Ini Manfaat dan Bahaya Aseton yang Perlu Anda Ketahui
Bagi Anda yang merupakan kaum wanita tentunya sudah sangat kenal dengan aseton. Ya, cairan dengan bau menyengat ini banyak digunakan untuk penghilang kuteks atau cat kuku. Aseton sendiri dikenal dengan nama lain propanon, dimetil keton, 2-propanon, propan-2-on, dimetilformaldehida, dan β-ketopropana. Meskipun menyimpan banyak manfaat, ternyata zat acetone bisa menimbulkan bahaya jika terus menerus dihirup.
Propanon dalam kehidupan sehari-hari dan perdagangan lebih dikenal dengan nama aseton. Kegunaan utama aseton sebagai pelarut untuk lilin, plastik, sirlak, dan pelarut selulosa asetat dalam memproduksi rayon. Aseton juga digunakan untuk pembersih pewarna kuku (kutek). Beberapa keton siklik yang berbau harum digunakan untuk membuat parfum.[1]
Dilansir dari Wikipedia, aseton adalah senyawa berbentuk cairan yang tidak berwarna dan mudah terbakar. Ia merupakan keton yang paling sederhana. Aseton larut dalam berbagai perbandingan dengan air, etanol, dietil eter, dan lain-lain. Aseton sendiri juga merupakan pelarut yang penting. Aseton digunakan untuk membuat plastik, serat, obat-obatan, dan senyawa-senyawa kimia lainnya. Selain dimanufaktur secara industri, aseton juga dapat ditemukan secara alami, termasuk pada tubuh manusia dalam kandungan kecil.
Kegunaan Aseton
- Menghilangkan noda cat tembok, spidol permanen, tinta.
- Melindungi cat kendaraan.
- Menghilangkan getah sutera.
- Membersihkan kerak pada lantai.
- Menghilangkan bekas lem, lilin, atau minyak.
- Menghilangkan cat kuku.
- Pelarut berbagai macam plastik, meliputi botol Nalgene yang dibuat dari polistirena, polikarbonat, dan beberapa jenis polipropilena.
- Stok umpan. Dalam bidang industri, aseton direaksi dengan fenol untuk memproduksi bisfenol A. Bisfenol A merupakan komponen penting dalam sejumlah polimer, seperti polikarbonat, poliuretana, dan resin epoksi. Aseton juga dipakai dalam manufaktur kordit.
- Bahan baku kain rayon, semir sepatu, hingga sabun detergen.
Bahaya Aseton
- Meski fungsinya adalah membersihkan kuteks, jika digunakan terlalu sering justru bisa merusak kuku Anda. Penggunaan aseton yang terlalu sering berpotensi membuat kuku tampak pucat, rapuh, dan rentan rusak.
- Selain dapat merusak kuku, aseton juga dapat membuat kulit Anda iritasi seperti gatal atau terasa perih. Apabila tidak sengaja ada area kulit yang terkena aseton, sebaiknya segera bersihkan dengan air sebelum gejala iritasi semakin parah.
- Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, aseton termasuk zat kimia yang sifatnya flammable atau mudah terbakar. Oleh sebab itu, jangan meletakkan atau menggunakan aseton di sembarang tempat. Apabila ingin memakai aseton, sebaiknya hindarkan dari benda-benda yang bisa memicu timbulnya api seperti korek, lilin yang menyala, kompor, dan sebagainya.
- Bahaya lain yang juga mengintai dari penggunaan aseton adalah ketoasidosis, yakni kondisi di mana terjadi peningkatan kadar keton di dalam tubuh. Keton merupakan molekul yang dihasilkan tubuh ketika proses pemecahan lemak. Pada penderita diabetes tipe 1 dan 2, kadar keton (termasuk aseton) akan mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya gula darah. Apabila tak segera ditangani, maka aseton yang menumpuk bisa berujung pada penyakit ketoasidosis tersebut, demikian seperti dilansir Doktersehat.
- Menyebabkan keracunan. Keracunan aseton bisa terjadi ketika zat kimia ini tertelan, terhirup, atau terserap melalui kulit. Keracunan aseton ditandai dengan sederet gejala seperti sakit kepala, lesu, berbicara menjadi cadel, hingga berkurangnya koordinasi tubuh.
Untuk meminimalisir segala bahaya dan risiko yang ditimbulkan dari penggunaan aseton, setidaknya ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan. Misalnya saja dengan tidak terlalu sering menggunakan aseton untuk membersihkan kuku. Jika Anda ingin tetap mewarnai kuku, Anda bisa mencoba kuteks-kuteks peel-off yang sekarang banyak beredar di pasaran. Kuteks peel-off bisa dihilangkan cukup dengan dikelupas dari permukaan kuku.
Anda juga dapat mulai menggunakan pembersih kuteks non-aseton seperti air atau perasan jeruk lemon. Yang lebih penting lagi, simpan aseton Anda di tempat yang aman, sejuk, dan terhindar dari benda-benda yang bisa memicu terjadinya kebakaran. Pada kasus ketoasidosis, kontrol gula darah supaya tidak menyebabkan penumpukan keton. Jika mengalami efek yang serius, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.
[1] Marzuki, I dkk. 2010. Kimia dalam Keperawatan. Takalar: Penerbit Pustaka As Salam.


Leave a comment