Tipe Daters Aplikasi Kencan Online Ala Gen Z, Awas Tertipu
Tak hanya belajar dan bermain game yang bisa dilakukan secara online, tetapi juga kencan. Kencan online bisa dilakukan lewat aplikasi khusus dan salah satu yang cukup terkenal di Indonesia adalah Tinder.[1] Nah, sebelum Anda mencoba menggunakan aplikasi seperti ini, Anda harus mengetahui tipe daters (pengguna aplikasi kencan online) supaya bisa berkencan online dengan bijak.
Dilansir dari Okezone, aplikasi kencan online laris di kalangan gen Z karena terbilang praktis dan canggih. Selain dapat mengirim pesan, daters bisa menggunakan video chat dan panggilan suara. Hal ini tentunya cukup bermanfaat bagi mereka yang memiliki hubungan jarak jauh/long distance relationship (LDR).
Masih dari sumber yang sama, salah satu aplikasi kencan online, Tinder, telah melengkapi fiturnya dengan video chat tanpa filter yang membuat penggunanya bisa melihat wajah asli satu sama lain. Hal ini membuat acara berkencan berjalan dengan baik dan tanpa ada kebohongan. Selain itu, pengguna Tinder bisa menjadi lebih jujur dan terbuka dengan pasangan mereka.
Nah, pengguna aplikasi dating seperti Tinder ini bermacam-macam. Dilansir dari HuffPost, daters digolongkan berdasarkan kepribadian, sifat, dan cara mereka bermain aplikasi. Berikut adalah tipe daters online beserta sedikit penjelasannya.
Tipe Daters Online
- Kittenfisher adalah seseorang yang menampilkan diri mereka secara tidak realistis di profil kencan mereka, biasanya dengan menggunakan foto yang terlalu diedit menggunakan filter atau menampilkan foto masa lalunya. Ini bertujuan untuk menarik perhatian banyak orang, sehingga memiliki banyak teman kencan.
- The Turbo Dater. Beberapa orang yang sudah lama melajang biasanya akan merasa sangat kesepian, sehingga mereka akan menjadikan aplikasi kencan online sebagai media yang tepat untuk mencari pasangan dengan cepat. The turbo daters tidak akan menyia-nyiakan waktunya dalam melakukan kencan online. Mereka akan memaksa pasangan aplikasi kencan onlinenya untuk segera meresmikan hubungan menjadi pasangan kekasih setelah berkenalan. Biasanya, ini memakan waktu dua minggu.
- The Slow Dater. Ini merupakan golongan orang yang menggunakan aplikasi kencan online dengan bijak. Mereka juga tipe pemilih dengan artian tidak memandang fisik atau materi, tetapi lebih memprioritaskan kenyamanan, kejujuran, dan keselamatan dalam berkencan online. Slow dater seperti ini memang sangat sedikit, tetapi bukan berarti tidak ada.
- The Headless Torso. Berhati-hatilah, terutama bagi wanita yang bermain aplikasi online dating. Sebisa mungkin hindari tipe the headless torso, karena mereka bermain aplikasi kencan hanya untuk mendapatkan tubuh Anda. Daters seperti ini memang tidak memedulikan wajah Anda, yang penting adalah bentuk tubuh Anda, karena tujuan mereka menggunakan aplikasi hanya untuk memuaskan nafsu mereka.
- The Dog Guy/Dog Fisher. Ketika semua sibuk menampilkan foto terbarunya, beberapa orang malah mengunggah foto bersama dengan anjingnya yang lucu. Ini adalah strategi untuk menarik perhatian lawan jenis yang juga suka dengan anjing atau memiliki anjing. Sehingga, mereka bisa mencari topik obrolan yang sama seputar anjing dan tidak perlu repot-repot mencari pembahasan yang tidak dimengerti oleh pasangannya.
- The Piner. Daters seperti ini adalah orang yang aktif dan biasanya memiliki banyak hobi. Hal ini terlihat dari bio dan statusnya yang selalu berganti setiap minggu hingga sebulan sekali. Mereka biasanya akan menuliskan hal-hal yang disukai dan menandai tempat yang asyik untuk berkencan. Beberapa daters tipe ini juga tak segan untuk membagikan kisah perjalanannya saat liburan, disertai dengan foto yang menarik.
- The Couple Looking for a Third. Bagi Anda yang hanya mencari satu pasangan untuk berkencan, sebaiknya menghindari daters seperti ini. The couple looking for a third adalah pemain aplikasi kencan online yang sudah memiliki pasangan, tetapi membutuhkan seseorang lagi sebagai teman berbicara dan sebagai penengah jika ada masalah di antara pasangan tersebut.
- The Scammer. Hati-hati jika Anda memilih pasangan di aplikasi online dan hindari daters tipe ini. The scammer adalah seorang penipu ulung yang latar belakangnya tidak jelas dan biasanya memainkan aplikasi online hanya untuk bersenang-senang. Beberapa scammers juga melancarkan aksi kejahatan, seperti bullying dan pemerasan.
Pastikan Anda mengenal setiap tipe daters di atas untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama berkencan online. Selain itu, manfaatkan fitur aplikasi kencan online dengan bijak untuk menghindari kekecewaan selama berkencan.
[1] Julianti & Rifky Andhika. 2021. Fenomena Keberhasilan Hubungan Asmara Melalui Aplikasi Kencan Online Tinder: sari Jari, Turun ke Hati. Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Universitas Paramadina, Vol. 6(1): 1-18.


Leave a comment