Ketahui Gejala RSV, Penyebab Infeksi Paru-Paru Anak

Ilustrasi: anak penderita RSV Ilustrasi: anak penderita RSV

Respiratory Syncytial Virus atau lebih dikenal dengan nama RSV merupakan salah satu patogen penyebab infeksi pernapasan, khususnya paru-paru yang umum pada anak.[1] Jika ini tak segera diatasi, ada beberapa penyakit yang mungkin bisa menyerang, seperti pneumonia dan bronkitis yang termasuk penyakit pernapasan akut.

Gejala RSV pada Anak

Dilansir dari Harvard Health Publishing, kasus RSV pada anak secara umum terjadi pada saat cuaca sedang dingin. Di negara empat musim, biasanya ini terjadi pada waktu musim gugur hingga musim dingin. Namun, di AS, terjadi peningkatan kasus hingga musim semi dan panas tiba. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengungkapkan adanya lonjakan kasus RSV di AS pada musim semi dan panas.

Hampir sama seperti virus COVID-19, RSV dapat hidup selama berjam-jam pada objek dan ini yang membuat penularan virus tidak bisa dihentikan jika tidak melakukan protokol kesehatan yang tepat. Untuk menekan peningkatan gejala RSV pada anak, caranya sama seperti mencegah COVID-19, yakni dengan menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan. Cara ini juga terbilang ampuh untuk menangkal berbagai penyakit yang diakibatkan virus.

Baca juga:  Yuk, Lakukan Yoga Wajah Supaya Terlihat Awet Muda!

Dilansir dari detikhealth, RSV adalah penyakit umum pada anak usia dua tahun. Virus ini bisa menginfeksi saluran pernapasan dengan cara masuk melalui bagian tubuh yang terbuka, seperti mata, hidung, dan mulut. Memiliki waktu penyebaran yang cepat, penularannya melalui batuk dan bersin yang mengandung virus RSV dan tidak sengaja terhirup inang barunya.

Ilustrasi: anak sakit (sumber: theconversation.com)

Ilustrasi: anak sakit (sumber: theconversation.com)

Gejala RSV pada anak hampir sama dengan penyakit influenza dan coronavirus yang menyerang pernapasan, antara lain batuk yang sangat sering, napas terdengar mengi, sesak, tulang rusuk yang sedikit menonjol saat bernapas, dan lubang hidung bagian dalam yang melebar. Pada beberapa anak juga ditemukan gejala tangisan lemah, sulit berbicara, dan mudah mengantuk.

Ciri pengidap RSV tidak hanya bisa dilihat dari gejala yang dirasakan, tetapi juga fisiknya. Pada beberapa anak, biasanya ditemukan semburat biru pada bagian telapak tangan dan kaki. Selain itu, bibir yang pucat dan sedikit pecah-pecah diiringi mata yang terlihat lelah adalah tanda mereka mengidap RSV.

Tidak semua anak rentan terhadap RSV, tetapi RSV bisa menyerang siapa saja, khususnya mereka yang memiliki gangguan sejak lahir. Para orang tua dengan buah hati yang terlahir prematur juga harus waspada saat merawat bayinya. Konon, anak prematur memiliki daya imun lebih lemah dibanding anak yang lahir sesuai usianya dan inilah yang membuat mereka rentan terhadap RSV.

Baca juga:  Kehidupan Anak Penuh Drama? Pelajari Cara Meningkatkan Ketahanan Mental Remaja

Tak hanya itu, para orang tua harus berhati-hati jika si kecil memiliki masalah paru-paru dan jantung sejak lahir. Dipercaya, dua hal ini bisa menyebabkan anak mudah mengalami gejala influenza parah dan RSV. Gejala flu parah biasanya disertai batuk dan pilek lebih dari 14 hari dan jika tidak segera diobati bisa berdampak pada penyakit RSV, flek, dan bronkitis.

Kebanyakan anak yang mengidap RSV dapat pulih dari penyakit dalam waktu 1 hingga 2 minggu, tetapi pada bayi bisa lebih dari itu. Jika tidak ditangani dengan baik dan cepat, anak dan bayi dengan riwayat tertentu bisa berisiko kematian. Sebagai referensi, berikut adalah pengobatan RSV.

Cara Mengobati RSV

Ilustrasi: anak penderita RSV (sumber: healthcare.utah.edu)

Ilustrasi: anak penderita RSV (sumber: healthcare.utah.edu)

RSV tidak bisa diobati secara sembarangan dan anak yang mengidap penyakit ini harus segera dibawa ke dokter spesialis anak. Ahli medis akan menyarankan terapi suportif jika gejala yang dirasakan tidak parah, menggunakan obat-obatan seperti asetaminofen, ibuprofen, dan antibiotik. Semua obat-obatan ini diberikan untuk mengurangi demam, rasa nyeri di bagian dada, dan menghilangkan bakteri penyebab komplikasi pneumonia. Untuk mendukung daya tahan tubuh dan supaya lekas sembuh, beberapa dokter akan meresepkan vitamin.

Baca juga:  Penyebab Diare & Referensi Susu Formula untuk Bayi Mencret Cirit Birit

Sementara itu, pada anak yang sudah mengalami gejala parah hingga dehidrasi akibat RSV, dokter akan menyarankan untuk melakukan rawat inap di rumah sakit. Dosis obat yang diberikan di rumah sakit tentunya lebih tinggi. Selain itu, anak juga akan diberikan infus intravena dan oksigen.

Dalam beberapa kasus yang sangat kronis, pasien akan diberi obat bronkodilator untuk nebulisasi seperti albuterol. Ini juga berlaku untuk anak yang mengalami sesak napas dan sakit parah di bagian dada. Pemberian obat ini berguna untuk melegakan pernapasan dan meringankan sakit.

[1] Widoretno, Siti Mariani Saragih, Dewi Lokida. 2012. Virus-Virus Saluran Pernapasan yang Paling Banyak Ditemukan pada Anak Balita Pasien SARI (Severe Acute Respiratory Infections). Jurnal Biotek Medisiana Indonesia, Vol. 1(2): 93-98.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*