Bukan Cuma untuk Masak, Ini Sederet Kegunaan yang Tersimpan dalam Kayu Manis
Kayu manis merupakan tanaman herba yang berasal dari Indonesia dan beberapa daerah di Asia Tenggara. Umumnya, kayu manis dikenal sebagai rempah-rempah, tanaman hias, atau tanaman hutan. Kulit kayu Cinnamomum burmannii sering digunakan sebagai bumbu, parfum, atau obat karena memiliki bau aromatik. Di negara Taiwan, kayu manis diteliti untuk membasmi nyamuk. Sementara di Indonesia, kulit kayu manis seringkali dimanfaatkan oleh ibu-ibu rumah tangga sebagai bumbu dapur dan bahan pembuatan jamu karena aroma yang menyengat dan rasa yang manis.
Ciri-ciri Pohon Kayu Manis
- Memiliki ketinggian sekitar 15 meter.
- Batang berkayu dan bercabang-cabang.
- Daun tunggal, berbentuk lanset, warna daun muda merah pucat, dan daun tua berwarna hijau.
- Menghasilkan getah berwarna kuning muda atau keputihan.
- Diperbanyak dengan biji atau stek.[1]
Kayu manis atau kulit kayu manis terkenal sebagai bumbu masak dan telah diperdagangkan sejak berabad-abad. Kayu manis digunakan pula sebagai bahan obat. Bau yang harum pada kayu manis ini disebabkan oleh kandungan cinnamic aldehyde dan bahan aroma lainnya. Daunnya mengandung eugenol yang biasa dijadikan lilin (Cholik dkk., 1978).
Kayu jenis ini mempunyai sifat-sifat agak ringan, lunak, agak padat, dan struktur halus, sehingga kadang-kadang digunakan sebagai kayu bangunan meskipun tidak begitu baik karena kurang awet. Kulit kayunya menghasilkan kayu manis yang baunya wangi dan biasa digunakan sebagai pewangi masakan. Bunganya yang belum masak digunakan sebagai rempah-rempah. Daun kayu manis yang berlendir dapat menghasilkan air berbau harum (Heyne, 1987).[2]
Manfaat Kayu Manis
- Anti- Kayu manis diklaim efektif menghilangkan bakteri H. Pylori yang bisa menyebabkan sakit maag dan berbagai penyakit lain akibat bakteri.
- Menurunkan kolesterol. Dalam kayu manis mengandung kalsium, serat, dan berbagai mineral seperti mangan. Oleh sebab itu, kayu manis dikenal baik untuk kesehatan pencernaan, usus, hingga menurunkan kadar kolesterol.
- Menghangatkan tubuh bagi orang-orang yang terkena demam atau influenza.
- Mencegah pertumbuhan sel kanker. Menurut penelitian dari University of Texas, kayu manis bisa mengurangi proliferasi sel kanker.
- Mengontrol gula darah.
- Meningkatkan fungsi otak. Mencium aroma kayu manis disebut-sebut mampu meningkatkan aktivitas otak seseorang.
- Mengatasi Alzheimer.
- Kaya akan antioksidan seperti polifenol untuk melindungi tubuh dari kerusakan oksidatif akibat radikal bebas.
- Mencegah penggumpalan darah. Kayu manis mengeluarkan asam lemak anti-peradangan yang disebut arachidonic yang dapat membantu mengurangi radang dan penggumpalan darah.
- Anti- Tanaman ini dipercaya dapat melawan pertumbuhan jamur dan bakteri seperti jenis Candida. Candida merupakan mikroorganisme penyebab infeksi di mulut, vagina, dan usus.
- Menyeimbangkan kadar hormon karena adanya kandungan cinnamaldehyde di dalamnya.
- Mengatasi infeksi bakteri dan jamur.
- Baik untuk jantung.
- Menjaga kondisi sel saraf.
- Meningkatkan sensitivitas terhadap hormon insulin. Kandungan kromium dan polifenol dalam kayu manis disebut mampu meningkatkan sensitivitas terhadap hormon insulin, sehingga membantu menstabilkan gula darah.
- Meringankan sakit pada penderita rematik.
Efek Samping Kayu Manis
Walaupun kayu manis menawarkan banyak kegunaan untuk kesehatan dan juga kehidupan sehari-hari, konsumsi kayu manis juga berpotensi menimbulkan beberapa efek samping pada sebagian orang seperti berikut ini.
- Wajah memerah dan memanas
- Hipersensitivitas
- Dermatitis alergi (topikal)
- Peningkatan denyut jantung
- Peningkatan motilitas, anoreksia, iritasi
- Stomatitis, glositis, gingivitis
- Sesak napas
Oleh sebab itu, jika Anda ingin meminimalisir risiko efek samping dari kayu manis, sebaiknya jangan mengonsumsi kayu manis secara berlebihan. Setidaknya terdapat 2 jenis kayu manis yang dapat Anda gunakan setiap hari. Dilansir Tribunnews, Anda bisa mengonsumsi 1 sendok makan kayu manis cassia dan kayu manis Ceylon hingga 2,5 sendok makan.
Perlu diingat juga bahwa kayu manis dapat berinteraksi dengan antibiotik, obat diabetes, pengencer darah, obat-obatan jantung, dan sebagainya. Konsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum konsumsi makanan atau minuman yang mengandung kayu manis.
[1]Utami, P. 2012. Antibiotik Alami untuk Mengatasi Aneka Penyakit. Jakarta: PT AgroMedia Pustaka.
[2]Agus, C dkk. 2014. Tanaman Langka Indonesia: di KP4 UGM. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.



Leave a comment