Hati-Hati, Ini Daftar Mainan Anak yang Berbahaya
Untuk mendukung perkembangan anak, banyak orang tua membelikan mainan edukatif. Sayangnya, tidak semua mainan tersebut aman dan ada yang mengandung timbal. Mainan anak yang mengandung timbal di atas 353 ppm bisa menyebabkan gangguan kognitif dan umumnya ini ditemukan pada puzzle.[1] Selain itu, masih banyak permainan berbahaya lainnya yang harus dihindari.
Dilansir dari Harvard Health Publishing, waktu luang menjadi momen paling mengasyikan bagi anak-anak, baik yang belum sekolah maupun belum sekolah. Umumnya, untuk menikmati waktu luangnya, mereka akan bermain sepuasnya dan ini adalah tugas para orang tua untuk memenuhi kebutuhan bermainnya.
Tak jarang, para orang tua akan mengajak buah hatinya pergi ke pusat perbelanjaan untuk mengisi keranjang belanjaan dengan mainan kesukaan si kecil. Beberapa orang tua bahkan membebaskan putra-putrinya memilih mainannya sendiri. Namun, ada beberapa hal yang harus Anda waspadai ketika mengajak si kecil belanja mainan. Berikut adalah daftar mainan apa saja yang tidak dianjurkan untuk dipilih anak.
Jenis Mainan Anak Berbahaya
- Mainan yang bersuara keras. Anak-anak biasanya cenderung suka dengan permainan yang mengeluarkan musik atau bunyi. Namun, tidak disarankan untuk membeli mainan yang bisa mengeluarkan suara keras. Hal ini diklaim bisa membuat pendengaran anak terganggu dan sulit fokus.
- Slime. Tidak semua slime aman untuk si kecil, apalagi jika mereka masih memiliki kebiasaan memasukkan benda ke dalam mulut. Selain itu, beberapa slime diketahui mengandung timbal dan boron berkadar tinggi yang dapat membuat anak keracunan.
- Fidget spinners. Ini memang termasuk salah satu mainan edukasi, tetapi untuk anak usia tujuh tahun ke atas dan diketahui bisa menjadi media penenang bagi orang dewasa. Jangan berikan mainan ini kepada anak kecil yang usianya masih lima tahun ke bawah karena bisa melukai jari mereka.
- Manik-manik ajaib. Mungkin Anda tidak asing dengan set permainan manik-manik yang ditempel dan digunakan untuk menggambar atau membuat perhiasan. Ini adalah jenis permainan edukasi untuk anak di dengan usia di atas 12 tahun. Tidak disarankan untuk memberikannya pada anak yang masih balita, apalagi masih berusia tiga tahun karena berisiko ditelan dan keracunan.
- Balon. Salah satu mainan anak yang terbilang cukup populer adalah balon. Namun, Anda tidak disarankan untuk memberikannya pada anak yang berusia di bawah lima tahun. Selain itu, beberapa jenis balon terbuat dari karet dan timbal yang berbahaya dan diklaim menimbulkan gejala alergi pada kulit.
- Make up kit. Sudah banyak make up kit yang dibuat khusus untuk anak-anak, tetapi tidak semuanya aman dan terbuat dari pewarna yang mudah hilang. Beberapa di antaranya bahkan diketahui mengandung asbes dan sejumlah bahan kimia berbahaya. Sebaiknya Anda tidak memberikannya, apalagi jika si kecil memiliki kulit yang sangat sensitif.
- Mainan mengandung magnet. Mainan magnet yang dimainkan dengan cara dilempar untuk mendapatkan suara yang khas ternyata tidak disarankan untuk anak-anak berusia di bawah 12 tahun. Permainan ini berisiko tertelan dan menjadi racun bagi anak kecil yang masih memiliki kebiasaan memasukkan benda ke dalam mulutnya. Selain itu, berisiko tangan terkilir dan terjepit karena tidak bisa memainkannya.
- Mainan berujung runcing. Dilansir dari Popmama, mainan berujung runcing berbahan kayu dan logam sangat berbahaya untuk si kecil karena bisa melukai tangan atau wajahnya. Tak hanya itu, sebaiknya Anda mencopot berbagai aksesori mainan lainnya yang runcing dan berbahan pecah belah.
- Boneka terbang. Biasa disebut dengan sky dancer, permainan ini sebenarnya untuk mereka yang berusia di atas 12 tahun dan tidak disarankan untuk anak-anak yang masih balita. Selain itu, permainan ini dilengkapi dengan baterai yang berbahaya bagi si kecil, apalagi jika baterainya sudah berkarat dan basah.
- HP mainan. Bagi anak-anak, melihat gambar atau memainkan suara pada HP mainan terbilang sangat menyenangkan. Namun, ada beberapa HP mainan yang tidak ramah dengan anak kecil dan umumnya tidak mencantumkan label BPA Free. Sebaiknya Anda tidak memberikannya pada si kecil.
Pastikan Anda menghindari daftar mainan di atas saat ingin membelikan mainan untuk si kecil. Selain itu, Anda juga harus memperhatikan komposisi dan bentuk permainan yang Anda beli untuk anak.
[1] Pohan, Devi Destika. 2014. Analisis Kandungan Timbal (Pb) dan Tingkat Pengetahuan Orang Tua dan Guru tentang Timbal (Pb) pada Mainan Edukatif Balita di Taman Kanak-Kanak (TK) Kecamatan Medan Denai Tahun 2014 (Skripsi). Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat Program Studi Kesehatan Lingkungan Universitas SUmatera Utara.


Leave a comment