Pandemi COVID-19, Amankan Mengunjungi Dokter Anak untuk Vaksinasi?

Pemeriksaan Dokter Anak - mansoorpediatrics.com Pemeriksaan Dokter Anak - mansoorpediatrics.com

Pandemi COVID-19 saat ini telah membuat hampir seluruh orang di dunia was-was, apalagi setelah pemerintah menganjurkan semua orang untuk berdiam diri di rumah. Lantas, banyak orang tua bertanya-tanya amankah jika mereka melakukan kunjungan medis ke sejumlah klinik guna memperoleh vaksinasi untuk anaknya di saat-saat seperti ini?

Pentingnya Vaksinasi untuk Anak

Jawaban untuk pertanyaan ini tergantung pada banyak faktor, termasuk seberapa aman perjalan Anda menuju klinik, manfaat dari kunjungan medis, dan usia anak atau bayi Anda. Secara umum, mendapatkan imunisasi dini pada bayi dan balita, terutama bayi 6 bulan ke bawah, adalah hal yang wajib. Ini membantu melindungi mereka dari infeksi seperti pneumokokus dan pertusis yang berbahaya dan menyebabkan kematian.[1]

Meskipun imunisasi sangat penting bagi bayi dan balita, apabila daerah Anda adalah daerah yang rawan terhadap COVID-19, Anda juga perlu waspada. Karena, mereka bisa rentan terhadap komplikasi COVID-19 seandainya pergi ke dokter. Jika tidak terlalu mendesak dan vaksinasi dapat dilakukan di rumah, sebaiknya Anda tidak membawa bayi maupun balita pergi ke klinik terlebih dahulu.

Baca juga:  Lebih Baik Mana, Menitipkan Anak ke Nenek atau Babysitter?

Sementara itu, untuk anak-anak yang berusia lebih dari 2 tahun, sebaiknya menunggu pandemi virus corona mereda sebelum melakukan vaksin. Meskipun untuk beberapa anak dengan kondisi kesehatan khusus, atau mereka yang ketinggalan imunisasi, menunggu mungkin bukan ide yang baik.

Hal terbaik yang dapat dilakukan adalah menelepon dokter anak Anda. Cari tahu tindakan pencegahan apa yang bisa mereka ambil untuk menjaga anak-anak tetap aman jika Anda memang harus pergi ke dokter. Selain itu, diskusikan kondisi kesehatan anak Anda, prevalensi virus di daerah rumah Anda, dan apakah Anda pernah atau mungkin sudah terpapar COVID-19. Sehingga, dokter akan memberikan saran terbaiknya yang bisa Anda lakukan untuk anak Anda, tanpa vaksinasi atau dengan vaksinasi.

Mengunjungi Dokter Anak - www.slhn.org

Mengunjungi Dokter Anak – www.slhn.org

Yang Perlu Dilakukan Jika Harus ke Dokter Anak

Seperti yang sudah pernah kita dengarkan, bahwa hal terbaik untuk mencegah terjangkit virus corona, yaitu dengan berdiam diri di rumah. Selain itu, pemerintah juga menyarankan untuk tidak terlalu bersosialisasi dengan orang sekitar. Bahkan, Anda diimbau untuk menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain. Lalu, bagaimana jika Anda harus pergi ke dokter anak?

Baca juga:  Harus Hati-hati! Begini Cara Membersihkan Telinga Bayi yang Bau

Tentu saja, apa pun yang tidak mendesak harus ditunda hingga waktu yang lebih aman. Ini mencakup pemeriksaan untuk anak-anak yang sehat di atas 2 tahun. Perlu Anda ketahui bahwa saat ini sudah banyak klinik yang menunda jadwal pemeriksaan, bahkan untuk anak-anak yang lebih kecil jika mereka umumnya sehat. Sehingga, tanyakan kepada dokter anak Anda untuk mengetahui seberapa penting Anda menemuinya (hal ini terkait dengan jadwal praktik yang mungkin ditunda).

Biasanya, jika anak Anda memang harus mendapatkan resep maupun obat, pihak medis akan menawarkan solusi berupa konsultasi melalui telepon atau telemedicine. Cara ini diklaim efektif saat terjadi pandemi seperti ini, dan Anda tidak perlu cemas terhadap COVID-19. Selain itu, beberapa dokter anak juga menawarkan konsultasi langsung melalui video call agar hasil pemeriksaan lebih akurat.

Meskipun begitu, fasilitas konsultasi secara tidak langsung di atas hanya bisa dilakukan pada pasien dengan gejala penyakit ringan. Berbeda dengan anak atau balita yang mengalami penyakit serius, maka mau tidak mau Anda harus membawanya ke rumah sakit atau klinik terdekat.

Vaksin untuk Anak - www.healthline.com

Vaksin untuk Anak – www.healthline.com

Anak atau balita dengan kondisi khusus, seperti mengalami penyakit kanker, ginjal, sesak napas, patah tulang, reumatologis, dan penyakit jantung, tentunya perlu tindakan medis yang lebih dari telepon atau video call. Dalam kondisi seperti ini, untuk mencegah mereka terkena virus corona, Anda perlu melakukan beberapa hal khusus.

Baca juga:  Tips Agar Anak Tetap Bersosialisasi Selama Pembelajaran Jarak Jauh

Sebelum pergi ke dokter, pastikan anak-anak memakai masker dan membawa hand sanitizer. Selain itu, usahakan Anda menggunakan kendaraan pribadi yang tertutup dan sebelumnya sudah disterilkan. Sehingga, anak-anak akan sedikit terlindung dari paparan COVID-19. Setelah sampai di klinik, jangan lupa pakaikan hand sanitizer pada anak-anak dan jaga jarak mereka dengan pasien lainnya sebelum masuk ke ruang pemeriksaan.

[1] Triana. Vivi. 2015. Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap pada Bayi Tahun 2015. JKMA Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, Vol. 10(2): 123-135.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*