Masih Jadi Kontroversi, Apakah Squishy Mainan yang Berbahaya untuk Anak?

Aneka macam Squishy (youtube: Ketchupgiri) Aneka macam Squishy (youtube: Ketchupgiri)

Ragam mainan untuk anak-anak terus berkembang dari waktu ke waktu, mulai dari mainan tradisional hingga mainan yang semakin kekinian. Bahkan, beberapa orang tua juga ada yang membelikan mainan squishy untuk buah hati mereka. Namun demikian, apakah squishy berbahaya? Penelitian terbaru bahkan menemukan hal yang menarik dari mainan lunak dengan bentuk dan warna yang menarik ini.

Sebagai orang tua hendaknya lebih selektif dalam memilih mainan untuk anak, bukan hanya dilihat dari harganya yang mahal atau bentuk mainan yang menarik tapi harus dilihat dari unsur kegunaan dan nilai edukatifnya. Selain itu harus memerhatikan bahan yang digunakan untuk mainan apakah berbahaya atau tidak untuk anak. Perhatikan juga jenis mainannya, bentuknya, fungsinya, dan tentu saja tingkat keamanannya.

Untuk mainan yang akan digunakan untuk bermain bayi dan balita haruslah terbuat dari bahan yang aman, tidak menggunakan pewarna yang berbahaya serta tidak mengandung toksin. Karena bayi sampai anak balita suka memasukkan mainannya ke mulut.[1]

Nah, squishy sendiri sejak beberapa tahun belakangan begitu populer karena disebut-sebut bisa melatih otot jari tangan sekaligus meredakan stres saat meremas-remasnya. Squishy adalah jenis mainan lunak yang terbuat dari busa poliuretan lembut yang diformulasikan secara khusus, yang perlahan kembali ke bentuk aslinya setelah diremas.

Baca juga:  Bahan Alami Yang Sebaiknya Tidak Digunakan Secara Langsung Pada Wajah

Squishies diproduksi dalam berbagai bentuk dan ukuran, seperti hewan, buah-buahan, dan makanan. Squishy juga sering dibuat beraroma agar sesuai dengan objek yang diwakili. Mainan ini juga disebut kawaii squishy, kawaii berarti “imut” dalam Bahasa Jepang.

Mainan yang berasal dari Jepang ini mulai tersedia di Amerika Serikat pada musim semi 2017. Kemudian, tahun-tahun berikutnya, mainan squishy menjadi populer di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Popularitas squishy semakin terangkat berkat banyaknya orang yang mereview squishy di media sosial, khususnya di YouTube dan Instagram.

Squishy terkenal di kalangan anak-anak dan remaja, serta kalangan orang dewasa. Orang dewasa biasanya membeli squishy untuk kesenangan dengan meremasnya, yang bahkan disebut-sebut dapat menghilangkan stres layaknya mainan fidget spinner atau stress ball. Akan tetapi, amankah squishy untuk mainan anak-anak?

Risiko Bahaya dari Mainan Squishy

Ilustrasi: anak bermain squishy (sumber: ubuy.co.id)

Ilustrasi: anak bermain squishy (sumber: ubuy.co.id)

Pemerintah Denmark beberapa waktu lalu menguji squishies dan menemukan bahwa mainan yang digemari anak-anak ini dipenuhi dengan zat beracun. Denmark menguji sebanyak 12 squishy untuk meneliti bahan kimia beracun yang terkandung di dalamnya.

Baca juga:  Siswa Sering Mengantuk di Sekolah? Ini Penyebabnya

Rupanya, keduabelas squishies ditemukan mengeluarkan zat beracun (termasuk dimetilformamida, xilena, dan metilen klorida). Bahan kimia tersebut diduga menyebabkan masalah reproduksi, kanker, kerusakan hati dan sistem saraf, serta iritasi pada selaput lendir dan mata. Mereka menyimpulkan bahwa tingkat konsentrasi tinggi yang ditemukan pada squishy dapat menimbulkan risiko yang signifikan jika anak-anak menghabiskan banyak waktu di dekat squishy, misalnya tidur dengan squishies di dekat mereka atau memiliki banyak squishydi kamarnya.

Penguapan zat berbahaya dari produk squishykabarnya akan berkurang seiring waktu. Pelepasan zat kimia berbahaya ini paling banyak terjadi saat Squishy masih dalam kondisi baru dan setelah itu akan berkurang. Oleh karena itu, disarankan untuk tidak membawa squishy baru ke dalam rumah. Faktanya, sekarang ilegal untuk menjual produk-produk squishy di Denmark.

Menurut CDC, paparan 3 bahan kimia yang terdaftar, seperti dimethylformamide, xylene, dan methylene chloride bisa menyebabkan efek seperti berikut.

Baca juga:  Info Lengkap Cara Membuat Tepung Rumput Laut

Efek Bahan Kimia yang Terkandung dalam Squishy

  • Dimethylformamide: Iritasi pada mata, kulit, dan sistem pernapasan; mual, muntah, kolik; kerusakan hati, pembesaran hati; tekanan darah tinggi; wajah memerah; infeksi kulit. Pada hewan: ginjal, kerusakan jantung.
  • Xylene: Iritasi pada mata, kulit, hidung, dan tenggorokan; pusing, kegembiraan, kantuk, inkoordinasi, gaya berjalan yang tidak normal; vakuolisasi kornea; anoreksia, mual, muntah, sakit perut; infeksi kulit.
  • Metilen Klorida: Iritasi mata dan kulit; kelesuan (kelemahan, kelelahan), kantuk, pusing; mati rasa, anggota badan kesemutan; mual; potensi karsinogen.

Meski demikian, hasil temuan ini masih diperdebatkan oleh banyak negara. Menurut Industri Mainan Eropa, tes terhadap 12 squishy saja dinilai tak dapat menjustifikasi larangan edar yang dilakukan oleh Denmark. Dengan begitu, keputusan berada di tangan Anda sebagai konsumen, khususnya sebagai orang tua. Bersediakah Anda membelikan mainan yang mungkin berisiko untuk buah hati Anda?

[1] Novita, W. 2007. Serba-serbi Anak: Yang Perlu Diketahui Seputar Anak dari dalam Kandungan hingga Masa Sekolah. Jakarta: Elex Media Komputindo, hlm 111.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*