Termasuk Gejala Terlambat Bicara, Ini Cara Mengatasi Gagap pada Anak
Gagap bisa menjadi sebuah indikasi bahwa anak mengalami keterlambatan berbicara dan ini ditandai dengan cara berbicara si kecil yang terputus-putus, mengulang suara atau suku kata (terutama di awal kata), serta perpanjangan suara saat berbicara.[1] Orang tua tentu saja sering dibuat khawatir jika anak mengalami gagap. Lalu, bagaimana cara untuk mengatasi gagap pada anak?
Gejala Gagap pada Anak
Dilansir dari ALODOKTER, gagap merupakan kondisi yang mengganggu kemampuan seseorang dalam berbicara. Kondisi ini ditandai dengan pengulangan suku kata, kalimat, suara, atau pemanjangan penyebutan suatu kata. Meskipun kondisi ini bisa dialami siapa saja, umumnya diderita anak-anak yang usianya di bawah enam tahun.
Berdasarkan Harvard Health Publishing, gagap sangat umum pada anak. Faktanya, menurut National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD), 5% hingga 10% dari semua anak mengalami gagap. Kondisi ini sering dijumpai pada anak dengan usia 2 tahun hingga 6 tahun. Dibandingkan anak perempuan, ternyata anak laki-laki lebih sering gagap
Sebenarnya, pada anak dengan kondisi normal, gagap bisa hilang dengan sendirinya dalam waktu sekitar enam bulan. Diketahui, sekitar 75% anak yang mengalami kondisi ini bisa sembuh total. Namun, jika si kecil masih gagap di usianya yang sudah lebih dari tujuh tahun, maka Anda harus segera memeriksakannya ke dokter anak atau ahli patologi wicara-bahasa.
Anak-anak yang gagap mengetahui apa yang ingin mereka katakan, hanya saja mereka mengalami gangguan ketika mengatakannya. Ada ciri ketika anak gagap dan harus segera diperiksakan, yakni kegagapan berlanjut selama lebih dari 6 hingga 12 bulan, gagap dimulai setelah usia 3 hingga 4 tahun, gagap meningkat dalam tingkat keparahan atau frekuensi tertentu, dan ada riwayat keluarga gagap yang berlanjut melewati usia dini. Selain itu, ketika anak mulai kesal dan frustrasi dengan kegagapannya, Anda juga perlu membawanya ke dokter.
Gagap dapat berkembang menjadi gangguan berbicara saat anak-anak belajar keterampilan bicara dan bahasa. Gagap berkelanjutan secara umum disebabkan cedera otak, tetapi itu jauh lebih jarang terjadi. Bertentangan dengan apa yang diyakini banyak orang, gagap jarang disebabkan oleh faktor psikologis.
Penyebab gagap sebenarnya belum diketahui secara pasti, tetapi sejumlah penelitian menunjukkan bahwa ada faktor yang membuat gagap muncul pada diri anak-anak. Berikut adalah faktor penyebab gagap pada anak.
Penyebab Gagap pada Anak
- Sebagian besar anak yang memiliki gangguan berbicara, termasuk gagap, disebabkan faktor genetik. Namun, Anda tidak perlu khawatir, karena anak bisa dilatih untuk lepas dari kondisi tersebut.
- Tumbuh kembang anak. Umum terjadi pada anak usia di bawah 6 tahun, gagap dikarenakan mereka belum memiliki kemampuan berbicara dan bahasa yang sempurna. Hal ini wajar, apalagi bagi mereka yang masih belajar merangkai kata untuk membuat kalimat.
- Gagap juga bisa dipengaruhi gangguan otak, saraf, dan otot yang terlibat dalam kemampuan berbicara. Kondisi seperti ini biasanya disebabkan kecelakaan, penyakit, dan cedera otak traumatis.
- Trauma emosional. Kondisi gagap akibat trauma emosional pada anak sangat jarang, tetapi bisa terjadi pada orang dewasa. Biasanya, mereka yang stres berat, depresi, dan memiliki penyakit kejiwaan tertentu bisa mengalami gagap.
Tips Atasi Gagap pada Anak
- Ciptakan lingkungan yang santai untuk percakapan dan sisihkan waktu setiap hari untuk membantu anak mengejar ketinggalannya dalam berbicara.
- Beritahu anak untuk berbicara dengan santai dan lambat, tanpa harus tergesa-gesa.
- Ajari anak latihan pernapasan dan olah suara.
- Berbicaralah dengan kalimat pendek kepada anak dan biarkan anak Anda mencoba menyelesaikan kalimat Anda.
- Ajari anak lebih fokus dengan isi pesan yang ingin disampaikan daripada cara menyampaikannya.
Jika tips di atas masih belum berhasil, maka ajaklah anak Anda untuk terapi wicara. Terapi ini bertujuan untuk mengurangi gangguan dalam berbicara dan meningkatkan kepercayaan diri pasien. Saat terapi wicara, si kecil akan diberikan arahan untuk meminimalkan munculnya gagap dengan berbicara lebih lambat, mengatur pernapasan saat berbicara, dan memahami gagap akan muncul. Selain itu, terapi ini bermanfaat untuk mengelola kegelisahan yang sering muncul ketika akan berkomunikasi.
[1] Rahayu, Elisa, Intan Widyaningsih, Bayu Adi Laksono. 2020. Problematika Keterlambatan Bicara dan Gagap pada Anak Usia 6 Tahun. Jurnal Pendidikan Modern STKIP Modern Ngawi, Vol. 5(2): 63-71.



Leave a comment