Konflik yang Sering Terjadi dalam Rumah Tangga Baru

Ilustrasi: pertengkaran suami istri Ilustrasi: pertengkaran suami istri

Bagi Anda yang ingin segera menikah di usia muda, sebaiknya mempertimbangkannya terlebih dahulu. Lihat sisi negatif dan positifnya, terutama belajar dari konflik yang terjadi pada rumah tangga saudara atau kawan yang sudah menikah. Sehingga, Anda tidak kecewa saat memutuskan bersanding di pelaminan. Lalu, apa saja konflik umum yang dialami pasangan suami istri?

Konflik dalam rumah tangga memang tidak bisa dihindari. Setiap pasangan suami istri pasti akan mengalami konflik, entah itu karena hal yang sepele atau karena masalah berat lainnya. Berdasarkan penelitian, setiap saat, ketika ada 2 orang yang dihadapkan pada kegiatan untuk mengambil keputusan, mempunyai potensi untuk menimbulkan sebuah konflik.[1]

Dilansir dari HuffPost, setiap orang memiliki tingkat emosi yang berbeda dan tidak bisa disetarakan meskipun sudah menikah. Hal ini dapat menimbulkan konflik yang disebabkan oleh banyak hal, terutama masalah kesehatan, keuangan, keluarga, dan masa depan. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa melihat ulasan berikut.

Berdebat Mengatur Uang

Salah satu konflik yang sering dialami oleh pasangan suami istri adalah berdebat mengenai cara mengatur uang. Seperti yang kita ketahui, banyak wanita lebih memperhatikan kehidupan rumah tangganya daripada kehidupan kantor. Sehingga, para wanita lebih cenderung suka menjadi ibu rumah tangga daripada wanita karir.

Baca juga:  Kenali VBAC, Melahirkan Normal Setelah Operasi Caesar
Ilustrasi: pertengkaran suami istri

Ilustrasi: pertengkaran suami istri

Sementara para pria bekerja dan wanita di rumah, kadang mereka berdebat mengenai siapa yang harus mengatur pengeluaran dan pemasukan. Jelas ini akan menuai konflik yang tidak bisa diselesaikan hanya dalam waktu sehari. Pria yang umumnya memiliki ego tinggi dan tidak mau mengalah, biasanya ingin menjadi bendahara rumah tangga. Wanita yang ada di rumah dan tidak sibuk dengan urusan kantor juga tidak mau kalah saing.

Perdebatan akan terus berlanjut jika tidak ada yang mengalah. Untuk itu, sebagai pasangan, ada baiknya untuk saling mengalah. Dengan perasaan saling mengalah dan percaya satu sama lain, maka konflik dapat diakhiri tanpa harus memulai pertengkaran atau memicu terjadinya KDRT.

Menyalahkan Pasangan yang Sakit

Bisanya, wanita sering menyalahkan pria saat mereka sedang sakit. Tidak hanya menyalahkan, wanita juga sering mengungkit-ungkit kejadian yang telah dilakukan pria yang dapat menyebabkan mereka sakit. Misalnya, mereka mengungkit kejadian waktu pria sering pulang larut malam dan mengaitkannya dengan penyakit yang diderita pria saat ini.

Baca juga:  Simak Ciri-ciri Orang Mau Positif Hamil Berikut!

Tentu hal di atas membuat pria kesal, apalagi orang yang sakit tidak butuh disalahkan. Sebagai istri yang baik, sebaiknya Anda tidak melakukan hal tersebut. Cukup dengan merawat pasangan Anda dan mengantarkannya ke dokter. Selain tidak menimbulkan konflik, cara ini membuat pasangan Anda menjadi lebih nyaman dan cepat sembuh.

Hal di atas juga berlaku bagi pria yang suka menyalahkan istrinya saat sakit, apalagi jika mereka sakit parah. Ini akan menimbulkan konflik yang berkepanjangan. Jika pasangan Anda sedang sakit, Anda harus bisa merawatnya dan menemaninya selama sakit. Ini akan membuat mereka semangat dalam menghadapi penyakitnya.

Ilustrasi: pasangan sakit

Ilustrasi: pasangan sakitKonflik, Umum, Pasangan, Suami, Istri, menikah, usia, muda, rumah, tangga, sering sebab, hal, sepele, kegiatan, potensi, emosi, kesehatan, keuangan, keluarga, masa, depan, berdebat, mengatur, kerja, karir, menyalahkan, sakit, dokter, lari, dari, masalah, pendidikan, anak, penting

Lari dari Masalah

Dilansir dari Fimela, salah satu konflik yang sering terjadi pada pasangan muda adalah lari dari masalah. Lari dari masalah tidak akan menyelesaikan konflik yang sedang Anda alami. Memang, ketika menikah, tidak ada yang ingin menyulut api dalam rumah tangganya, apalagi bertengkar dengan orang yang dicintai. Namun, sebuah konflik juga sangat penting untuk membangun rumah tangga yang kokoh.

Baca juga:  5 Opsi Pekerjaan Freelance Online untuk Ibu-Ibu Rumah Tangga

Adanya konflik selama pernikahan menunjukkan bahwa Anda dan pasangan adalah sepasang orang yang saling terbuka. Bisa dibilang, konflik adalah salah satu bentuk ujian tentang seberapa jujurnya diri Anda dengan pasangan. Meskipun begitu, masih saja banyak pasangan yang lari dari masalah.

Beberapa orang bahkan suka menghindar ketika pasangannya mengajak mereka membicarakan hal penting atau berdiskusi untuk menyelesaikan sebuah masalah. Sebaiknya, Anda mulai belajar menghadapi berbagai macam konflik yang timbul di usia pernikahan Anda.

Selain itu, setelah memiliki anak dan usianya cukup untuk pergi ke sekolah, banyak orang tua yang mulai berdebat. Pendidikan anak memang sangat penting, namun lebih penting lagi kenyamanan anak saat belajar. Daripada berdebat tentang tempat pendidikan untuk anak Anda, sebaiknya Anda menyerahkan keputusan tersebut pada anak Anda. Biarkan anak Anda memilih tempat sekolahnya sendiri. Sehingga, anak-anak bisa belajar dengan lebih giat dan sesuai dengan keinginannya.

[1] Dewi, Eva Meizara Puspita & Basti. 2008. Konflik Perkawinan dan Model Penyelesaian Konflik pada Pasangan Suami Istri. Jurnal Psikologi Vol. 2(1): 42-51.

 

Leave a comment

Your email address will not be published.


*