Bagaimana Cara Mengatasi Kecemasan Selama Kehamilan?

Ilustrasi: kecemasan saat hamil (sumber: sleepreviewmag.com) Ilustrasi: kecemasan saat hamil (sumber: sleepreviewmag.com)

Bagi ibu primigravida (wanita pertama kali hamil), kehamilan merupakan pengalaman dalam periode kehidupan yang dapat menyebabkan perubahan drastis, baik secara fisik maupun psikologis, dan ini bisa menimbulkan kecemasan.[1] Selama kehamilan, rasa cemas sangat berbahaya untuk kesehatan ibu dan janinnya, dan karena itu perlu dilakukan cara untuk mengatasinya.

Gejala Kecemasan Ibu Hamil

Dilansir dari Harvard Health Publishing, kekhawatiran atau kecemasan selama kehamilan bersifat universal dan tidak hanya berlaku bagi wanita yang pertama kali hamil, tetapi juga ibu yang pernah melahirkan. Penyebab dari timbulnya rasa cemas saat hamil ada banyak dan akan berbeda pada setiap individu.

Ada beberapa faktor yang memperburuk serta meningkatkan rasa cemas pada ibu hamil, di antarannya keadaan rumah tangga, hubungan sosial dengan keluarga dan teman, serta masalah ekonomi. Rasa cemas biasanya muncul akibat pikiran tentang keadaan bayi di dalam kandungan yang tidak bisa dilihat setiap saat dan rasa sakit yang akan timbul saat melahirkan atau setelah melahirkan.

Rasa khawatir pada wanita hamil adalah hal yang normal dan dalam keadaan tertentu bisa bersifat protektif. Rasa khawatir memang diperlukan untuk mencegah hal-hal buruk yang akan terjadi, tetapi tidak jika sifatnya berlebihan. Meskipun normal untuk mengkhawatirkan sesuatu, termasuk kesehatan janin Anda saat hamil, Anda tidak boleh cemas secara berlebihan. Dalam beberapa kasus yang serius, rasa cemas pada ibu hamil dapat membuat Anda menjadi pribadi yang obsesif secara psikologis. Secara fisik, kecemasan dapat memunculkan gejala, antara lain detak jantung yang cepat, sesak napas, dan serangan panik.

Baca juga:  Upayakan Kehamilan, Simak Tips Meningkatkan Kesuburan

Diketahui, gejala cemas pada wanita hamil bisa terjadi kapan saja dan pada beberapa ibu, justru bisa muncul setelah melahirkan atau biasa disebut dengan kecemasan prenatal. Tingkat gangguan kecemasan paling banyak dialami ibu hamil pada trimester pertama dan kemungkinan karena perubahan hormonal.

Saat cemas, beberapa ibu hamil di trimester pertama juga ada yang mengalami kegelisahan, tegang otot, mudah marah, perasaan takut, tidak bisa berkonsentrasi dengan baik, dan gangguan tidur. Selain itu, ada juga yang mengalami gangguan stres pascatrauma (PTSD). Jika ini tidak segera diatasi, tentunya tidak hanya berbahaya bagi ibu, tetapi juga jabang bayi. Lalu, bagaimana cara mengatasi kecemasan selama kehamilan?

Ilustrasi: kecemasan saat hamil (sumber: 18doors.com)

Ilustrasi: kecemasan saat hamil (sumber: 18doors.com)

Pengobatan Kecemasan Ibu Hamil

  • Olahraga ringan secara teratur. Secara umum, wanita hamil aman untuk melakukan aktivitas fisik ringan selama kehamilan. Namun, jika Anda berisiko mengalami persalinan prematur atau mengalami komplikasi kehamilan, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
  • Berlatih mindfulness. Penelitian menunjukkan bahwa mindfulness dapat mengurangi kekhawatiran tentang persalinan, dan bahkan dapat mencegah depresi pasca-melahirkan.
  • Pastikan tidur yang cukup. Biasanya, ibu hamil memiliki jam tidur yang kurang karena merasa kurang nyaman saat tidur. Sebagai solusi, Anda bisa menggunakan bantal kehamilan atau kasur khusus untuk ibu hamil demi mendapatkan waktu tidur yang cukup.
  • Pijat dan spa ibu hamil. Wanita hamil juga memerlukan relaksasi seperti pijat dan spa. Selain bisa menghilangkan rasa cemas, cara ini terbilang ampuh untuk membuat pikiran menjadi lebih rileks dan otot-otot tubuh di area pinggang menjadi lebih santai.
  • Terapi kognitif. Beberapa ahli lebih merekomendasikan untuk melakukan terapi, seperti terapi perilaku kognitif (CBT) menunjukkan harapan pada periode peripartum (periode sesaat sebelum, selama, dan setelah melahirkan). CBT berfokus pada tantangan pikiran, emosi, dan tindakan maladaptive. Cara ini terbilang aman dan tepat bagi wanita yang sedang mengandung, karena menggunakan strategi manajemen kecemasan pernapasan diafragma yang disesuaikan dengan usia kehamilan.
  • Minum obat. Jika kecemasan Anda parah, obat-obatan khusus mungkin menjadi pilihan untuk Anda. Selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) biasanya diresepkan untuk depresi dan kecemasan selama kehamilan dan setelah melahirkan. Tampaknya SSRI tidak berhubungan dengan peningkatan risiko malformasi kongenital mayor. Namun, SSRI dapat dikaitkan dengan gejala neonatal sementara seperti gelisah, gemetar, menangis, dan kesulitan makan yang hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari.
Baca juga:  Dijual Seharga Rp 800 Ribuan, Marine Omega 3 NuSkin Dianggap Miliki Manfaat Untuk Kesehatan

Untungnya, ada banyak perawatan yang dapat mengurangi kecemasan selama kehamilan dan membantu ibu hamil merasa lebih baik. Meskipun begitu, beberapa cara mungkin tidak bisa Anda lakukan seperti ketika mengatasi cemas pada wanita normal. Sebagai contoh, obat anti-kecemasan biasa bukanlah pilihan yang tepat selama kehamilan, karena hanya ada sedikit informasi tentang keamanan obat tersebut pada janin.

[1] Hasim, Rizqika Pradewi. 2018. Gambaran Kecemasan Ibu Hamil (Skripsi). Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*