Awas, Kabut Otak Bisa Terjadi Selama Perimenopause

Gejala Kabut Otak pada Wanita - www.freepik.com Gejala Kabut Otak pada Wanita - www.freepik.com

Ada banyak hal yang perlu Anda ketahui saat menjelang menopause atau biasa disebut perimenopause. Ini adalah periode transisi yang dialami wanita saat memasuki masa menopause. Biasanya, gejala menopause antara lain, hot flash, menstruasi tak teratur, dan hormon yang labil.[1] Selain itu, beberapa wanita mengalami brain fog atau sering disebut kabut otak selama perimenopause.

Apa Itu Kabut Otak?

Dilansir dari Liputan 6, brain fog adalah kondisi yang memengaruhi kinerja otak. Kondisi ini adalah salah satu jenis disfungsi kognitif yang melibatkan masalah memori, konsentrasi yang buruk, dan ketidakmampuan untuk tetap fokus. Kabut otak bisa sangat mengganggu jika gejalanya parah.

Sebagai contoh kasus brain fog, saat Anda fokus dengan satu hal seperti membaca surat, tiba-tiba Anda kehilangan arah dan lupa dengan apa yang Anda baca. Sehingga, mau tak mau Anda harus mengulangnya dari awal. Contoh lain adalah lupa dengan apa yang akan Anda rencanakan. Ketika Anda ingin membeli sayur atau buah-buahan di minimarket, Anda tiba-tiba lupa dengan apa yang akan Anda lakukan setelah sampai di depan minimarket.

Baca juga:  Anak Alami Gejala Insomnia? Jangan Anggap Remeh

Dilansir dari Harvard Health Publishing, gejala kabut otak tidak hanya lupa atau bingung, tetapi juga gangguan tidur dan stres. Ketika Anda kurang fokus dan melupakan sesuatu, kemungkinan besar bukan hanya karena perubahan hormonal terkait perimenopause. Namun, jika sudah berkaitan dengan kualitas tidur dan tingkat kesejahteraan psikologis Anda seperti gangguan stres, artinya brain fog yang Anda alami memang terkait dengan perimenopause.

Masih dari sumber yang sama, berkeringat dan sering bangun tanpa sebab adalah gejala brain fog yang patut diwaspadai. Hal ini karena bisa menjadi pemicu munculnya gejala lain seperti stres. Kurang tidur diketahui dapat membuat Anda merasa lesu, rewel, bersikap berlebihan dengan hal-hal kecil, dan ini adalah tanda jika Anda sedang stres.

Stres Karena Kabut Otak - freepik: @jcomp

Stres Karena Kabut Otak – freepik: @jcomp

Stres yang tak kunjung diatasi diklaim dapat meningkatkan gejala pikun. Ketika Anda sedang stres, Anda akan mengkhawatirkan banyak hal dan semakin banyak yang Anda pikirkan, otak akan semakin lelah, sehingga mengalami gangguan fokus. Anda tidak akan bisa fokus dengan satu hal dan malah cepat pikun dengan apa yang Anda pikirkan sebelumnya.

Baca juga:  Ingin Hemat, Apakah Beauty Hack Memotong Kemasan Kosmetik Cukup Efektif dan Efisien?

Lantas, apa yang bisa Anda lakukan? Tentunya, Anda harus mengurangi dan jika perlu menghilangkan brain fog. Mungkin ini terbilang gampang-gampang sulit, tetapi Anda harus berusaha supaya kabut otak tidak semakin parah dan Anda tidak terkena gejala pikun. Berikut adalah cara mengurangi gejala kabut otak.

Cara Mengurangi Gejala Kabut Otak

  • Memproses informasi pelan-pelan. Saat Anda berada pada masa perimenopause, Anda perlu memproses segala sesuatu dengan perlahan. Diketahui, otak wanita akan mengalami penurunan kinerja dan fungsi seiring bertambahnya waktu, apalagi jika Anda dalam masa perimenopause. Luangkan waktu sejenak untuk berpikir dan mengingat informasi yang baru Anda dapatkan untuk dipelajari dan diingat.
  • Meditasi untuk mengurangi gejala stres. Jika Anda sudah memasuki tahapan stres, Anda dianjurkan untuk menenangkan pikiran dengan cara meditasi. Pikiran yang tenang mampu menghilangkan perasaan cemas yang memicu stres, sehingga Anda tidak mudah terkena gejala kabut otak.
  • Berolahraga secara teratur tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan tubuh di masa perimenopause, tetapi juga menurunkan tingkat gejala kabut otak. Pilihlah jenis olahraga yang menyenangkan dan Anda sukai setiap tiga hari dalam seminggu. Hal ini akan melatih otak menjadi lebih fokus dan kebal dengan gejala brain fog.
  • Perbaiki kebiasaan tidur Anda untuk meningkatkan kualitas tidur. Jika kualitas tidur Anda baik, Anda tidak akan terkena gejala brain fog yang meresahkan. Anda bisa mematikan lampu kamar, menjauhkan diri dari media elektronik, dan minum susu hangat sebelum tidur.
Baca juga:  Tips Agar Tetap Sehat Saat Cuaca Panas

Jika Anda sudah melakukan cara di atas, tetapi masih saja terkena brain fog atau gejala kabut otak Anda semakin parah, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter. Apalagi, jika Anda mulai kehilangan ingatan yang dapat membahayakan diri Anda. Sebagai contoh, setelah memasak, Anda lupa mematikan kompor, padahal ini adalah waktu tidur Anda. Tentunya, ini bisa membahayakan diri Anda, karena meningkatkan risiko kebakaran dan sesak napas.

Bercanda dengan Keluarga untuk Mengurangi Gejala Kabut Otak - freepik: @jcomp

Bercanda dengan Keluarga untuk Mengurangi Gejala Kabut Otak – freepik: @jcomp

[1] Saimin, Juminten, Cici Hudfaizah, Indria Hafizah. 2016. Kecemasan Wanita Premenopause dalam Menghadapi Masa Menopause,Sebuah Studi Crossectional. JK UNILA Vol. 1(2): 226-230.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*