Harus Hati-hati! Begini Cara Membersihkan Telinga Bayi yang Bau
Bagian telinga bayi ternyata juga bisa memiliki kotoran yang bau layaknya telinga orang dewasa. Namun demikian, cara membersihkan kotoran telinga pada bayi memang termasuk hal yang riskan. Jika kurang berhati-hati bisa berisiko merusak gendang telinga bayi atau bahkan menyebabkan infeksi karena ada bagian telinga yang terluka.
Pada dasarnya, alat pendengaran pada bayi sama dengan orang dewasa yang terdiri dari bagian luar dan dalam. Bagian luar berupa daun telinga dan lubang telinga. Adapun di bagian dalam telinga terdapat berbagai organ pendengaran. Pada telinga terdapat kotoran telinga atau serumen yang berasal dari campuran produksi kelenjar minyak dan keringat, epitel kulit yang terlepas, dan debu.
Telinga perlu dijaga kebersihannya, tetapi cukup bagian luar atau daun telinganya saja. Hal ini karena telinga memiliki kemampuan untuk membersihkan sendiri (self-cleaning). Dengan adanya pergerakan rahang, kotoran dan sel kulit mati akan bergerak dari liang telinga bagian dalam ke liang telinga luar, kemudian akan mengering dan keluar sendiri. Pada bayi, saat mengisap air susu ibu misalnya, kotoran telinga dapat bergerak dari liang telinga dalam ke luar.
Untuk membersihkan telinga pada bayi, Anda harus ekstra hati-hati karena ukurannya sangat kecil dan sensitif. Telinga bayi yang baru lahir juga sulit untuk dimasuki korek kuping (cotton buds). Anda bisa mengikuti langkah-langkah di bawah ini saat membersihkan telinga Si Kecil.
Cara Membersihkan Telinga Bayi
- Siapkan semua peralatan untuk membersihkan telinga bayi, seperti kapas, korek kuping yang berukuran kecil, air hangat, baby oil, waslap, atau sapu tangan handuk lembut.
- Basahi kapas dengan air hangat, lalu peras sampai airnya tidak menetes. Bersihkan bagian depan dan belakang daun telinga.
- Untuk bagian pada daun telinga yang berlekuk atau agak dalam, Anda dapat membersihkannya dengan korek kuping kecil yang telah dibasahi dengan air hangat. Anda dapat menggunakan baby oil jika kotoran sulit dibersihkan.
- Anda dapat menggunakan korek kuping untuk membersihkan liang telinga bagian terluar, dengan catatan kotoran dapat terjangkau dan masih lunak.
- Setelah bersih, keringkan seluruh telinga bagian luar dengan handuk lembut secara perlahan.[1]
Dilansir dari Alodokter, kotoran telinga sebenarnya adalah cara alami tubuh untuk melindungi telinga dari masukkan kuman atau benda asing seperti debu yang berpotensi menginfeksi gendang telinga. Tetapi, jika kotoran telinga bayi bau dan disertai cairan putih atau kekuningan, hal tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan pada telinga buah hati Anda. Berikut ini beberapa gejala infeksi telinga pada bayi yang perlu Anda waspadai.
Gejala Infeksi Telinga pada Bayi
- Keluar cairan putih kekuningan dari telinga. Hal ini menandakan adanya lubang kecil di gendang telinga. Tetapi tak perlu khawatir, jika infeksi diobati, maka keluarnya cairan putih atau kekuningan tersebut akan berhenti.
- Bayi jadi lebih rewel karena adanya rasa nyeri pada telinga.
- Kehilangan nafsu makan. Infeksi telinga akan membuat bayi Anda malas makan dan minum karena kegiatan mengunyah dan menelan mungkin terasa sakit.
- Sulit tidur. Infeksi telinga kemungkinan mengganggu istirahat buah hati Anda karena rasa sakit yang dialami ketika posisi berbaring.
- Seperti halnya infeksi pada umumnya, infeksi telinga berpotensi menimbulkan demam pada bayi.
- Sulit mendengar dan mengalami masalah ketidakseimbangan tubuh. Menumpuknya cairan di telinga bagian tengah bisa mengganggu pendengaran bayi Anda. Jika sudah parah, berpotensi mengganggu keseimbangan tubuh. Hal ini biasanya terlihat pada anak yang sudah dapat berjalan, yaitu dari caraberjalannya yang kurang stabil.
Membersihkan kotoran di bagian telinga sebaiknya dilakukan hanya di bagian luarnya saja menggunakan cotton bud yang dibasahi air hangat. Membersihkan telinga terlalu dalam dapat mengenai gendang telinga dan dapat mendorong kotoran telinga lebih dalam sehingga menimbulkan infeksi yang mengakibatkan timbul radang saluran telinga dan timbul cairan berbau dari telinga. Untuk membersihkan kotoran telinga bayi di bagian dalam yang keras dapat meminta pertolongan dokter THT.[2]
[1] Tim Galenia MCC. 2014. Home Baby Spa. Marta E, editor. Jakarta: Penebar PLUS, hlm 135.
[2]Irmawati. 2015. Bayi dan Balita Sehat & Cerdas. Jakarta: Elex Media Komputindo, hlm 38.


Leave a comment