Efek Samping Pil KB Planotab, Para Wanita Wajib Tahu!

Ilustrasi: pil KB (sumber: kafkadesk.org) Ilustrasi: pil KB (sumber: kafkadesk.org)

Pil KB termasuk metode kontrasepsi yang cukup efektif untuk mencegah kehamilan. Beberapa wanita yang dalam masa subur mungkin masih kebingungan memilih mana pil KB yang bagus dan minim efek samping untuk dikonsumsi. Terlebih karena ada banyak pilihan merk pil KB yang beredar, mulai dari Andalan, Yasmin, hingga Planotab.

Di Indonesia, pil KB dipasarkan dalam beragam merk. Sebelum menggunakan pil KB, bagi pemula wajib berkonsultasi ke dokter kandungan atau bidan terlebih dulu, baru meminta resep lanjutan. Pil KB dapat digunakan bagi wanita yang sudah menikah ataupun masih gadis tanpa merusak kesuburan. Berikut macam-macam pil KB yang dikeluarkan berbagai pabrik farmasi.

Macam-macam Pil KB

  • Pil kombinasi: sejak semula telah terdapat kombinasi komponen progesteron atau estrogen.
  • Pil sekuensial: pil ini mengandung komponen yang disesuaikan dengan sistem hormonal tubuh. 12 pil pertama hanya mengandung estrogen, sedangkan pil ketiga belas dan seterusnya merupakan kombinasi.
  • Progesteron: hanya mengandung progesteron dipergunakan ibu postpartum.
  • KB darurat hormonal: digunakan segera setelah hubungan seks.
Baca juga:  Manfaat & Efek Samping Benzoyl Peroxide Untuk Jerawat

Selain mampu melancarkan haid, beberapa kelebihan yang dimiliki pil KB yakni dapat mengurangi rasa nyeri setiap haid dan sebagian produk dapat membantu untuk menghindari anemia karena kekurangan zat besi. Periode penggunaan pil KB dapat digunakan sesuai keinginan, misalkan ingin beristirahat menggunakan pil KB tinggal mengatur waktunya tersendiri.

Untuk mencapai hasil yang baik, terdapat sejumlah petunjuk pemakaian KB pil yang perlu diperhatikan. Mulai dari konsumsi teratur, apabila Anda lupa maka pil KB yang harus diminum menjadi dua buah. Di samping kelebihan, pil KB juga memiliki kekurangan, seperti mual selama penggunaan 3 bulan pertama, mengalami sejumlah keluhan yakni sakit kepala, nyeri payudara, dan perubahan berat badan. Apabila terjadi komplikasi yang berat dalam bentuk pendarahan dan mual berlebihan, maka penderita sebaiknya dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.[1]

Nah, jika Anda sedang mencari pil KB campuran antara hormon estrogen dan progesteron golongan monofasik, Anda bisa mencoba pil KB Planotab. Berikut ulasan lengkapnya.

Tentang Pil KB Planotab

Pil KB Planotab merupakan obat kontrasepsi oral kombinasi produksi Triyasa Nagamas Farma yang digunakan sebagai pencegahan terhadap kehamilan. Planotab KB mengandung kombinasi dua zat, yakni Levonorgestrel dan Etinil Estradiol. Keduanya memiliki mekanisme kerja, di mana Levonorgestrel dan Etinil Estradiol merupakan hormon turunan progesteron yang dapat membantu mengatur reproduksi wanita.

Baca juga:  Manfaat Lain Vaksin COVID-19 untuk Ibu Hamil dan Menyusui
Pil KB Planotab (sumber: lazada)

Pil KB Planotab (sumber: lazada)

Ketika dua bahan tersebut dikombinasikan, obat Planotab bekerja dengan menekan hormon gonadotropin supaya menghambat ovulasi dan mengurangi terjadinya implantasi pengentalan pada endometrium. Pil KB Planotab juga disebut dapat mengentalkan cairan mukosa pada leher rahim yang membuat sperma sulit untuk bergerak di dalam ovarium.

Pil KB Planotab bisa ditemukan di berbagai apotik dengan resep dokter. Adapun harga pil KB Planotab di Apotek K24 dibanderol Rp6 ribuan saja per strip. Tiap blister Planotab terdiri dari 28 tablet salut selaput yang berisi 21 tablet berwarna putih mengandung 0,15 mg Levonorgestrel dan 0,03 mg Ethinyl Estradiol 7 tablet berwarna putih placebo yang mengandung bahan inert.

Dosis & Aturan Penggunaan Planotab

Dilansir dari Klikdokter, Planotab dapat diminum mulai dari yang berukuran kecil sejak hari pertama haid hingga 21 hari ke depan. Lalu, dilanjutkan dengan pil yang berukuran lebih besar selama 7 hari. Obat diminum pada jam yang sama setiap harinya. Perlu diingat bahwa Planotab tergolong obat keras yang cara penggunaan dan dosisnya membutuhkan anjuran dari dokter.

Baca juga:  Penyebab dan Cara Atasi Kulit Kusam Agar Lebih Bercahaya

Efek Samping Pil KB Planotab

  • Sakit kepala, pusing.
  • Ketidaknyamanan payudara.
  • Depresi.
  • Gangguan nafsu makan.
  • Perubahan libido.
  • Rambut rontok atau hirsutisme.
  • Gangguan saluran pencernaan (mual dan muntah).
  • Perubahan genitourinary.
  • Gangguan hematologis.
  • Gangguan endokrin dan metabolisme.
  • Reaksi kulit lokal.
  • Kerusakan hati.
  • Berkurangnya menstruasi.
  • Muncul bercak darah pada siklus awal.
  • Peningkatan risiko kanker payudara.

Efek samping atau reaksi yang dirasakan setiap orang setelah minum pil KB Planotab bisa saja berbeda-beda. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter apabila Anda merasakan efek samping yang terus memburuk.

[1]Bagus, Ida. 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan & Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. Jakarta: EGC, hlm 443.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*