Bisakah Wirausaha Meningkatkan Kesehatan Kardiovaskular pada Wanita?
Entrepreneur atau wirausaha merupakan orang yang mampu mendirikan, membangun, mengembangkan, memajukan, dan menjadikan perusahaan unggul.[1] Tidak harus mendirikan perusahaan besar, bahkan menjual suatu barang sudah bisa disebut sebagai kegiatan wirausaha. Nah, selain bisa meningkatkan perekonomian individu maupun kelompok, entrepreneur diklaim bisa meningkatkan kesehatan kardiovaskular pada wanita.
Manfaat Berwirausaha Bagi Wanita
Penelitian terbaru menunjukkan kegiatan wirausaha bisa meningkatkan kesehatan jantung pada wanita. Mereka yang wiraswasta cenderung tidak memiliki tekanan darah tinggi, diabetes, dan obesitas. Ini karena jumlah aktivitas fisik pada pebisnis wanita lebih tinggi daripada wanita yang menerima upah atau gaji dengan cara bekerja pada orang lain.
“Studi ini mengungkap, ada manfaat terkait kesehatan untuk memungkinkan wanita mengambil alih pekerjaan mereka dan cara mereka memilih untuk bekerja,” kata Dr. Emily Lau, ahli jantung di Rumah Sakit Umum Massachusetts dalam Harvard Health Publishing. “Sebagai masyarakat, kita harus berpikir tentang lanskap kerja dan apakah struktur kerja biasa menawarkan cara terbaik untuk bergerak maju dibandingkan berwirausaha.”
Studi baru, yang diterbitkan di BMC Women’s Health, mengambil data dari studi yang sedang berlangsung di University of Michigan. Meskipun menarik, temuannya jauh dari konklusif. Analisis cross-sectional ini tidak dapat membuktikan wirausaha mengarah ke penanda kesehatan yang lebih baik karena tidak memberikan ketelitian ilmiah dari uji coba terkontrol secara acak yang secara langsung membandingkan efek intervensi di antara peserta studi yang ditugaskan secara acak.
“Kewirausahaan bisa menjadi indikator banyak hal,” jelas Dr. Lau. “Wanita yang wiraswasta umumnya lebih tua, memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi, dan lebih mungkin melek finansial. Semua faktor tersebut secara independen terkait dengan hasil kardiovaskular yang lebih baik.”
Hubungan Kesehatan Kardiovaskular Wanita dan Wirausaha
Penyakit kardiovaskular berkontribusi terhadap serangan jantung, stroke, dan masalah kesehatan serius lainnya. Studi ini menganalisis data survei yang dikumpulkan antara tahun 2016 hingga 2018 dari 4.624 perempuan yang beragam secara etnis dan dilaporkan sebagai pegawai tetap, wiraswasta, atau bekerja untuk mendapatkan upah. Semuanya berusia di atas 50 tahun dan sekitar 16% peserta adalah wiraswasta, sedangkan sisanya bekerja untuk orang lain.
Para peneliti memeriksa kemungkinan hubungan antara struktur kerja dan tanggapan yang dilaporkan sendiri oleh partisipan tentang faktor risiko penyakit kardiovaskular, seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner, atau gagal jantung. Pertanyaan survei berpusat pada perilaku kesehatan dan faktor yang mempengaruhi risiko penyakit kardiovaskular.
Studi ini menemukan bahwa wanita yang berwirausaha melaporkan kemungkinan 34% lebih rendah mengalami obesitas; 43% lebih rendah terkena tekanan darah tinggi; dan 30% lebih rendah terkena diabetes dibandingkan dengan mereka yang bekerja untuk orang lain. Selain itu, wanita wiraswasta tampaknya memiliki indeks massa tubuh (BMI) yang lebih rendah dan lebih aktif secara fisik, dengan 80% mengatakan mereka berolahraga setidaknya dua kali seminggu dibandingkan dengan 72% peserta lainnya yang bekerja dengan orang lain.
Perlu diketahui, penelitian ini tidak memverifikasi jawaban yang ditawarkan oleh responden melalui hasil tes independen. Mereka yang melaporkan kesehatan yang baik dan buruk dikelompokkan ke dalam kategori kesehatan yang buruk ketika hasil dipertimbangkan. Dengan hasil yang dilaporkan sendiri, kesehatan seseorang yang buruk bisa menjadi gagasan orang lain dengan mengabaikan perbedaan yang penting.
“Berwirausaha tidak selalu berarti lebih bebas, karena tidak semua wanita pandai mengatur jadwalnya. Ada juga seorang konsultan yang bekerja dari rumah dan memiliki banyak waktu luang untuk berolahraga,” kata Dr. Lau. “Sementara itu, banyak juga pekerja kantor, bahkan pengemudi Uber dan pekerja kontraktor yang tidak memiliki banyak waktu luang untuk menentukan pola hidup sehatnya. Kita tidak bisa menilai hanya dengan melihat apa yang dikerjakan orang terkait kesehatan kardiovaskular.”
Untuk itu, jangan terlalu terpaku pada hasil penelitian. Anda bisa mencoba lebih fleksibel dalam bekerja untuk mengoptimalkan kesehatan jantung. Kita tidak perlu menjadi wiraswasta untuk menuai manfaat kardiovaskular yang disarankan oleh penelitian ini. Fleksibilitas tempat kerja yang dinikmati beberapa karyawan wanita juga baik untuk meningkatkan kesehatan jantung. Anda juga perlu cermat dan pintar-pintar dalam mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat.
[1] FIDIANA, NIA. 2014. Analisis Jiwa Kewirausahaan Pengusaha Kecil di Desa Suka Maju Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu (Skripsi). Program Studi Manajemen/S-1 Fakultas Ekonomi Universitas Pasir Pengaraian.

Leave a comment