Khawatir ASI Seret? Kapan Boleh Minum ASI Booster?

Ilustrasi: ibu menyusui (sumber: texashealth.org) Ilustrasi: ibu menyusui (sumber: texashealth.org)

Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan bagi bayi. ASI khusus diciptakan untuk bayi manusia. Kandungan gizi dari ASI sangat khusus dan sempurna serta sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang bayi. ASI mengandung zat-zat gizi yang berkualitas tinggi yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan bayi.[1] Untuk melancarkan produksi ASI, biasanya para ibu menyusui disarankan mengonsumsi makanan, minuman, atau suplemen pelancar ASI (booster ASI). Namun, kapan sebaiknya minum booster ASI?

ASI mengandung lebih dari 200 unsur pokok, antara lain zat putih telur, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, faktor pertumbuhan, hormon, enzim, zat kekebalan dan sel darah putih. Semua zat ini terdapat secara proporsional dan seimbang satu dengan yang lainnya. Cairan hidup yang mempunyai keseimbangan biokimia yang sangat tepat ini bagai suatu “simfoni nutrisi bagi pertumbuhan bayi” sehingga tidak mungkin ditiru oleh buatan manusia.

Namun sayang tidak semua ibu pasca salin dapat memberikan ASI-nya pada bayi karena terganggu produksi ASI-nya. Salah satu faktor yang dapat mengganggu produksi ASI adalah faktor persalinan dengan sectiocesarea. Pada sectiocesarea pasien biasanya diberi tindakan penghilang rasa nyeri (anastesi) sesaat sebelum menjalani operasi sesar. Efek obat anastesi ini ternyata dapat menyebabkan terhambatnya produksi ASI ibu post sectiocesarea.

Baca juga:  Ada di Sayur dan Buah, Ini Bahaya Pestisida Klorpirifos untuk Anak

Selain itu, ibu post sectiocesarea juga seringkali tidak melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) sesaat setelah bayi lahir karena kesadarannya belum pulih secara optimal.Padahal IMD yang dilakukan 30 menit sampai1 jam pasca lahir sangat penting untuk merangsang hormon-hormon produsen ASI.

Untuk meningkatkan produksi ASI ibu post sectiocesarea berbagai metode telah banyak dilakukan seperti pijat oksitosin, metode marmet, banyak minum air putih, relaksasi, konsumsi sayur daun katuk, sayur jagung sampai konsumsi berbagai ekstrak herbal dan kimiawi pelancar ASI. Semua itu adalah usaha untuk memperlancar produksi ASI. Berbagai metode, asupan makanan dan minuman yang berfungsi untuk memperlancar produksi ASI bisa dikatakan sebagai ASI booster.[2]

Apa Itu ASI Booster?

ASI booster adalah sebuah sebutan untuk makanan atau minuman tertentu yang mempunyai khasiat dan dipercaya bisa memperlancar kualitas dan kuantitas produksi ASI dari seorang ibu menyusui. ASI booster bisa berasal dari makanan alami dan ada pula yang berbentuk suplemen.

Baca juga:  Dikenal Kaya Manfaat, Adakah Efek Samping dari Minum Teh Hijau Kepala Jenggot?

Banyak macam ASI booster, dari yang berbentuk susu, teh, cookies, kapsul dengan lempengan atau bahkan botolan. Dari yang banyak dijual di apotek, hingga online. Banyak produk ASI booster dengan beragam kampanyenya beredar di media massa. Namun, apakah Anda tahu kalau banyak juga ASI booster alami yang terbukti mampu meningkatkan produksi ASI? Iya, ASI booster alami tanpa melalui proses pabrikan. Banyak ibu yang lebih tertarik pada ASI booster pabrikan daripada ASI booster tradisional. Padahal, hasilnya sama saja.[3]

Kapan Minum ASI Booster?

Menurut Satgas ASI Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Dimple GobindNagrani Sp A(K), apabila terjadi penurunan berat badan bayi secara drastis bahkan lebih dari 10 persen, maka Anda perlu berkonsultasi dengan dokter spesialis anak untuk mengevaluasi produksi ASI.

“Kalau memang merasa produksi ASI kurang, padahal sudah menstimulasi dengan baik, bayi sudah bisa menyusui posisi dengan pelekatan yang benar, maka ASI booster bisa dipertimbangkan,” jelas dr Nagrani, seperti dilansir dari Tribunnews.

Bahkan, sebenarnya mengonsumsi ASI booster sejak awal asalkan dalam bentuk makanan tidak masalah. ASI booster yang berasal dari makanan, misalnya kacang hijau, daun katuk, dan sebagainya. “Itu boleh silakan. Tapi sekali lagi tidak hanya ASI Booster meningkatkan ASI ibu. Tapi juga menstimulasi payudara dan posisi pelekatan baik tetap utama,” bebernya.

Baca juga:  Rekomendasi Produk Dari Garnier Untuk Masalah Jerawat dan Bekas Jerawat

Tak jauh berbeda, dr. Stella Shirley Mansur SpOG mengungkapkan bahwa kunci utama yang dibutuhkan supaya ASI lancar setelah melahirkan adalah yakin. “Jadi booster ASI itu cuman bantu menyuplementasikan saja, sebenarnya balik lagi ke kitanya, kalau kitanya pede, kitanya yakin, tentunya keberhasilan menyusui mengikuti. Dan jangan khawatir bila di hari pertama seret ASI-nya, itu wajar. Nanti 3 hari ke atas mulai lancar,” ucapnya.

[1]Nurita, S. R., 2022. Kolostrum Cairan Emas Air Susu Ibu (ASI). Jambi: Penerbit Salim Media Indonesia, hlm 1.

[2]Mardiani, N., dkk. 2019. Pengaruh Pemberian ASI Booster terhadap Produksi ASI Ibu Post SectioCesarea. Jurnal Kesehatan Pertiwi. 1(1): 26-31.

[3]Fransisca, S. 2021. Mother’s Journey. Yogyakarta: Noktah, hlm 81.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*