Manfaat Diet Rendah Karbohidrat dan Lemak Jenuh Tinggi (LCHF)

Ilustrasi: diet karbohidrat & lemak jenuh tinggi/LCHF (sumber: parade.com) Ilustrasi: diet karbohidrat & lemak jenuh tinggi/LCHF (sumber: parade.com)

Pemilihan metode diet yang tepat akan mendukung keberhasilan penurunan berat badan guna untuk mencegah dan mengatasi obesitas.[1] Dari sekian jenis diet yang ada, tampaknya diet rendah karbohidrat dan lemak jenuh tinggi termasuk salah satu yang populer di kalangan milenial karena diklaim mampu menurunkan berat badan dengan cepat. Selain itu, masih ada banyak manfaat dari diet tersebut yang bisa Anda dapatkan.

Dilansir dari Harvard Health Publishing, berbagai versi diet rendah karbohidrat sudah populer selama bertahun-tahun, tetapi tidak ada penjelasan mengenai kadar karbohidrat yang harus dimasukkan ke dalam tubuh. Beberapa orang tampaknya memilih untuk diet lemak jenuh tinggi untuk diimbangi dengan diet karbohidrat rendah.

Masih dari sumber yang sama, sebuah studi yang diterbitkan di American Journal of Clinical Nutrition telah menguji coba tiga level diet karbohidrat rendah dan tinggi lemak jenuh. Ada sekitar 164 peserta yang hadir dalam studi tersebut dan rata-rata adalah mereka yang dianggap memiliki berat badan di atas rata-rata atau obesitas. Selain itu, beberapa di antaranya telah menyelesaikan uji coba penurunan berat badan sekitar 12% dari bobot awalnya. Secara acak, peserta ditugaskan untuk memilih level diet rendah karbohidrat tinggi lemak jenuh atau biasa disebut dengan Low Carbohydrate High Fat (LCHF).

Baca juga:  Masker Alami Yang Ampuh Untuk Menghilangkan Bekas Jerawat

Level Diet Rendah LCHF

  • Karbohidrat rendah (20%), lemak tinggi (60%), lemak jenuh yang terdiri dari 21% kalori. Ini menyerupai diet rendah karbohidrat yang umum dan memiliki lemak jenuh yang jauh lebih tinggi daripada yang direkomendasikan.
  • Karbohidrat sedang (40%), lemak sedang (40%), lemak jenuh yang terdiri dari 14% kalori. Ini tidak jauh dari diet khas Amerika yang terdiri dari 50% karbohidrat dan 33% lemak, dan sangat mirip dengan diet khas Mediterania dengan prinsip sedikit lebih rendah karbohidrat dan lebih tinggi lemak dari diet Amerika.
  • Karbohidrat tinggi (60%), rendah lemak (20%), lemak jenuh terdiri dari 7% kalori. Ini memenuhi rekomendasi dari pedoman diet di Amerika dan merupakan diet tinggi karbohidrat yang umum dengan sumber makanan dari biji-bijian, sayuran, makanan bertepung, dan buah.
Ilustrasi: diet karbohidrat & lemak jenuh tinggi/LCHF (sumber: virtahealth.com)
Ilustrasi: diet karbohidrat & lemak jenuh tinggi/LCHF (sumber: virtahealth.com)

Manfaat Diet LCHF

Setiap peserta studi menerima makanan sesuai level dietnya selama 20 minggu. Setiap hari, mereka juga harus melakukan pemeriksaan penyakit kardiovaskular, resistensi insulin lipoprotein (LPIR), dan tekanan darah. Pada lima bulan terakhir diet tersebut, kelompok level pertama dengan makanan rendah karbohidrat tinggi lemak jenuh dikatakan memiliki risiko penyakit kardiovaskular terendah. Meskipun begitu, jumlah kolesterol baik dan jahat pada tubuh kelompok ini sama seperti kelompok lainnya.

Baca juga:  Tips Mengasinkan Makanan Ala Chef Profesional Supaya Lebih Awet

Dengan hasil yang cukup mengejutkan, diet LCHF akhirnya kerap dianjurkan untuk para penderita penyakit jantung serta orang dengan risiko obesitas tinggi. Dengan menggunakan pola makan diet rendah karbohidrat tinggi lemak, maka pasien dikatakan bisa mencegah dan menurunkan risiko kambuh penyakitnya.

Tak hanya itu, dikutip dari laman Diabetes.co.uk, diet LCHF telah diakui oleh pemerintah Swedia sebagai diet yang baik untuk penderita diabetes melitus tipe 2. Karena, prinsip diet ini melibatkan lebih sedikit hormon insulin ketika makanan dicerna tubuh dan ini akan lebih aman bagi para diabetesi.

Dilansir dari hellosehat, diet LCHF sebenarnya lebih disarankan untuk Anda yang ingin menurunkan dan mempertahankan berat badan ideal. Hal ini karena diet itu memiliki prinsip makam makanan rendah karbohidrat dengan jumlah lemak jenuh tinggi. Jika Anda tidak memiliki banyak lemak di dalam tubuh Anda, maka Anda bisa mengalami gejala efek samping, seperti mudah lelah, tekanan darah rendah, dan mudah mengantuk.

Baca juga:  Info Terbaru, Takaran 1 Lembar Gelatin Sheet (Lembaran) Sama dengan Berapa Gram?

Meskipun terbilang sangat bermanfaat, LCHF harus dilakukan dengan tepat dan sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum menjalankannya. Selain itu, ada beberapa jenis makanan yang harus dihindari atau dikurangi jika Anda ingin menjalani diet ini, di antaranya roti, nasi, pasta, sereal, minuman bersoda, minuman bergula, minuman beralkohol, dan margarin. Sementara makanan yang dianjurkan untuk pola diet ini, antara lain telur, minyak nabati, ikan, daging sapi, daging unggas, susu, sayuran tak berpati, dan biji-bijian.


[1] Sugianto, Monita & Miftahudin. 2019. Diet Rendah Karbohidrat Ketogenik dan Diet Rendah Lemak pada Obesitas dan Risiko Dislipidemia: Tinjauan Sistematis dari Uji Coba Acak Terkontrol. Informatika Kedokteran:Jurnal Ilmiah Universitas Gunadarma, Vol. 2(1): 9-15.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*