Cara Membuat Bean Bag Lengkap, Hasilnya Enggak Kalah dengan Buatan Pabrik!
Anda pernah melihat kantung besar yang kerap dijadikan tempat duduk layaknya sofa di café atau bahkan di beberapa hunian bernuansa modern? Ya, kantong besar warna-warni itu dinamakan bean bag. Beanbag menjadi salah satu kursi yang beberapa waktu belakangan begitu populer karena cocok digunakan untuk bersantai. Selain dibeli dalam wujud yang sudah jadi, Anda juga bisa membuat bean bag sendiri dengan cara yang cukup sederhana.
Beanbag adalah sejenis kursi santai yang terbuat dari kain dan berisi PVC palet atau styrofoam. Ada juga yang menyebut beanbag sebagai sofa tanpa rangka. Bila kita duduk di beanbag, kita seperti duduk di atas bantal karena bentuk permukaan beanbag yang mengikuti kontur tubuh orang yang duduk di atasnya.[1] Beanbag bisa berisi butiran lembut semacam pasir. Bentuknya dapat diubah sesuai keinginan dan merupakan salah satu jenis tempat duduk yang dapat digunakan sebagai penyangga kaki yang nyaman.[2]
Bean bag sebenarnya kini cukup mudah ditemukan di berbagai toko furniture offline maupun online, harganya berkisar mulai Rp300 ribuan ke atas, tergantung desain, bentuk, dan juga ukurannya. Nah, daripada membeli dengan harga yang relatif mahal, Anda juga bisa mengasah kreativitas dengan membuat bean bag di rumah. Berikut tutorial membuat bean bag.
Cara Membuat Bean Bag Lengkap
Alat dan Bahan Bean Bag
- Gunting
- 2 meter vuring dari bahan katun dengan lebar sedikitnya 112 cm untuk kantung bagian dalam
- Meteran
- Mesin jahit, jarum, dan benang
- Jarum pentul
- 2 kantung manik-manik polistiren. Manik-manik ini tersedia di pasaran dengan beraneka ukuran. Mintalah bantuan pramuniaga untuk menentukan yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
- 2 meter bahan kain dengan lebar sedikitnya 112 cm untuk kantung bagian luar
- Setrika
- Ritsleting panjang 90 cm
- Kapur jahit
Langkah Membuat Bean Bag
- Untuk kantung bagian dalam, potong dua buah lingkaran dengan diameter 69 cm dan dua buah persegi panjang berukuran 60 x 107 cm dari bahan vuring. Dengan menggunakan kelim selebar 1,5 cm dan jahitan tusuk stik ganda, sambung kedua kain persegi pada salah satu sisi pendeknya untuk membuat sehelai kain yang panjang. Kemudian, sambungkan kembali sisi pendeknya yang lain sehingga terbentuk cincin yang melingkar. Biarkan sekitar 20 cm dari sisi ini tidak terjahit.
- Pasangkan kedua buah lingkaran pada pinggiran cincin yang melingkar tersebut, masing-masing pada ujung atas dan bawah. Pasang semua sisi yang bagus saling berhadapan dengan menggunakan jarum pentul. Jahit dengan tusuk stik ganda. Setelah itu, balikkan sisi bagus hingga menghadap keluar melalui lubang 20 cm yang belum dijahit tadi.
- Tuangkan manik-manik polistiren melalui lubang yang sama ke dalam kantung vuring yang sudah jadi. Lalu, jahit dengan tusuk stik ganda untuk menutup lubang ini.
- Untuk kantung bagian luar, potonglah dua buah lingkaran dan satu buah persegi panjang yang ukurannya sama dengan kantung vuring tadi. Potong pula dua buah persegi panjang dengan ukuran 32 x 107 cm. Lalu, sambungkan dua potong kain persegi panjang yang lebih kecil ukurannya dengan jarum pentul, dengan jarak dari sisinya sekitar 2 cm. Jahit dengan tusuk stik ganda sepanjang 8,5 cm dari masing-masing pinggir kain, sehingga di bagian tengahnya ada bagian yang tak terjahit. Jahitkan ritsleting pada bagian ini. Gunakan tusuk stik ganda agar lebih kuat.
- Sambungkan sisi-sisi pendek dari kain persegi empat yang sudah diberi ritsleting dengan kain persegi empat yang lebih besar, untuk membentuk cincin melingkar seperti pada langkah 1. Biarkan ritsleting terbuka sedikit. Pasangkan kedua lingkaran dengan jarum pentul pada sisi-sisi kain melingkar, lalu jahit dengan tusuk stik ganda. Balikkan sisi-sisi bagusnya keluar dari bukaan ritsleting. Masukkan kantung vuring yang sudah diisi manik-manik ke dalamnya.[3]
Bean bag bisa dibuat menggunakan bahan-bahan yang ada. Anda bisa memanfaatkan kain seprai bekas, selimut bekas, atau bahkan memanfaatkan sisa potongan kain (kain perca) dengan berbagai motif.
[1] Gunawan, AS & Ati C. 2020. Kisah Anak Muda Biasa Perintis Bisnis Luar Biasa. Sonta FM, editor. Jakarta: Penerbit Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, hlm 53.
[2] Akmal, I. 2008. Menata Kamar Bayi. Fialita F, editor. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, hlm 61.
[3] Floodgate, L dkk. 2002. Kreasi Kreatif Kamar Anak. Terjemahan oleh: Febi N. Widya H, editor. Jakarta: Erlangga, hlm 105.

Leave a comment