Apa yang Terjadi pada Kulit Selama di Rumah Saja?

Ilustrasi: aktivitas di rumah selama pandemi (sumber: itenas.ac.id) Ilustrasi: aktivitas di rumah selama pandemi (sumber: itenas.ac.id)

Social distancing mengharuskan Anda berdiam diri di rumah saja. Ini membuat sebagian besar orang merasa malas dan stres. Selain mengakibatkan gangguan mental, ternyata di rumah saja bisa menyebabkan berbagai masalah kulit. Padahal, seharusnya social distancing bisa membuat Anda lebih glowing dan putih, karena jarang terpapar sinar matahari.

Dilansir dari allure, karantina mandiri menjadi salah satu faktor yang bisa mengubah gaya hidup, termasuk rutinitas membersihkan diri dan berdandan. Sebagian besar orang memilih untuk mengurangi waktu mandi dan tidak memakai kosmetik atau skincare karena mereka jarang ke luar rumah. Menurut mereka, di rumah saja tidak perlu mandi dan berdandan karena tidak akan bertemu orang lain.

Secara alami, kulit yang jarang dibersihkan dan dioles kosmetik atau make up, bisa berubah, entah itu teksturnya atau kadar minyaknya. Inilah yang menyebabkan banyak masalah kulit timbul saat social distancing. Sehingga, jangan kaget jika Anda melihat cermin dan mendapatkan kulit Anda yang kusam atau berjerawat. Untuk lebih rinci mengenai gangguan atau penyakit kulit yang bisa timbul, jika Anda di rumah saja, berikut ulasannya.

Kulit Kering

Ilustrasi: kulit kering (sumber: indianexpress.com)

Ilustrasi: kulit kering (sumber: indianexpress.com)

Berada di rumah saja ternyata bisa menyebabkan kulit menjadi kering dan kotor. Ini berkaitan dengan kualitas udara di dalam rumah dan kondisi mental Anda. Sebagian besar orang menganggap bahwa udara di rumah mereka sejuk dan bersih, tetapi bagaimana dengan asap dapur dan debu yang masuk dari jendela kamar Anda?

Baca juga:  Wajib Waspada! Ketahui Bahan Kosmetik yang Dilarang untuk Ibu Hamil

Debu dan asap dapur tidak bisa hilang begitu saja jika rumah Anda kekurangan ventilasi udara. Apalagi jika Anda tinggal di apartemen dengan kondisi ruang dapur yang dekat dengan ruang kamar. Polutan seperti ini akan berkumpul di rumah Anda, dan menempel di kulit.

Selain bisa menyebabkan kulit kering dan kotor, polutan yang mengendap bisa menyebabkan eksim atau rosacea. Biasanya penyakit ini ditandai dengan gatal-gatal dan kemerahan yang meradang pada kulit. Sebaiknya, Anda rajin mandi dan cuci muka jika tidak ingin mendapatkan masalah tersebut. Selain itu, hindari pemakaian AC di dalam ruangan selama menjalani social distancing karena bisa membuat udara ruangan menjadi kering dan menyebabkan kulit kehilangan kelembapan.

Breakout

Ilustrasi: kulit breakout (sumber: kotakwarna.com)

Ilustrasi: kulit breakout (sumber: kotakwarna.com)

Kejadian yang sering dialami orang yang menghabiskan banyak waktu di rumah adalah breakout. Kulit rusak bisa saja terjadi jika Anda malas membersihkan rumah. Memang, di rumah saja dengan aneka hiburan menarik, membuat orang terlena dan lupa untuk membersihkan rumah, terutama tempat tidur.

Baca juga:  Nggak Cuma Baru, Tato Lama Juga Bisa Bikin Infeksi, Alergi, dan Iritasi Kulit

Tempat tidur harus sering dibersihkan, minimal Anda mengganti sarung bantal, sarung guling, selimut, dan seprai setiap 1 hingga 2 minggu sekali. Debu dan keringat yang mengering di bantal atau pembungkus kasur, bisa menempel pada kulit Anda. Selain itu, ada juga bakteri dan virus yang tidak sengaja berpindah dari bantal ke kulit wajah. Akibatnya, kulit menjadi breakout.

Selain itu, beberapa orang juga mengalami insiden kulit tersumbat akibat jarang mengganti sarung bantal. Jika hal ini terjadi, sulit untuk membereskan masalah tersebut. Paling tidak, Anda harus melakukan facial, scrubbing, dan memakai bahan tertentu untuk mengeksfoliasi kulit Anda, sehingga kulit bisa kembali normal.

Jerawat dan Kusam

Ilustrasi: wanita punya masalah jerawat (sumber: purpletea.com)

Ilustrasi: wanita punya masalah jerawat (sumber: purpletea.com)

Sebagian besar orang yang menghabiskan waktu di rumah saja, berpikir untuk tidak melakukan perawatan. Alasannya, harga skincare yang mahal dan rasa malas, apalagi mereka tidak harus bertemu dengan orang lain. Padahal, ada beberapa produk kosmetik yang memiliki efek samping jika Anda menghentikan pemakaiannya.

Kasus yang sering terjadi jika Anda berhenti memakai skincare dari dokter atau produk lainnya, adalah kusam dan jerawat. Jerawat muncul akibat produksi sebum atau minyak di kulit meningkat. Kadar minyak di kulit yang sebelumnya dikontrol oleh skincare, kini dibiarkan begitu saja dan tidak ada yang mengontrolnya.

Baca juga:  Jangan Galau Pilih Pelembab, Ini Sederet Moisturizer yang Diformulasikan untuk Kulit Berminyak

Beberapa produk skincare juga mengandung zat pemutih, baik secara kimia atau alami. Produk dengan whitening agent seperti ini memiliki daya tahannya masing-masing, biasanya tidak lebih dari satu bulan setelah pemakaian. Sehingga, tak heran jika Anda tidak memakai skincare, maka kulit akan berubah kusam dan gelap.

Selain itu, kulit kusam juga bisa terjadi akibat kekurangan nutrisi. Sebelum menjalani social distancing, Anda secara rutin mengoleskan skincare di kulit. Ini seperti Anda memberi makan kulit yang membutuhkan nutrisi harian. Sementara itu, ketika Anda malas memakai skincare, tidak ada nutrisi yang diserap kulit. Jadi, sebaiknya Anda tidak malas untuk memakai skincare meskipun di rumah saja. Jika perlu, Anda bisa menggunakan masker berbahan alami sebagai pengganti skincare kimia dan beberapa orang telah mencoba memakai masker madu untuk menyembuhkan jerawat dan mengatasi kulit kusam.[1]

[1] Umah, Khoiroh & Oriza Herdanti. 2017. Masker Madu Berpengaruh pada Penyembuhan Acne Vulgaris. Journals of Ners Community Universitas Gresik, Vol. 8(2): 179-187.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*