Meski Dipercaya Berkhasiat, Ternyata Buah Pinang Punya Efek Samping Negatif untuk Wanita

Salah satu jenis buah pinang (sumber: sehatq.com) Salah satu jenis buah pinang (sumber: sehatq.com)

Mengunyah pinang sudah menjadi bagian dari tradisi sebagian masyarakat Indonesia sejak zaman dahulu. Walau dikenal punya banyak manfaat positif, beberapa studi menyebutkan bahwa buah pinang mungkin menimbulkan efek samping yang negatif, khususnya untuk wanita.

Pinang adalah salah satu spesies pohon palem yang terdapat di kawasan Pasifik bagian tropis, Asia, dan Afrika. Tanaman yang tidak diketahui dari mana asalnya ini hanya dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis atau subtropis yang hangat. Sekarang ini tanaman pinang dibudidayakan di Tiongkok, Afrika Timur, Indonesia, Madagaskar, Malaysia, hingga kawasan Melanesia.

Pinang (Areca catechu) biasanya dikunyah bersama dengan daun sirih setelah makan, terutama oleh orang-orang tua zaman dahulu. Caranya adalah dengan membungkus beberapa iris pinang dalam daun sirih bersama dengan kapur (kalsium hidroksida) dan kadang-kadang ditambah cengkih, kapulaga, dan rempah-rempah lain sebagai penyedap tambahan.

Pinang yang dikunyah dengan daun sirih memberikan efek stimulan ringan yang memicu sensasi hangat dalam tubuh. Meskipun efeknya bervariasi pada setiap orang, pengaruh mengunyah daun sirih dan pinang bersama-sama relatif ringan, mirip dengan efek meminum secangkir kopi setelah makan.

Baca juga:  Sederet Merek Parfum Wanita yang Paling Tahan Lama dan Awet Wanginya

Kandungan Nutrisi dan Senyawa Alami Pinang

Pinang mengandung tanin arecatannin dan asam galat, terpineol, dan lignin. Beberapa jenis senyawa alkaloid, tanin, dan zat polifenol serta vitamin A, tiamin, riboflavin, niasin, dan asam askorbat juga terkandung di dalam buah kecil berwarna kuning cerah ini.

Buah pinang di pohon (sumber: rimbakita.com)

Buah pinang di pohon (sumber: rimbakita.com)

Manfaat Kesehatan dari Pinang

Mencegah Kerusakan Gigi

Orang-orang yang gemar menyirih, rata-rata memiliki gigi yang kuat dan utuh hingga lanjut usia. Warna merah dari pinang yang dikunyah saat menyirih memiliki sifat anti bakteri yang baik bagi kesehatan.[1]

Mengatasi Mulut Kering

Orang yang mengunyah pinang bersama sirih cenderung memproduksi banyak air liur. Produksi air liur yang cukup dapat mengatasi masalah mulut kering yang bisa disebabkan oleh kondisi kesehatan seperti diabetes dan sindrom Sjogren.

Membasmi Cacingan

Buah pinang yang dikunyah secara alami dapat mematikan cacing yang berdiam di dalam usus manusia. Potongan buah pinang kadang-kadang juga dicampurkan pada makanan ayam ternak untuk membasmi penyakit cacingan pada ayam. Jika penderita penyakit cacingan kesulitan obat-obatan, bisa mencoba memanfaatkan buah pinang, akan tetapi sebaiknya tanpa daun sirih.

Baca juga:  Perbedaan Kulit Dehidrasi & Kering

Anemia

Beberapa penelitian menemukan bukti bahwa mengunyah pinang dan daun sirih dapat mengurangi gejala anemia pada ibu hamil. Namun alasan penemuan ini masih belum jelas, demikian pula efek samping negatif mengunyah pinang bagi wanita selama hamil.

Skizofrenia

Berdasarkan penelitian badan penelitian kesehatan Amerika, The National Institute of Health, pasien skizofrenia (sejenis gangguan jiwa) yang menyirih menunjukkan perbaikan gejala. Obat skizofrenia standar yang sudah ada diketahui menghasilkan efek samping yang buruk, sehingga cara pengobatan baru terus diteliti. Akan tetapi penelitian tersebut juga mencatat bahwa pinang juga menghasilkan efek samping tremor dan kejang pada beberapa pasien skizofrenia.[2]

Salah satu jenis buah pinang (sumber: cintaihidup.com)

Salah satu jenis buah pinang (sumber: cintaihidup.com)

Efek Samping Buah Pinang untuk Wanita

Meski dikenal menyimpan beragam manfaat, nyatanya banyak juga pakar kesehatan yang mengimbau masyarakat untuk menghindari kebiasaan mengunyah buah pinang. Dilansir dari Sehatq, jika dilakukan dalam jangka panjang kabarnya kebiasaan mengunyah buah pinang dapat memicu timbulnya kanker mulut. Oleh sebab itu, World Health Organization (WHO) menetapkan pinang sebagai buah yang bersifat karsinogen atau meningkatkan risiko terjadinya kanker.

Baca juga:  Survivor Kanker Mungkin Punya Peluang Lebih Rendah Terkena Demensia

Tak hanya kanker mulut, mengunyah pinang disebut-sebut dapat meningkatkan risiko efek samping lain yang berbahaya seperti iritasi gusi, perubahan warna gigi, peningkatan risiko penyakit jantung, sindrom metabolik, obesitas, hingga oral submucous fibrous, yakni suatu kondisi yang membuat mulut menjadi kaku, sehingga rahang sama sekali tidak bisa digerakkan.

Senyawa dari buah pinang disebut mempunyai sifat farmakologis yang mungkin bisa memperburuk kondisi tekanan darah tinggi atau darah rendah, memicu detak jantung yang tidak teratur, hingga memicu asma.

Para wanita, khususnya wanita yang sedang hamil pun disarankan menghindari konsumsi buah pinang, karena berpotensi menyebabkan masalah reproduksi dan memicu bayi lahir dengan berat badan rendah. Konsumsi pinang juga menimbulkan interaksi dengan suplemen atau obat yang sedang dikonsumsi, sehingga obat yang Anda konsumsi menjadi berkurang efektivitasnya.

[1]Savitri, A. 2016. Tanaman Ajaib! Basmi Penyakit dengan TOGA (Tanaman Obat Keluarga). Nur A, editor. Depok: Bibit Publisher, hlm 95.

[2]Ibid., hlm 96.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*