Gak Doyan Yogurt? Ini Alternatif Sumber Probiotik

Yogurt (pexels: Monstera) Yogurt (pexels: Monstera)

Pola hidup sehat tidak hanya dilakukan dengan berolahraga secara rutin, tetapi juga menjaga pola makan dan salah satunya adalah mengonsumsi makanan yang mengandung probiotik seperti yogurt. Hidangan seperti ini dinilai baik untuk menjaga kesehatan pencernaan, khususnya usus. Meskipun begitu, tak banyak orang yang suka yogurt. Sebagai gantinya, Anda bisa makan menu selain yogurt yang sama-sama mengandung probiotik.

Dilansir dari Harvard Health Publishing, tidak seperti vitamin yang direkomendasikan dengan dosis harian, probiotik tidak memiliki takaran dosis yang tepat. Tidak ada cara yang pas untuk mengetahui jenis dan jumlah bakteri yang tepat bagi setiap orang, sehingga Anda bisa menambahkan menu makanan yang mengandung probiotik dalam diet harian.

Probiotik merupakan bakteri yang memberikan pengaruh baik pada tubuh karena memiliki kemampuan memodifikasi komunitas mikroba, memperbaiki nilai nutrisi, dan memperbaiki respons tubuh terhadap penyakit.[1] Nah, salah satu sumber probiotik yang paling umum di pasaran adalah yogurt. Meski demikian, ada beberapa makanan selain yogurt yang mengandung probiotik dan bisa Anda konsumsi sehari-hari.

Sumber Probiotik

Yogurt (pexels: Monstera)

Yogurt (pexels: Monstera)

  • Kefir. Minuman seperti yogurt ini mengandung probiotik dan memiliki rasa asam dengan konsistensi yang lebih tipis dari yogurt. Kefir biasanya terbuat dari susu, antara lain susu sapi, susu kambing, dan susu domba. Namun, ada kefir yang terbuat dari bahan non-susu, antara lain air kelapa, santan, dan ekstrak santan. Selain itu, kefir hadir dalam berbagai rasa buah dan sayuran, atau Anda bisa menambahkan sendiri rasa kesukaan, seperti kayu manis, vanila, dan rempah-rempah.
  • Kimchi adalah sayuran fermentasi mengandung probiotik yang berwarna kemerahan dan memiliki rasa pedas. Bumbu dan bahan tambahan untuk membuat kimchi antara lain bawang putih, garam, cuka, dan cabai. Makanan ini sering disajikan secara terpisah atau dicampur dengan nasi dan mie. Anda juga bisa menambahkannya ke telur orak-arik atau kentang goreng.
  • Minuman teh fermentasi ini memiliki rasa asam yang tajam dan tentunya mengandung probiotik, meskipun tidak sebanyak yogurt. Kombucha juga diketahui mengandung kafein yang sebanding dengan teh lainnya, seperti green tea dan white tea. Namun, bagi Anda yang sedang diet, disarankan untuk minum teh kombucha asli dan bukan kemasan. Hal ini karena teh kemasan biasanya telah ditambah gula yang diklaim dapat merusakkan manfaat teh.
  • Sup kedelai Jepang atau yang biasa dikenal dengan nama miso, merupakan sup dengan pasta kedelai. Tak hanya berbahan pasta kedelai, sup ini juga mengandung beras merah yang sudah difermentasikan dan tentunya mengandung probiotik. Sup ini memiliki rasa yang asin, sedikit legit, dan beraroma tajam. Biasanya, miso dipakai sebagai hidangan pendamping nasi, daging, sayuran, dan ikan panggang tanpa bumbu.
  • Pickles atau yang biasa dikenal dengan acar adalah salah satu makanan yang paling mudah dicari dan tentunya mengandung probiotik. Sayur fermentasi dengan rasa asam, asin, dan manis ini biasanya dipakai sebagai pendamping untuk makan makanan yang berlemak dan berbumbu.
  • Produk yang terbilang sulit ditemukan di pasaran tetapi mengandung probiotik adalah sauerkraut atau biasa dikenal dengan nama acar yang terbuat dari kubis dan kol paut. Biasanya, acar ini digunakan sebagai bahan isian dalam roti, dicampur dengan salad, dan sebagai topping hot dog.
  • Sebagai orang Indonesia, pastinya Anda sudah sangat familiar dengan tempe. Makanan fermentasi dari kacang kedelai ini memiliki tekstur yang padat dan renyah jika digoreng. Biasanya produk ini dijadikan sebagai bahan pengganti daging pada masakan vegan. Tak hanya itu, beberapa orang memasaknya untuk dijadikan sambal tempe.
  • Kentang dingin. Dilansir dari klikdokter, kentang dingin yang sudah dibersihkan, dimasak, dan didinginkan kembali adalah salah satu sumber pati resisten terbaik. Pati inilah yang mengandung probiotik saat dicerna usus. Makanan ini dipercaya bermanfaat untuk meningkatkan sensitivitas insulin, mengurangi risiko diabetes, dan menurunkan berat badan.
Baca juga:  Apa Benar Minuman Soda Diet 0 Kalori Lebih Sehat?

Makanan dengan kandungan probiotik di atas bisa Anda temukan di supermarket terdekat. Selain itu, beberapa hidangan seperti tempe, kentang dingin, kimci, pickles, dan sauerkraut bisa Anda buat sendiri di rumah.

[1] Widanarni, Jeanni Indah Noermala, Sukenda. 2014. Prebiotik, Probiotik, dan Sinbiotik untuk Mengendalikan Koinfeksi Vibrio Harveyi dan IMNV pada Udang Vaname. Jurnal Akuakultur Indonesia Institut Pertanian Bogor, Vol. 13(1): 11-20.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*