menu makan dijadikan prioritas. Kemudian membiasakan mengolah atau memasak sendiri makanan utama maupun pelengkap agar kebersihan dapat lebih terjamin dan bahan-bahan yang digunakan bisa diseleksi. Hal ini tidaklah sulit, karena zaman sekarang sudah serba mudah. Dengan bantuan gadget, berbagai aneka kreasi resep masakan bisa dilakukan dengan mudah oleh siapa saja.
Tidak ada salahnya, daftar sajian menu sehari-hari juga kita buat secara tertulis. Misalnya untuk menu hari Senin; ayam goreng, tumis kangkung dan sambal goreng. Menu Selasa; ikan bakar/ pepes ikan, sayur asem, dan goreng tempe. Menu Rabu; udang goreng tepung, sayur bayam serta pepes tahu, dan seterusnya.
Daftar di atas hanya bersifat sebagai referensi saja karena terdapat banyak sekali menu masakan yang dapat kita temukan. Hanya yang terpenting dalam memilih menu harian ini, disesuaikan dengan selera dan anggaran belanja, serta komposisi gizi dan nutrisi dari menu yang kita pilih tersebut. Hal ini penting, agar kita bisa mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan, juga akan membatasi setiap pestisida atau zat beracun yang mungkin ada dalam satu makanan tertentu.



Leave a comment